Pribhumi.com — Malam Lailatul Qadar merupakan salah satu momen paling dinantikan oleh umat Islam selama bulan Ramadan. Malam yang disebut lebih baik dari seribu bulan ini diyakini terjadi pada sepuluh malam terakhir Ramadan. Karena kemuliaannya, umat Muslim dianjurkan memperbanyak ibadah agar dapat meraih keberkahan malam tersebut.
Dalam berbagai riwayat disebutkan bahwa tidak ada manusia yang mengetahui secara pasti kapan Lailatul Qadar terjadi, kecuali Rasulullah SAW yang pernah diperlihatkan malam tersebut. Hal ini dijelaskan dalam buku Anda Bertanya Islam Menjawab karya Muhammad Mutawalli Sha’rawi.
Dikisahkan, Rasulullah SAW pernah keluar untuk memberi tahu para sahabat tentang waktu datangnya Lailatul Qadar. Namun di tengah perjalanan beliau melihat dua orang sedang bertengkar sehingga beliau lupa menyampaikan tanggal pasti malam tersebut. Nabi kemudian menganjurkan umat Islam untuk mencarinya pada sepuluh malam terakhir Ramadan.
Dalam sebuah riwayat lain, beberapa sahabat pernah bermimpi bersujud di tempat yang basah. Pada malam 23 Ramadan, hujan turun deras hingga lantai masjid menjadi berlumpur dan dahi Rasulullah SAW terlihat terkena lumpur saat bersujud. Dari peristiwa itu, sebagian sahabat meyakini bahwa malam tersebut adalah Lailatul Qadar pada tahun tersebut.
Perkiraan Malam Lailatul Qadar 2026
Para ulama menjelaskan bahwa Lailatul Qadar tidak dihapus keberadaannya, namun waktu pastinya dirahasiakan oleh Allah SWT. Karena itu, umat Islam dianjurkan mencarinya pada malam-malam ganjil di sepuluh hari terakhir Ramadan.
Jika merujuk pada kalender Ramadan 1447 Hijriah, malam-malam ganjil yang berpotensi menjadi Lailatul Qadar pada tahun 2026 diperkirakan jatuh pada:
10 Maret 2026 (malam 21 Ramadan 1447 H)
12 Maret 2026 (malam 23 Ramadan 1447 H)
14 Maret 2026 (malam 25 Ramadan 1447 H)
16 Maret 2026 (malam 27 Ramadan 1447 H)
18 Maret 2026 (malam 29 Ramadan 1447 H)
Meski demikian, waktu pasti turunnya Lailatul Qadar tetap menjadi rahasia Allah SWT. Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan meningkatkan ibadah sepanjang sepuluh malam terakhir Ramadan.
Cara Menghidupkan Malam Lailatul Qadar
Dalam buku Perjalanan Menuju Fitri karya Agung Syuhada dijelaskan bahwa Aisyah RA pernah bertanya kepada Rasulullah SAW mengenai doa yang sebaiknya dibaca jika seseorang menemui malam Lailatul Qadar. Nabi SAW kemudian mengajarkan doa khusus untuk memohon ampunan kepada Allah.
Selain membaca doa tersebut, umat Islam dianjurkan memperbanyak berbagai amalan ibadah. Beberapa di antaranya adalah:
Menunaikan salat fardu dengan khusyuk
Menjalankan puasa Ramadan dengan penuh keikhlasan
Memperbanyak amal saleh selama Ramadan
Menjaga perilaku dan akhlak setiap hari
Melakukan i’tikaf di masjid pada sepuluh hari terakhir
Memperbanyak doa, zikir, dan istighfar
Membaca Al-Qur’an serta melaksanakan ibadah sunnah
Para ulama menekankan bahwa keberkahan Lailatul Qadar tidak datang secara instan. Allah SWT memberikan kemuliaan malam tersebut kepada hamba-Nya yang bersungguh-sungguh dalam beribadah, menjauhi kemaksiatan, serta meningkatkan ketakwaan.
Karena itu, umat Islam tidak dianjurkan merasa telah pasti mendapatkan Lailatul Qadar. Yang dapat dilakukan hanyalah berusaha memperbanyak ibadah dengan konsisten dan ikhlas sepanjang sepuluh malam terakhir Ramadan.
Doa Malam Lailatul Qadar
Salah satu doa yang dianjurkan dibaca saat malam Lailatul Qadar adalah:
اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي
Arab Latin:
Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni.
Artinya:
“Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf dan menyukai memaafkan, maka maafkanlah aku.”
Doa ini diriwayatkan dari Aisyah RA ketika beliau bertanya kepada Rasulullah SAW tentang doa yang sebaiknya dibaca saat menjumpai malam Lailatul Qadar.
Dengan memperbanyak ibadah, doa, dan amal kebaikan di sepuluh malam terakhir Ramadan, umat Islam berharap dapat meraih keberkahan malam yang lebih baik dari seribu bulan tersebut.











