Polemik Buruknya pelayanan di puskesmas Semerap masih Hangat diperbincangkan

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 22 Agustus 2025 - 23:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PRIBHUMI.COM,  KERINCI – Tak kunjung Mereda, Polemik pelayanan di Puskesmas Semerap, Kecamatan Danau Kerinci Barat, terus memanas. Kasus dugaan penolakan pasien kritis disengat tawon, , warga Semerap, masih jadi perbincangan hangat setelah video kejadian itu viral di Facebook dan Instagram.

Kepala Puskesmas Semerap, Elyawati, sebelumnya membantah adanya penolakan pelayanan medis. Ia menegaskan pasien telah ditangani sesuai prosedur.

“Pasien datang ke UGD, langsung ditensi oleh petugas, lalu diperiksa dokter. Saat diperiksa pasien sadar, kondisi umum baik, hanya agak kesakitan. Setelah tindakan awal, keluarga sendiri yang meminta pasien dibawa ke RS Sungai Penuh, ” jelasnya, Jumat (22/8/2025).

Namun, bantahan tersebut berbanding terbalik dengan pengakuan keluarga korban. Menurut keluarga, sejak awal pasien justru tidak mendapat pelayanan layak.

Baca Juga :  Anak 4 Tahun Meninggal di Wahana Istana Balon Sungai Penuh, Diduga Akibat Kelalaian Pengelola

“Semua yang disampaikan itu tidak benar. Boleh tanya masyarakat yang ikut memopong abang saya keluar dari UGD. Yang ada di dalam hanya dua orang tenaga honorer yang memeriksa tensi. Bahkan adik ipar saya sampai sujud ke dokter, minta abang saya diperiksa, ” ungkap Afriani, ipar korban, dengan nada kecewa.

Afriani menambahkan, bukan hanya tidak segera ditangani, dokter bahkan sempat mengucapkan kalimat yang menusuk hati keluarga.

“Dokter bilang: Mau bawa kemano bawalah, mau pergi ya pergilah!” ujarnya menirukan.

Kesaksian keluarga ini turut diperkuat oleh masyarakat yang berada di lokasi saat kejadian. Mereka menyebut pelayanan di Puskesmas Semerap memang sering dikeluhkan warga karena lamban dan tidak profesional.

Baca Juga :  Ratusan Hektare Sawah di Kerinci Terancam Gagal Panen, Petani Minta Pemerintah Perbaiki Sistem Pengairan

Silakan tanyakan langsung ke masyarakat. Semua melihat bagaimana pelayanan puskesmas Semerap hari itu, ” tegas Afriani.

Kasus ini pun menimbulkan dua versi berbeda:
– Pihak puskesmas bersikeras sudah melakukan tindakan sesuai SOP.
– Pihak keluarga dan masyarakat menuding pasien kritis justru dibiarkan.

Kini publik menunggu klarifikasi lebih lanjut dari instansi terkait, termasuk Dinas Kesehatan Kabupaten Kerinci, untuk menyingkap fakta sebenarnya. Sebab, di balik kisruh ini, yang dipertaruhkan bukan hanya nama baik institusi, melainkan nyawa pasien dan kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan.

Berita Terkait

Kenaikan Tarif Travel Disepakati, Dishub Kerinci Masih Lakukan Pembahasan
Speedboat Wisata Alami Kecelakaan di Danau Kerinci, Kemudi Patah Picu Insiden
DLH Akui Lonjakan Sampah, Penanganan Masih Jadi Tantangan
BMKG: Waspada Hujan Petir di Kerinci dan Sungai Penuh Sore Ini
Solidaritas Kemanusiaan: Karang Taruna Tunas Jaya dan PP-TLS Galang Donasi Terbuka untuk Korban Kebakaran di Koto Datuk
Breaking News! Api Melahap 3 Rumah di Desa Koto Datuk, Warga Panik
Gunung Kerinci Bersiap Sambut Pelari Dunia dalam Ajang Internasional “Kerinci 100” 2026
Uang Palsu Beredar di Hiang Kerinci, Pedagang Resah Minta Polisi Bertindak

Berita Terkait

Kamis, 2 April 2026 - 13:00 WIB

Kenaikan Tarif Travel Disepakati, Dishub Kerinci Masih Lakukan Pembahasan

Senin, 30 Maret 2026 - 23:52 WIB

Speedboat Wisata Alami Kecelakaan di Danau Kerinci, Kemudi Patah Picu Insiden

Senin, 30 Maret 2026 - 17:00 WIB

DLH Akui Lonjakan Sampah, Penanganan Masih Jadi Tantangan

Senin, 30 Maret 2026 - 11:00 WIB

BMKG: Waspada Hujan Petir di Kerinci dan Sungai Penuh Sore Ini

Sabtu, 28 Maret 2026 - 21:21 WIB

Solidaritas Kemanusiaan: Karang Taruna Tunas Jaya dan PP-TLS Galang Donasi Terbuka untuk Korban Kebakaran di Koto Datuk

Berita Terbaru

Budaya dan Wisata

Makna dan Manfaat Kemenyan: Dari Tradisi Kerinci hingga Khasiat Kesehatan

Kamis, 2 Apr 2026 - 23:59 WIB