Pemerintah Siapkan Reformasi Besar Tata Kelola Royalti Musik, Fokus pada Kepastian Hukum dan Era Digital

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 20 November 2025 - 07:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Pribhumi.com Pemerintah tengah memfinalisasi serangkaian penyempurnaan kebijakan tata kelola royalti lagu dan musik dalam sebuah rapat koordinasi nasional di Jakarta, Selasa (18/11). Upaya ini diarahkan untuk menciptakan ekosistem hak cipta yang lebih transparan, akuntabel, dan relevan dengan perkembangan teknologi digital.

Deputi Bidang Koordinasi Hukum Kemenko Polhukam, Nofli, menegaskan bahwa banyaknya sengketa soal perizinan dan royalti belakangan ini menunjukkan adanya ketidakpahaman publik serta belum optimalnya implementasi tata kelola hak cipta.

“Sejumlah kasus menimbulkan kesalahpahaman publik hingga menciptakan kecemasan di kalangan pelaku usaha dan masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, diperlukan penguatan kepastian hukum, peningkatan transparansi, serta konsolidasi kelembagaan LMK dan LMK Nasional agar pengelolaan royalti berjalan lebih efektif.

Revisi UU Hak Cipta Jadi Prioritas Nasional 2025

Direktur Hak Cipta dan Desain Industri DJKI Kemenkumham, Agung Damarsasongko, memaparkan perkembangan revisi UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta, yang kini sedang diproses di Badan Legislasi DPR.

“Draf revisi sudah melalui harmonisasi dan kini berada di Baleg untuk tahap pembahasan berikutnya,” jelasnya.

Revisi tersebut mencakup beberapa aspek penting, antara lain:

Baca Juga :  Developer Awalnya Ragu, Resident Evil Requiem Ternyata Berjalan Mengagumkan di Switch 2

Penguatan perlindungan hak cipta di era digital

Pengaturan terhadap platform digital

Penyesuaian ciptaan berbasis teknologi dan kecerdasan artifisial (AI)

Perlindungan ekspresi budaya tradisional

Penegasan masa berlaku dan mekanisme pengalihan hak

Pengaturan Freedom of Panorama, Public Lending Right, dan Resale Right

Indonesia Dorong Instrumen Global di WIPO

Direktur Kerja Sama, Pemberdayaan, dan Edukasi DJKI Kemenkumham, Yasmon, menyoroti peluang kerja sama internasional dalam penguatan sistem kekayaan intelektual nasional. Ia menyebut Indonesia tengah menggalang dukungan untuk proposal besar di tingkat global.

“Pada pertemuan bilateral dengan WIPO Juli 2025, kami mengusulkan pembentukan Jakarta Protocol,” paparnya.

Indonesia juga akan mengajukan secara resmi Indonesian Proposal on a Legally Binding Instrument for the Governance of Copyright Royalty in the Digital Environment dalam forum WIPO Standing Committee on Copyright and Related Rights pada Desember mendatang.

Baca Juga :  Prabowo Siap Kirim Pasukan Perdamaian Dunia ke sejumlah daerah konflik di berbagai negara

Instrumen global ini dinilai penting untuk menjamin bahwa para kreator memperoleh imbal hasil yang adil, tepat waktu, dan proporsional di tengah dominasi ekosistem digital.

Mengarah ke Kebijakan Royalti yang Lebih Modern dan Berkeadilan

Pertemuan lintas kementerian dan lembaga tersebut menjadi ruang kolaborasi untuk menyusun rekomendasi kebijakan yang mampu mengakomodasi perkembangan industri musik nasional, khususnya menghadapi tantangan teknologi digital.

Seluruh masukan dan hasil pembahasan akan menjadi bahan pertimbangan bagi Kemenko Kumham dalam memformulasikan rekomendasi final terkait penyempurnaan tata kelola royalti musik di Indonesia.

Pemerintah menargetkan lahirnya ekosistem musik yang:

Transparan

Akuntabel

Berkeadilan

Sejalan dengan praktik global

Berita Terkait

Pinkan Mambo Ngamen Digital di TikTok, Raup Puluhan Juta dari Pinggir Jalan
8 Drama Korea Terbaru 2026 yang Lagi Hits, Siap Temani Waktu Begadang
10 Film Horor Terbaru di Netflix yang Wajib Ditonton, Penuh Teror Mistis hingga Santet Mencekam
Ramalan Zodiak Cinta Hari Ini: Kunci Hubungan Harmonis untuk Capricorn hingga Sagitarius
BTS Rilis Album “Arirang”, Lagu “SWIM” Tembus Trending 1 dengan 60 Juta Penonton
Horor Mitos Lokal “Tumbal Proyek” Siap Teror Bioskop, Tayang 13 Mei 2026
Deretan Film Bioskop Lebaran 2026, Dari Drama Keluarga hingga Horor Mencekam
Selebgram Wang Yefei Meninggal Saat Live Streaming, Diduga Akibat Pendarahan Otak

Berita Terkait

Sabtu, 28 Maret 2026 - 13:00 WIB

8 Drama Korea Terbaru 2026 yang Lagi Hits, Siap Temani Waktu Begadang

Kamis, 26 Maret 2026 - 11:00 WIB

10 Film Horor Terbaru di Netflix yang Wajib Ditonton, Penuh Teror Mistis hingga Santet Mencekam

Rabu, 25 Maret 2026 - 23:00 WIB

Ramalan Zodiak Cinta Hari Ini: Kunci Hubungan Harmonis untuk Capricorn hingga Sagitarius

Rabu, 25 Maret 2026 - 15:00 WIB

BTS Rilis Album “Arirang”, Lagu “SWIM” Tembus Trending 1 dengan 60 Juta Penonton

Selasa, 24 Maret 2026 - 17:00 WIB

Horor Mitos Lokal “Tumbal Proyek” Siap Teror Bioskop, Tayang 13 Mei 2026

Berita Terbaru

Budaya dan Wisata

Makna dan Manfaat Kemenyan: Dari Tradisi Kerinci hingga Khasiat Kesehatan

Kamis, 2 Apr 2026 - 23:59 WIB