JAMBI, Pribhumi.com – Media di Israel mengingatkan masyarakat dunia agar lebih berhati-hati dalam menerima dan menyebarkan informasi yang berasal dari pihak-pihak yang sedang terlibat konflik. Pasalnya, potongan fakta yang tidak utuh kerap disusun kembali menjadi narasi tertentu yang berpotensi menyesatkan opini publik.
Peringatan tersebut muncul di tengah beredarnya berbagai rumor mengenai kondisi dan keberadaan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu.
Menanggapi isu tersebut, Kantor Perdana Menteri Israel secara resmi menegaskan bahwa Netanyahu masih aktif menjalankan tugas-tugas kenegaraan seperti biasa. Pemerintah Israel memastikan bahwa sang perdana menteri tetap memimpin jalannya pemerintahan dan melakukan berbagai agenda penting negara.
Berdasarkan catatan pada portal resmi pemerintah Israel, Netanyahu diketahui sempat mengunjungi lokasi serangan di Kota Beersheba pada 6 Maret. Dalam kunjungan tersebut, ia melakukan koordinasi langsung dengan jajaran militer terkait situasi keamanan yang berkembang.
Selain itu, sejumlah laporan media independen juga menyebutkan bahwa Netanyahu sempat melakukan komunikasi melalui sambungan telepon dengan Presiden Prancis, Emmanuel Macron. Percakapan tersebut menjadi salah satu indikasi bahwa Netanyahu masih menjalankan perannya sebagai kepala pemerintahan.
Meski pihak Istana Elysee tidak merinci tanggal pasti percakapan tersebut berlangsung, pemerintah Israel menegaskan bahwa agenda kerja perdana menteri tetap berjalan sebagaimana mestinya.
Isu mengenai nasib Netanyahu sendiri bukanlah hal baru. Dalam beberapa kesempatan sebelumnya, rumor serupa juga sempat beredar di tengah meningkatnya ketegangan militer di kawasan Timur Tengah.
Namun hingga saat ini, otoritas resmi Israel berulang kali menegaskan bahwa kabar mengenai kondisi Netanyahu yang disebut-sebut hilang atau tidak aktif hanyalah informasi palsu atau hoaks yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
Pemerintah Israel pun mengimbau masyarakat internasional untuk mengutamakan sumber informasi resmi dan terpercaya agar tidak mudah terpengaruh oleh berita yang belum terverifikasi.











