Misteri Hajar Aswad: Batu dari Surga atau Meteorit Purba? Begini Fakta Ilmiahnya

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 13 Oktober 2025 - 12:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Pribhumi.com Batu Hajar Aswad, yang menempel di sudut timur Kakbah, Makkah, telah menjadi simbol suci umat Islam selama ribuan tahun. Menurut riwayat keagamaan, batu hitam ini berasal dari surga dan pertama kali diberikan kepada Nabi Ibrahim. Namun, sains modern mencoba menelusuri asal-usulnya secara ilmiah.

Sejumlah peneliti berpendapat bahwa Hajar Aswad bukan sekadar batu biasa, melainkan bagian dari meteorit yang jatuh ke bumi pada masa lampau. Pandangan ini muncul karena banyak catatan sejarah yang menyebutkan adanya jejak kawah meteor di sekitar kawasan Hijaz, termasuk wilayah dekat Kakbah.

Dalam penelitian berjudul “New Light on the Origin of the Holy Black Stone of the Ka’ba” (1980), ilmuwan E. Thomsen mengutip temuan peneliti eksplorasi Philby di Al-Hadidah pada 1932. Philby menemukan kawah besar bernama Wabar dengan diameter lebih dari 100 meter. Di sekitar kawah tersebut ditemukan pecahan batu yang memiliki karakteristik mirip meteorit: terbentuk dari lelehan pasir dan silika yang mengandung nikel dan besi (ferum).

Baca Juga :  Jejak Gunung Sinai dalam Al-Qur’an: Lokasi Bukit Tursina dan Kisah Nabi Musa Menerima Wahyu

Thomsen menjelaskan bahwa warna hitam Hajar Aswad kemungkinan besar berasal dari campuran nikel dan besi yang terbentuk akibat ledakan meteor di atmosfer. Lapisan dalamnya berwarna putih, namun seiring waktu tertutup lapisan hitam akibat oksidasi dan pembakaran alami. Ciri ini mirip dengan batuan meteorit yang ditemukan di Wabar.

Menariknya, dalam pandangan keagamaan, batu itu awalnya berwarna putih sebelum berubah menjadi hitam karena menyerap dosa manusia. Fenomena ini memiliki kesamaan simbolis dengan penjelasan ilmiah tentang perubahan warna akibat reaksi kimia di permukaan batu.

Baca Juga :  Sambut Ramadhan, Wako Alfin dan Warga Enam Luhah Gotong Royong di Petilasan Leluhur

Beberapa penelitian lain menyebut bahwa usia batu Hajar Aswad sebanding dengan periode aktivitas meteorit di Jazirah Arab kuno. Ada pula teori bahwa batu ini dibawa ke Makkah melalui jalur perdagangan Oman ribuan tahun lalu.

Namun, tidak semua ilmuwan sepakat. Ada kritik bahwa batuan meteorit sejati tidak mudah pecah menjadi potongan kecil dan tidak tahan terhadap erosi seperti yang tampak pada permukaan Hajar Aswad saat ini. Karena itu, asal usul pastinya masih menjadi misteri yang memadukan antara iman, sejarah, dan ilmu pengetahuan.

Berita Terkait

Haji Furoda: Solusi Berangkat Haji Tanpa Antre, Ini Penjelasan dan Aturan Lengkapnya
Jejak Gunung Sinai dalam Al-Qur’an: Lokasi Bukit Tursina dan Kisah Nabi Musa Menerima Wahyu
Makna Ulul Azmi dan Kisah 5 Rasul Pilihan dengan Keteguhan Luar Biasa
Keutamaan Ayat 1000 Dinar: Amalan Pembuka Rezeki dan Jalan Keluar dari Kesulitan
Amalan Sunah Bulan Syawal: Raih Pahala Setara Puasa Setahun
Puasa Syawal 2026: Jadwal, Niat, dan Keutamaan Besar yang Setara Puasa Setahun
Nikah Sirri di Era Modern: Antara Sah Secara Syariat dan Risiko Secara Hukum
Sunnah Salat Idulfitri yang Dianjurkan: Amalan Lengkap Sambut Hari Kemenangan

Berita Terkait

Rabu, 1 April 2026 - 21:00 WIB

Haji Furoda: Solusi Berangkat Haji Tanpa Antre, Ini Penjelasan dan Aturan Lengkapnya

Rabu, 1 April 2026 - 15:00 WIB

Jejak Gunung Sinai dalam Al-Qur’an: Lokasi Bukit Tursina dan Kisah Nabi Musa Menerima Wahyu

Sabtu, 28 Maret 2026 - 08:11 WIB

Makna Ulul Azmi dan Kisah 5 Rasul Pilihan dengan Keteguhan Luar Biasa

Jumat, 27 Maret 2026 - 17:00 WIB

Keutamaan Ayat 1000 Dinar: Amalan Pembuka Rezeki dan Jalan Keluar dari Kesulitan

Selasa, 24 Maret 2026 - 13:00 WIB

Amalan Sunah Bulan Syawal: Raih Pahala Setara Puasa Setahun

Berita Terbaru