JAKARTA, Pribhumi.com — Film Dilan ITB 1997 tengah menjadi perbincangan hangat setelah trailer perdananya dirilis. Respons publik pun beragam, mulai dari antusiasme hingga kritik, terutama terkait sejumlah adegan yang dinilai sensitif.
Film produksi Falcon Pictures ini menarik perhatian sejak pengumuman jajaran pemainnya, termasuk kehadiran Ariel NOAH sebagai tokoh utama dan Raline Shah dalam versi dewasa karakter.
Kisah Dilan sendiri diadaptasi dari karya Pidi Baiq, yang sebelumnya sukses lewat film Dilan 1990 dan Dilan 1991. Dalam seri terbaru ini, cerita melompat tujuh tahun ke depan, menghadirkan fase baru kehidupan Dilan sebagai mahasiswa.
Mengambil latar di Institut Teknologi Bandung pada tahun 1997, film ini tidak hanya mengangkat kisah romansa, tetapi juga dinamika sosial menjelang Reformasi 1998. Dilan digambarkan sebagai sosok cerdas, humoris, dan memiliki jiwa idealisme yang kuat di tengah situasi politik yang memanas.
Kehidupan kampus yang penuh diskusi intelektual dan semangat perubahan perlahan menyeret Dilan ke dalam arus pergerakan mahasiswa. Ia dihadapkan pada dilema antara tanggung jawab akademik, kehidupan pribadi, dan panggilan untuk memperjuangkan keadilan.
Selain itu, konflik asmara kembali menjadi daya tarik utama. Dilan harus menghadapi hubungan yang semakin kompleks ketika Milea kembali hadir di tengah kedekatannya dengan Ancika. Pilihan antara masa lalu dan masa depan pun menjadi inti cerita.
Namun, salah satu adegan dalam trailer yang menampilkan momen pengunduran diri Soeharto menuai sorotan. Dalam adegan tersebut, Dilan dan teman-temannya terlihat menyampaikan ucapan terima kasih, yang memicu pro dan kontra di kalangan penonton.
Terlepas dari kontroversi tersebut, Dilan ITB 1997 tetap dinantikan sebagai kelanjutan saga yang tidak hanya menghadirkan romansa remaja, tetapi juga potret penting perjalanan sejarah Indonesia melalui sudut pandang generasi muda.











