Kisah Haru Kopda Farizal, Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Disambut Tangis dan Kehormatan Terakhir di Kulon Progo

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 6 April 2026 - 21:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

YOGYAKARTA, Pribhumi.com — Duka mendalam menyelimuti sebuah rumah sederhana di Pedukuhan Ledok, Kalurahan Sidorejo, Kecamatan Lendah, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Rumah itu menjadi saksi kepulangan terakhir Kopda Anumerta Farizal Rhomadhon, prajurit TNI yang gugur saat menjalankan misi perdamaian di Lebanon pada 29 Maret lalu.

Selama hampir sepekan sejak kabar duka diterima keluarga, rumah orang tua Farizal dipenuhi karangan bunga dari berbagai instansi dan lembaga sebagai bentuk penghormatan. Warga, tokoh masyarakat, hingga kerabat silih berganti datang untuk menyampaikan belasungkawa dan menguatkan keluarga yang ditinggalkan.

Penantian panjang keluarga akhirnya terjawab ketika jenazah Farizal tiba di rumah duka pada Sabtu (4/4) malam. Sebelumnya, jenazah diterbangkan dari Bandara Soekarno-Hatta menuju Lanud Adisutjipto, Yogyakarta, menggunakan pesawat khusus.

Farizal dipulangkan bersama satu prajurit TNI lainnya, Serka Anumerta M Nur Ichwan, yang juga gugur dalam tugas di Lebanon. Keduanya disambut dengan upacara penghormatan terakhir di Lanud Adisutjipto yang dipimpin oleh Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X dan Danrem 072/Pamungkas Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono.

Almarhum Farizal, yang lahir di Kulon Progo pada 3 Januari 1998, meninggal dunia di usia 28 tahun. Ia meninggalkan seorang istri, Fafa Nur Azila (25), serta seorang anak perempuan berusia dua tahun, Shanaya Almahyra Elshanu.

Baca Juga :  Persija Tantang Borneo FC di Pekan 24 Super League

Saat kabar duka datang, sang istri diketahui berada di Aceh, tepatnya di Asrama Militer Yonif 113/Jaya Sakti, tempat Farizal berdinas di bawah Brigif 25/Siwah, Kodam Iskandar Muda. Ia baru tiba di Kulon Progo beberapa hari kemudian bersama anak mereka.

Dalam perjalanan kariernya, Farizal dikenal sebagai prajurit disiplin dan berdedikasi tinggi. Ia terakhir menjabat sebagai Taban Provost 1 Ru Provost Kima, serta telah menerima sejumlah tanda jasa, di antaranya Satyalancana Dharma Nusa dan Satyalancana Kesetiaan VIII Tahun.

Di mata keluarga dan warga sekitar, Farizal dikenal sebagai sosok pekerja keras dan rendah hati. Selain berdinas sebagai prajurit, ia juga aktif mencari tambahan penghasilan melalui usaha jual beli burung kicauan.

“Anaknya baik, penurut, dan pekerja keras. Dia juga disiplin dalam hidupnya,” ujar Sumijan, paman almarhum, saat menerima pelayat di rumah duka.

Kenangan terakhir keluarga bersama Farizal terjadi sebelum ia berangkat menjalankan tugas negara. Bahkan, beberapa jam sebelum kabar duka diterima, Farizal masih sempat berkomunikasi melalui telepon dan menceritakan aktivitasnya, termasuk pengalaman umrah serta rencana menyelesaikan tugas pada April.

Baca Juga :  Kapolri Mutasi 54 Perwira

Kepergian Farizal meninggalkan duka mendalam sekaligus kebanggaan. Sejumlah pihak menilai ia sebagai salah satu putra terbaik bangsa yang gugur saat membawa nama Indonesia dalam misi perdamaian dunia.

Ketua DPRD Kulon Progo, Aris Syarifuddin, menyebut jasa Farizal patut diapresiasi sebagai bentuk pengabdian kepada negara. Ia bahkan mengusulkan agar pemerintah memberikan penghargaan sebagai pahlawan nasional kepada para prajurit yang gugur dalam misi tersebut.

Hal serupa disampaikan Ketua Komisi A DPRD DIY, Eko Suwanto, yang menilai kehadiran prajurit Indonesia di Lebanon merupakan representasi negara dalam menjalankan amanat konstitusi menjaga perdamaian dunia.

Jenazah Kopda Anumerta Farizal Rhomadhon dimakamkan secara militer di Taman Makam Pahlawan (TMP) Giripeni, Kulon Progo, pada Minggu (5/4). Upacara berlangsung khidmat dengan dihadiri pejabat TNI-Polri serta masyarakat yang turut memberikan penghormatan terakhir.

Pangdam Iskandar Muda Mayjen TNI Joko Hadi Susilo yang hadir dalam prosesi tersebut menyampaikan rasa syukur karena seluruh rangkaian pemakaman berjalan dengan lancar dan penuh penghormatan.

Kepergian Farizal bukan hanya meninggalkan luka bagi keluarga, tetapi juga menjadi pengingat akan pengorbanan besar prajurit Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia.

 

Berita Terkait

Niat Selamatkan Istri dari Jambret, Warga Sleman Justru Jadi Tersangka Usai Dua Pelaku Tewas

Berita Terkait

Senin, 6 April 2026 - 21:00 WIB

Kisah Haru Kopda Farizal, Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Disambut Tangis dan Kehormatan Terakhir di Kulon Progo

Minggu, 25 Januari 2026 - 21:00 WIB

Niat Selamatkan Istri dari Jambret, Warga Sleman Justru Jadi Tersangka Usai Dua Pelaku Tewas

Berita Terbaru