Kepala Lapas Enemawira Dicopot Usai Diduga Paksa Napi Muslim Konsumsi Daging Anjing

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 3 Desember 2025 - 15:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Pribhumi.com Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan mengambil langkah cepat terkait dugaan pelanggaran serius yang dilakukan Kepala Lembaga Pemasyarakatan Enemawira, Sulawesi Utara, berinisial CS. Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, menegaskan bahwa CS telah dicopot dari jabatannya setelah menerima laporan bahwa ia diduga memaksa narapidana Muslim mengonsumsi daging anjing dalam sebuah kegiatan internal.

“Kami langsung mengambil tindakan begitu informasi diterima empat hari lalu. CS sudah dilepas dari jabatannya dan sedang menjalani proses pemeriksaan,” ujar Agus saat ditemui di Jakarta, Rabu.

Agus menyampaikan bahwa pemeriksaan internal masih berlangsung, termasuk sidang kode etik yang akan menentukan sanksi terhadap CS. Ia menekankan bahwa kementerian tidak akan memberikan toleransi terhadap tindakan yang melanggar prinsip kemanusiaan maupun keyakinan agama narapidana.

Menurut temuan awal, dugaan pemaksaan terjadi saat sebuah pesta ulang tahun di lingkungan lapas. “Kami sedang dalami motif dan konteksnya. Apapun alasannya, tindakan itu tidak bisa dibenarkan,” kata Agus.

Baca Juga :  Bayi 9 Bulan Alami Luka di Tangan Usai Perawatan, RSIA di Makassar Beri Penjelasan

Sebelumnya, Kepala Subdirektorat Kerja Sama Pemasyarakatan Ditjenpas, Rika Aprianti, menjelaskan bahwa CS telah diperiksa oleh Kantor Wilayah Ditjenpas Sulawesi Utara pada 27 November 2025. Pada hari yang sama, statusnya langsung dinonaktifkan, dan Ditjenpas menunjuk pelaksana tugas untuk menggantikan jabatan Kalapas Enemawira.

Sehari setelah dinonaktifkan, Ditjenpas mengeluarkan surat perintah pemeriksaan serta sidang kode etik terhadap CS yang digelar di Gedung Ditjenpas, Jakarta. “Jika terbukti melakukan pelanggaran, sanksi tegas akan dijatuhkan sesuai peraturan yang berlaku,” ujar Rika.

Kasus ini pertama kali mencuat setelah anggota Komisi III DPR RI, Mafirion, mengungkap laporan bahwa ada narapidana Muslim yang dipaksa mengonsumsi makanan nonhalal oleh kepala lapas. Mafirion menegaskan bahwa tindakan semacam itu dapat dikategorikan sebagai penodaan agama dan pelanggaran serius terhadap hak asasi manusia.

Baca Juga :  KPK Sita Barang Bukti Uang Percepatan Haji dari Ustadz Khalid Zeed Abdullah Basalamah

Ia mengingatkan bahwa Pasal 156, 156a, 335, hingga 351 KUHP memuat larangan tegas terhadap perbuatan diskriminatif berbasis agama dengan ancaman pidana hingga lima tahun. “Memaksa seseorang melakukan tindakan bertentangan dengan kepercayaannya adalah pelanggaran martabat manusia. Narapidana tetap manusia yang hak-haknya dilindungi,” tegasnya.

Mafirion menambahkan bahwa UU Nomor 39 Tahun 1999 tentang HAM melindungi setiap warga negara, termasuk mereka yang sedang menjalani masa pembinaan. “Tidak boleh ada penyalahgunaan wewenang. Tidak bisa karena statusnya sebagai warga binaan lantas diperlakukan semena-mena.”

Sejumlah lembaga masyarakat sipil ikut mengawasi kasus ini dan meminta proses hukum dilakukan secara transparan untuk mencegah pelanggaran serupa terjadi di masa depan.

Berita Terkait

Gempa M 7,6 Guncang Bitung, 1 Warga Meninggal dan Tsunami Terdeteksi
Jemaah Tarekat Naqsyabandiyah di Makassar Gelar Salat Idul Fitri 1447 H Lebih Awal
Bayi 9 Bulan Alami Luka di Tangan Usai Perawatan, RSIA di Makassar Beri Penjelasan
Lima Oknum TNI AL Diamankan POM AL Usai Dugaan Penganiayaan Warga di Melonguane
Korban Terakhir Pesawat ATR 42-500 Ditemukan di Bulusaraung, Operasi SAR Resmi Ditutup
Update Pencarian Pesawat ATR 42-500, Dua Korban Kecelakaan Pesawat Ditemukan
Satu Jasad Korban Pesawat ATR IAT Ditemukan di Jurang Gunung Bulusaraung Maros
Pesawat ATR Indonesia Air Transport Diduga Jatuh di Pegunungan Maros, TNI AU Kerahkan Helikopter Caracal

Berita Terkait

Kamis, 2 April 2026 - 08:30 WIB

Gempa M 7,6 Guncang Bitung, 1 Warga Meninggal dan Tsunami Terdeteksi

Kamis, 19 Maret 2026 - 17:00 WIB

Jemaah Tarekat Naqsyabandiyah di Makassar Gelar Salat Idul Fitri 1447 H Lebih Awal

Jumat, 20 Februari 2026 - 19:00 WIB

Bayi 9 Bulan Alami Luka di Tangan Usai Perawatan, RSIA di Makassar Beri Penjelasan

Minggu, 25 Januari 2026 - 19:00 WIB

Lima Oknum TNI AL Diamankan POM AL Usai Dugaan Penganiayaan Warga di Melonguane

Jumat, 23 Januari 2026 - 20:35 WIB

Korban Terakhir Pesawat ATR 42-500 Ditemukan di Bulusaraung, Operasi SAR Resmi Ditutup

Berita Terbaru

Budaya dan Wisata

Makna dan Manfaat Kemenyan: Dari Tradisi Kerinci hingga Khasiat Kesehatan

Kamis, 2 Apr 2026 - 23:59 WIB