Kejaksaan Dinilai Makin Berani Bongkar Korupsi Besar di Era Presiden Prabowo

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 3 Desember 2025 - 09:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Pribhumi.com  — Tenaga Ahli Jaksa Agung, Barita Simanjuntak, mengapresiasi langkah progresif Kejaksaan Republik Indonesia dalam memberantas kasus-kasus korupsi besar yang merugikan negara. Ia menilai keberanian tersebut merupakan wujud nyata dari amanat Presiden Prabowo Subianto agar institusi penegak hukum tidak gentar menghadapi kejahatan yang merusak perekonomian bangsa.

Menurut Barita, pada era pemerintahan Presiden Prabowo terlihat lonjakan signifikan dalam pemulihan kerugian negara dan penindakan kejahatan di sektor sumber daya alam, korporasi, serta pencurian kekayaan hutan. Pencapaian tersebut, ucapnya, menjadi bukti bahwa negara benar-benar hadir untuk menjamin pemerataan ekonomi sesuai amanat Pasal 33 UUD 1945.

Baca Juga :  #RakyatTagihJanji! Gelombang massa mahasiswa bergerak menuju Gedung DPR/MPR RI

Berbicara dalam rapat Panja Reformasi Polri–Kejaksaan–Pengadilan bersama Komisi III DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Barita menegaskan bahwa Kejaksaan kini menjadi salah satu lembaga negara dengan tingkat kepercayaan publik tertinggi.

Ia menjelaskan, dalam empat tahun terakhir Kejaksaan meraih apresiasi kuat dari masyarakat melalui survei LSI dan Indikator, dengan angka kepercayaan publik yang terus meningkat:

2022: 73,5%

2023: 73,8%

2024: 76,2%

2025: 85%

Dengan pencapaian tersebut, Kejaksaan tercatat sebagai lembaga negara nomor tiga yang paling dipercaya publik dan menjadi institusi penegak hukum dengan tingkat kepercayaan tertinggi.

Baca Juga :  Bahaya Konsumsi Steroid Berlebihan, Bisa Sebabkan Kerusakan Organ hingga Gangguan Mental

Barita menambahkan bahwa peningkatan itu tidak terlepas dari proses reformasi yang dilakukan Kejaksaan sejak 1998, terutama pada aspek penguatan landasan hukum. Transformasi ini dirancang agar selaras dengan implementasi KUHP dan KUHAP baru yang akan mulai berlaku pada Januari 2026, sehingga sistem peradilan pidana dapat berjalan lebih sinkron, modern, dan efektif.

Selain penguatan sistem, Barita menegaskan bahwa menjaga public trust merupakan indikator utama keberhasilan reformasi Kejaksaan. Kepercayaan masyarakat, menurutnya, adalah fondasi penting yang memastikan keberlanjutan transformasi hukum dan penegakan keadilan.

Berita Terkait

KPK Jadwalkan Pemeriksaan Muhadjir Effendy di Kasus Korupsi Kuota Haji
Kemenkeu Tegaskan Isu Menkeu Purbaya Usir Investor Asing adalah Hoaks
Rupiah Tembus Rp17.500 per Dolar AS, Menkeu Minta Masyarakat Tidak Panik
Kemenag: Hilal Zulhijah 1447 H Sudah Terpenuhi, Idul Adha 2026 Diperkirakan Jatuh 27 Mei
Daftar Provinsi yang Masih Gelar Pemutihan Pajak Kendaraan Mei 2026
Harta Kekayaan Wapres Gibran Capai Rp 27,9 Miliar
Kemensos Perbarui Data Bansos 2026, Ini Aturan Baru dan Cara Cek PKH-BPNT Tahap 2
Kemendikdasmen Tegaskan Guru Honorer Tidak Diberhentikan pada 2027

Berita Terkait

Senin, 18 Mei 2026 - 19:00 WIB

KPK Jadwalkan Pemeriksaan Muhadjir Effendy di Kasus Korupsi Kuota Haji

Senin, 18 Mei 2026 - 17:00 WIB

Kemenkeu Tegaskan Isu Menkeu Purbaya Usir Investor Asing adalah Hoaks

Minggu, 17 Mei 2026 - 23:00 WIB

Rupiah Tembus Rp17.500 per Dolar AS, Menkeu Minta Masyarakat Tidak Panik

Minggu, 17 Mei 2026 - 17:33 WIB

Kemenag: Hilal Zulhijah 1447 H Sudah Terpenuhi, Idul Adha 2026 Diperkirakan Jatuh 27 Mei

Sabtu, 16 Mei 2026 - 17:48 WIB

Daftar Provinsi yang Masih Gelar Pemutihan Pajak Kendaraan Mei 2026

Berita Terbaru

Kesehatan

WHO Tetapkan Ebola sebagai Darurat Kesehatan Global

Selasa, 19 Mei 2026 - 19:00 WIB

Tips dan informasi

Perbedaan Kopi Arabika dan Robusta, dari Rasa hingga Kandungan Kafein

Selasa, 19 Mei 2026 - 17:00 WIB

Infotainment

Aktris China Qi Wei Jadi Sorotan di Cannes 2026

Selasa, 19 Mei 2026 - 15:00 WIB