Jakarta, Pribhumi.com – Rasa ngantuk setelah berbuka puasa sering dianggap hal biasa. Namun menurut Diana Felicia Suganda, kondisi tersebut dapat berkaitan dengan lonjakan gula darah akibat pola makan yang kurang tepat saat berbuka.
Konsumsi minuman atau makanan tinggi gula seperti kolak bersantan, gorengan, dan minuman manis dalam jumlah banyak dapat membuat kadar gula darah naik dengan cepat. Kenaikan drastis ini biasanya diikuti penurunan cepat, sehingga tubuh terasa lemas dan memicu kantuk.
Selain faktor gula darah, makan dalam porsi besar setelah seharian berpuasa juga berpengaruh. Saat makanan masuk dalam jumlah banyak, aliran darah lebih terfokus ke saluran pencernaan untuk membantu proses cerna. Dampaknya, suplai darah ke otak berkurang sementara dan tubuh terasa lebih rileks hingga mengantuk.
Konsumsi karbohidrat sederhana secara berlebihan juga mempercepat kenaikan dan penurunan gula darah. Kondisi ini membuat tubuh seperti mengalami “crash” yang ditandai rasa lemas mendadak. Ditambah lagi, minuman manis tanpa diimbangi asupan air putih cukup bisa memperparah dehidrasi dan membuat sulit berkonsentrasi.
Respons hormon setelah makan turut berperan. Aktivasi sistem saraf parasimpatis membuat tubuh masuk ke fase relaksasi, yang secara alami bisa memicu rasa kantuk.
Untuk menghindari kondisi tersebut, berbuka disarankan dilakukan secara bertahap. Awali dengan air putih dan kurma secukupnya, lalu lanjutkan dengan menu gizi seimbang yang mengandung protein, serat, dan karbohidrat kompleks. Batasi minuman terlalu manis, makan perlahan, serta penuhi kebutuhan cairan hingga waktu sahur agar tubuh tetap bugar selama Ramadan.











