Jakarta, Pribhumi.com – Gunung Sinai atau yang dikenal sebagai Bukit Tursina menjadi salah satu tempat bersejarah yang disebut dalam Al-Qur’an. Keberadaannya kerap dikaitkan dengan peristiwa penting dalam kehidupan Nabi Musa AS, khususnya saat menerima wahyu dari Allah SWT.
Dalam Al-Qur’an, Gunung Sinai disebutkan secara eksplisit dalam Surah At-Tin ayat 2 dengan lafaz “Wa ṭūri sīnīn” yang berarti “Demi Gunung Sinai.” Selain itu, kisah Nabi Musa yang dipanggil oleh Allah SWT di tempat tersebut juga dijelaskan dalam Surah Al-Qasas ayat 46.
Para ulama tafsir sepakat bahwa Bukit Tursina merupakan lokasi Nabi Musa menerima wahyu. Secara geografis, Gunung Sinai diyakini berada di wilayah Semenanjung Sinai, Mesir. Letaknya sering dikaitkan dengan kawasan di sekitar Gunung Musa dan Gunung Mujanah.
Gunung ini memiliki ketinggian sekitar 2.285 meter di atas permukaan laut dan berada tidak jauh dari Kota Saint Catherine di Sinai Selatan. Wilayah ini hingga kini dikenal sebagai salah satu lokasi religius yang memiliki nilai sejarah tinggi.
Dalam kisah yang diabadikan dalam Al-Qur’an, Nabi Musa AS pernah bermunajat kepada Allah SWT di Gunung Sinai selama 40 hari 40 malam. Pada momen tersebut, beliau menerima wahyu berupa Kitab Taurat.
Dalam peristiwa itu pula, Nabi Musa memohon untuk dapat melihat Allah SWT. Namun, Allah menjelaskan bahwa manusia tidak akan mampu melihat-Nya secara langsung. Sebagai bukti, Allah memperlihatkan sebagian keagungan-Nya kepada gunung tersebut hingga gunung itu hancur, dan Nabi Musa pun jatuh pingsan.
Kisah ini tercantum dalam Surah Al-A’raf ayat 143, yang menggambarkan betapa dahsyatnya kekuasaan Allah SWT dan keterbatasan manusia dalam menyaksikan-Nya secara langsung.
Gunung Sinai hingga kini tetap menjadi simbol penting dalam sejarah kenabian dan menjadi pengingat akan peristiwa turunnya wahyu kepada Nabi Musa AS, sekaligus bukti kebesaran Allah SWT yang diabadikan dalam Al-Qur’an.











