Jalur Pendakian Gunung Kerinci Masih Ditutup, Warga Gelar Ritual Adat dan Aksi Bersih Gunung

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 20 Januari 2026 - 13:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kerinci, Pribhumi.com — Jalur pendakian Gunung Kerinci, gunung tertinggi di Sumatera, masih ditutup untuk umum menyusul adanya aktivitas kegempaan yang terpantau di kawasan tersebut. Penutupan dilakukan demi keselamatan pendaki dan masyarakat sekitar.

Sebagai respons atas kondisi alam tersebut, masyarakat di sekitar kaki Gunung Kerinci berencana menggelar ritual adat yang dipadukan dengan kegiatan bersih-bersih lingkungan. Ritual ini merupakan tradisi turun-temurun yang diyakini sebagai bentuk penghormatan kepada alam dan upaya menjaga keseimbangan lingkungan.

Kepala Resort Gunung Kerinci, Eko Supriyatno, mengatakan kegiatan tersebut akan melibatkan pegiat lingkungan bersama masyarakat dari empat desa di sekitar gunung. Desa Kersik Tuo menjadi motor penggerak utama kegiatan ritual adat tersebut.

“Kami bersama empat desa, yang dimotori Desa Kersik Tuo, akan melaksanakan ritual adat berupa bersih-bersih gunung dan direncanakan juga penyembelihan hewan,” ujar Eko.

Baca Juga :  Menpar Tanggapi Kebijakan Trump, Pariwisata Jadi Andalan Hadapi Tekanan Global

Ia menjelaskan, ritual ini dilaksanakan berdasarkan kepercayaan masyarakat setempat yang merasa mendapat pesan secara spiritual untuk segera melakukan pembersihan kawasan gunung. Tradisi tersebut telah lama dijalankan oleh warga sebagai bentuk kearifan lokal dalam menjaga alam.

Empat desa yang terlibat dalam kegiatan tersebut yakni Desa Kersik Tuo, Desa Batang Sangir, Desa Lindung Jaya, dan Desa Mekar Jaya. Ritual adat dijadwalkan berlangsung pada 22 Januari 2026.

Selain ritual adat, Resort Gunung Kerinci bersama relawan dari pelaku wisata, guide, porter, serta kelompok masyarakat lainnya akan melaksanakan kegiatan sukarela berupa pembersihan sampah di jalur pendakian. Aksi bersih gunung ini direncanakan berlangsung selama tiga hari, mulai 23 hingga 25 Januari 2026.

Baca Juga :  Toni Suherman Raih Andalas Award 2025 sebagai Pemimpin Institusi Budaya Terbaik

“Kegiatan bersih-bersih akan dilaksanakan tanggal 23 sampai 25 Januari 2026 bersama para volunteer,” jelas Eko.

Sementara itu, Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah I Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat (BBTNKS), David, menyebutkan bahwa kegiatan serupa sebenarnya telah direncanakan pada pekan sebelumnya. Namun, rencana tersebut ditunda karena aktivitas gempa di Gunung Kerinci masih terpantau berdasarkan data Pos Pengamatan Gunung Api Kerinci (M10).

“Kami bersama relawan, guide, porter, serta komunitas pendaki, termasuk konten kreator, akan menggelar aksi bersih-bersih. Namun karena kondisi kegempaan, kegiatan baru bisa dijadwalkan ulang,” kata David.

Pihak pengelola mengimbau masyarakat dan pendaki untuk tetap mematuhi kebijakan penutupan jalur pendakian hingga kondisi Gunung Kerinci dinyatakan aman.

Berita Terkait

Destinasi Wisata Danau Kaco Manjunto Lempur Ditutup Sementara, Ini Alasannya
Liburan ke Jepang Kian Menguras Kantong, Visa dan Pajak Turis Naik Tajam
Kewenangan Adat yang Kian Terpinggirkan: Ketika Pemangku Adat Berhadapan dengan Struktur Formal
Toni Suherman Raih Andalas Award 2025 sebagai Pemimpin Institusi Budaya Terbaik
Festival Budaya Kerinci 2025 “Balik Kudahin” Harus Keluar dari Jerat “Pamer Kostum”
Menpar Tanggapi Kebijakan Trump, Pariwisata Jadi Andalan Hadapi Tekanan Global
Melihat Kemeriahan Festival Balon Udara di Wonosobo Saat Libur Lebaran

Berita Terkait

Minggu, 25 Januari 2026 - 18:27 WIB

Destinasi Wisata Danau Kaco Manjunto Lempur Ditutup Sementara, Ini Alasannya

Selasa, 20 Januari 2026 - 13:00 WIB

Jalur Pendakian Gunung Kerinci Masih Ditutup, Warga Gelar Ritual Adat dan Aksi Bersih Gunung

Minggu, 11 Januari 2026 - 17:30 WIB

Liburan ke Jepang Kian Menguras Kantong, Visa dan Pajak Turis Naik Tajam

Rabu, 10 Desember 2025 - 22:03 WIB

Kewenangan Adat yang Kian Terpinggirkan: Ketika Pemangku Adat Berhadapan dengan Struktur Formal

Rabu, 10 Desember 2025 - 21:30 WIB

Toni Suherman Raih Andalas Award 2025 sebagai Pemimpin Institusi Budaya Terbaik

Berita Terbaru

Nasional

Pejabat Bisa Dipidana Jika Jalan Rusak Sebabkan Kecelakaan

Sabtu, 14 Feb 2026 - 08:45 WIB

Budaya dan Religi

Ramadhan 1447 H Semakin Dekat, Ini Perkiraan Awal Puasa

Jumat, 13 Feb 2026 - 11:28 WIB

Sumbar

Asmadi Hilang Terseret Arus, SAR Tutup Operasi Lapangan

Selasa, 10 Feb 2026 - 17:09 WIB

Sosial

Monadi Soal Danau Kerinci

Selasa, 10 Feb 2026 - 10:39 WIB