PALEMBANG, Pribhumi.com – Kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Kota Palembang, Sumatera Selatan, meningkat tajam sepanjang September 2026. Dinas Kesehatan Kota Palembang mencatat 17.434 kasus, menjadikannya angka bulanan tertinggi sepanjang tahun ini.
Jumlah tersebut bertambah 2.414 kasus dibandingkan Agustus yang tercatat sebanyak 15.020 kasus. Secara persentase, kenaikan dalam satu bulan mencapai sekitar 16,07 persen.
Angka September juga melampaui catatan sebelumnya pada Februari 2026 yang mencapai 15.858 kasus. Dengan demikian, terdapat selisih 1.576 kasus antara September dan Februari.
Kabut Asap Jadi Perhatian
Wali Kota Palembang Ratu Dewa mengatakan peningkatan kasus tersebut terjadi ketika kondisi udara di wilayah Palembang memburuk akibat kabut asap yang berkaitan dengan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kasus ISPA dilaporkan terjadi pada berbagai kelompok usia. Pemerintah kota pun meningkatkan perhatian terhadap kesiapan fasilitas kesehatan untuk menghadapi kemungkinan bertambahnya warga yang mengalami gangguan pernapasan.
Sebelumnya, Dinas Kesehatan Palembang telah mencatat 12.589 kasus ISPA hanya dalam periode 1–21 September. Data tersebut menunjukkan peningkatan kasus hingga akhir bulan.
Puluhan Pasien Mendapat Perawatan
Data Dinas Kesehatan Kota Palembang per 30 September 2026 mencatat sebanyak 48 pasien ISPA mendapatkan perawatan di lima rumah sakit.
Dari jumlah tersebut, 32 pasien menjalani rawat jalan, sementara 16 lainnya mendapatkan perawatan inap.
RSUP Dr. Mohammad Hoesin tercatat menangani 21 kasus, disusul RS Bhayangkara sebanyak 10 kasus, RSU Pelabuhan sembilan kasus, RSU Bunda lima kasus, dan RSU Gandus tiga kasus.
Ratu Dewa juga melakukan pemantauan ke sejumlah fasilitas kesehatan, termasuk RS Charitas, yang berdasarkan data pemerintah daerah turut menangani pasien ISPA, terutama anak-anak.
Puskesmas Diminta Tingkatkan Kesiapsiagaan
Menghadapi peningkatan kasus, Pemkot Palembang meminta fasilitas pelayanan kesehatan meningkatkan kesiapsiagaan. Puskesmas di sejumlah wilayah diminta menyiapkan layanan selama 24 jam agar warga yang mengalami keluhan kesehatan dapat segera memperoleh penanganan.
Perhatian khusus diarahkan ke lima kecamatan yang dinilai berpotensi terdampak karhutla, yaitu Sematang Borang, Kalidoni, Alang-Alang Lebar, Kertapati, dan Ilir Barat I.
Rumah sakit pemerintah maupun swasta juga diminta memastikan kesiapan pelayanan apabila terjadi peningkatan jumlah pasien.
Kualitas Udara Masuk Kategori Berbahaya
Peningkatan kasus ISPA terjadi bersamaan dengan memburuknya kualitas udara Palembang. Berdasarkan laporan yang dikutip dari BPBD Sumatera Selatan, konsentrasi PM2,5 tercatat mencapai 494 dan masuk kategori berbahaya.
Kondisi kualitas udara buruk sebelumnya juga telah terpantau di Palembang. BMKG pada September melaporkan konsentrasi PM2,5 di Stasiun Musi 2 sempat mencapai 681,6 µg/m³ dan masuk kategori berbahaya.
Situasi tersebut menjadi perhatian pemerintah karena paparan polusi udara dapat memperburuk gangguan pernapasan. Dinas Kesehatan Palembang sebelumnya juga mengimbau masyarakat menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat serta menggunakan masker ketika beraktivitas di tengah kondisi udara yang buruk.
Meningkatnya kasus ISPA dan kondisi udara yang kurang baik membuat kesiapan fasilitas kesehatan menjadi salah satu langkah penting pemerintah kota dalam melindungi masyarakat selama periode kabut asap. (Hst)






