Integrasi Budaya dan Syiar Islam dalam Tradisi Kerinci serta Konsep Martabat Tujuh

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 20 November 2025 - 15:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Safwandi., Dpt (Sekjend Lembaga Adat Melayu Sakti Alam Kerinci)

Budaya dan syiar Islam merupakan dua unsur yang saling menguatkan. Budaya berfungsi sebagai wadah yang mengekspresikan nilai-nilai Islam melalui seni, tradisi, adat, dan ilmu pengetahuan. Sementara itu, syiar Islam adalah upaya penyampaian dan penyebaran ajaran Islam kepada masyarakat. Integrasi keduanya tampak dalam berbagai bentuk, seperti seni kaligrafi, arsitektur masjid, hingga metode dakwah berbasis kearifan lokal. Meskipun demikian, umat tetap perlu membedakan antara ajaran syariat yang bersifat prinsip dan elemen budaya yang boleh selama tidak bertentangan dengan ajaran Islam.

Di Kerinci, nilai-nilai Islam disampaikan melalui Petatah-Petitih (Kato Adat), salah satunya ungkapan:
“Muresap pado tap patalo bumi, muresap pado tujuh tap patalo langit.”
Pepatah ini merujuk pada konsep Martabat Tujuh, suatu kerangka filsafat ketuhanan yang berasal dari ajaran Imam Muhyiddin Ibn Arabi (w. 1240 M). Dalam ajaran ini, Allah menampakkan diri-Nya dalam tujuh martabat atau tingkatan wujud.

Baca Juga :  Urgensi Pembentukan Perda Adat Kerinci: Hafiful Hadi Dorong Regulasi yang Aplikatif untuk Lindungi Masyarakat Hukum Adat

1. Martabat Ahadiyah

Disebut juga lâ ta’yun atau al-ilthlâq, yaitu martabat Dzat yang mutlak dan suci dari segala sifat dan ikatan. Inilah puncak kemurnian keberadaan, di mana tidak ada martabat di atasnya.

2. Martabat Wahdah

Merupakan Ta’yun Awwal, yaitu pengetahuan Allah tentang Dzat, Sifat, dan seluruh makhluk dalam bentuk global tanpa perbedaan. Disebut pula Haqiqah Muhammadiyah.

3. Martabat Wahidiyah

Disebut Ta’yun Tsani, yaitu pengetahuan Allah secara rinci tentang makhluk, sifat dan pembeda di antara mereka. Martabat ini dinamakan juga Haqiqah Insaniyah.

Ketiga martabat awal ini masih berada dalam wilayah Ilmu Allah dan belum memasuki ranah penciptaan.

4. Martabat ‘Alam al-Arwah

Merupakan alam ruhani, sederhana, dan tidak tersusun, yang menjadi awal manifestasi makhluk.

5. Martabat ‘Alam al-Mitsal

Alam yang lebih halus, tersusun namun tidak menerima pemecahan atau perbedaan bagian secara fisik.

Baca Juga :  KPK Lelang Rumah Setya Novanto di Kupang dalam Momentum Hakordia 2025

6. Martabat ‘Alam al-Ajsam

Alam jasmani, alam fisik yang dapat dibagi, dibedakan, dan tampak secara nyata.

7. Martabat al-Insan

Martabat puncak manifestasi, di mana seluruh martabat sebelumnya berkumpul. Martabat ini paling sempurna terwujud pada diri Nabi Muhammad SAW sebagai Khatam an-Nabiyyin.

Ajaran Martabat Tujuh memegang peranan penting dalam proses Islamisasi di Nusantara, (khususnya di Kerinci), terutama melalui ulama sufi yang mengembangkan tasawuf falsafi. Namun, ketika kolonialisme Belanda di Indonesia dan Inggris di Malaysia mulai menguat, ajaran ini perlahan memudar. Pengaruhnya digantikan oleh tasawuf ‘amali ala Imam Al-Ghazali yang lebih menekankan aspek syariat. Karena itu banyak pesantren kemudian melarang pengajaran Martabat Tujuh, meskipun ajaran ini telah berhasil memperteguh aqidah dan tauhid masyarakat pada masa awal penyebaran Sempurnanya Syariat Islam di Bhumi Sakti Alam Kerinci.

Berita Terkait

Ramadhan 1447 H Semakin Dekat, Ini Perkiraan Awal Puasa
Sambut Ramadhan, Wako Alfin dan Warga Enam Luhah Gotong Royong di Petilasan Leluhur
Sambut Ramadhan, LKA Tigo Luhah Semurup Gelar Ziarah Leluhur dan Gotong Royong
Kejati Rangkul LAM Jambi untuk Perkuat Peran Adat dalam Sistem Peradilan
Polda Jambi Siapkan Integrasi Hukum Adat dalam Penerapan KUHP Baru
LAM Jambi Gelar FGD Bahas Integrasi Hukum Adat dalam Penerapan KUHP Baru
Cindaku, Antara Mitos, Spiritualitas, dan Identitas Budaya Kerinci
Dari Balai Adat TLS, Sumpah Pengabdian Dikumandangkan untuk Menjaga Warisan Leluhur

Berita Terkait

Jumat, 13 Februari 2026 - 11:28 WIB

Ramadhan 1447 H Semakin Dekat, Ini Perkiraan Awal Puasa

Minggu, 8 Februari 2026 - 19:20 WIB

Sambut Ramadhan, Wako Alfin dan Warga Enam Luhah Gotong Royong di Petilasan Leluhur

Minggu, 8 Februari 2026 - 13:53 WIB

Sambut Ramadhan, LKA Tigo Luhah Semurup Gelar Ziarah Leluhur dan Gotong Royong

Sabtu, 7 Februari 2026 - 20:45 WIB

Kejati Rangkul LAM Jambi untuk Perkuat Peran Adat dalam Sistem Peradilan

Sabtu, 7 Februari 2026 - 17:21 WIB

Polda Jambi Siapkan Integrasi Hukum Adat dalam Penerapan KUHP Baru

Berita Terbaru

Nasional

Pejabat Bisa Dipidana Jika Jalan Rusak Sebabkan Kecelakaan

Sabtu, 14 Feb 2026 - 08:45 WIB

Budaya dan Religi

Ramadhan 1447 H Semakin Dekat, Ini Perkiraan Awal Puasa

Jumat, 13 Feb 2026 - 11:28 WIB

Sumbar

Asmadi Hilang Terseret Arus, SAR Tutup Operasi Lapangan

Selasa, 10 Feb 2026 - 17:09 WIB

Sosial

Monadi Soal Danau Kerinci

Selasa, 10 Feb 2026 - 10:39 WIB