Pribhumi.com — Menjalani ibadah puasa saat Ramadan kerap menjadi tantangan bagi orang dengan gangguan asam lambung. Perubahan pola makan dari tiga kali sehari menjadi dua kali, saat sahur dan berbuka, dapat memicu peningkatan produksi asam lambung jika tidak disertai pemilihan menu yang tepat. Karena itu, penting menghindari sejumlah makanan dan minuman yang berisiko memperparah gejala.
Beberapa jenis asupan diketahui dapat memicu sensasi perih, mual, hingga rasa panas di dada akibat refluks. Berikut delapan jenis makanan dan minuman yang sebaiknya dibatasi atau dihindari agar puasa tetap lancar.
Makanan pedas menjadi salah satu pemicu utama naiknya asam lambung karena dapat mengiritasi dinding lambung dan memperparah peradangan.
Makanan berlemak tinggi seperti gorengan dan santan kental cenderung memperlambat proses pengosongan lambung sehingga meningkatkan risiko refluks.
Makanan asam seperti jeruk, tomat, dan cuka dapat memperparah iritasi pada lambung sensitif.
Cokelat juga perlu dibatasi karena dapat melemahkan katup kerongkongan bagian bawah yang berfungsi mencegah asam lambung naik.
Minuman berkafein seperti kopi dan teh pekat dapat merangsang produksi asam lambung berlebih.
Minuman bersoda berpotensi menimbulkan tekanan pada lambung akibat gas, sehingga memicu rasa tidak nyaman.
Minuman berkarbonasi dan berenergi dengan kadar gula tinggi juga bisa memperburuk gejala jika dikonsumsi berlebihan.
Makanan olahan dan cepat saji umumnya tinggi lemak, garam, serta bahan tambahan yang dapat memicu gangguan lambung.
Dengan memilih menu sahur dan berbuka yang lebih ramah lambung, seperti makanan rendah lemak, tidak pedas, dan mudah dicerna, penderita asam lambung tetap dapat menjalani puasa dengan lebih nyaman dan minim gangguan.











