Indonesia Siap Berkontribusi di Misi Stabilitas Gaza, Tunggu Instruksi Presiden

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 21 November 2025 - 15:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Indonesia Dukung Upaya Internasional untuk Stabilitas Gaza

Jakarta, Pribhumi.com — Setelah Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa menyetujui rancangan pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengenai pembentukan Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP) dan Pasukan Stabilisasi Internasional (International Stabilization Force/ISF) di Gaza, Indonesia menyatakan kesiapannya untuk berperan serta dalam misi tersebut.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, Yvonne Mewengkang, menegaskan bahwa Indonesia menginginkan proses perdamaian yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan, terutama Otoritas Palestina, agar penyelesaian konflik berjalan inklusif dan sesuai parameter internasional.

Ia menekankan bahwa mandat pasukan internasional harus tetap berpijak pada tujuan akhir, yaitu solusi dua negara.
“Indonesia akan terus mendukung hak bangsa Palestina yang merdeka dan berdaulat, termasuk lewat penguatan kapasitas dan bantuan kemanusiaan,” ujar Yvonne, Rabu (19/11/2025).

Indonesia juga menyerukan solidaritas global untuk memastikan proses perdamaian berjalan efektif demi mengakhiri konflik panjang di kawasan tersebut.

Menunggu Arahan Presiden Prabowo

Dari sisi pertahanan, pemerintah masih menunggu keputusan langsung Presiden Prabowo Subianto sebelum mengirimkan pasukan ke Gaza.
Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemhan, Kolonel TNI Arm Rico Ricardo Sirait, menyebut seluruh opsi masih berada di tangan Presiden.

Baca Juga :  12 Serangan Brutal Israel ke Qatar tewaskan enam orang anggota biro politik Hamas

Sembari menunggu arahan, Kemhan dan TNI telah melakukan penyiapan internal, mulai dari skema kontribusi Indonesia, pemetaan kebutuhan pasukan, hingga kesiapan logistik untuk operasi stabilisasi yang dinilai kompleks.

Rico menjelaskan bahwa Indonesia hanya akan terlibat bila salah satu dari dua syarat terpenuhi:

1. Mandat resmi dari PBB, atau

2. Persetujuan Amerika Serikat, sebagai pengusung utama pembentukan pasukan stabilisasi internasional.

TNI Siapkan 20.000 Personel Terlatih

TNI menyatakan kesiapan penuh jika Indonesia diminta berkontribusi. Mayjen (Mar) Freddy Ardianzah, Kapuspen TNI, memastikan 20.000 personel telah disiapkan untuk misi kemanusiaan dan stabilisasi di Gaza.

Para prajurit yang disiapkan berasal dari satuan-satuan yang telah berpengalaman dalam operasi militer selain perang (OMSP) dan berbagai misi PBB. TNI menyiapkan komponen lengkap, mulai dari tenaga kesehatan hingga pasukan Zeni untuk kebutuhan konstruksi dan pemulihan infrastruktur.

Baca Juga :  Indonesia Perlu Kembangkan Nuklir Damai untuk Jawab Krisis Energi dan Kesehatan

“TNI memastikan kesiapsiagaan logistik, interoperabilitas, dan kemampuan operasi lintas-medan telah terbentuk,” kata Freddy (15/11/2025).

Seleksi Ketat dari TNI Angkatan Darat

TNI Angkatan Darat juga memastikan bahwa prajurit yang akan diberangkatkan adalah personel terbaik.
Kadispenad Kolonel TNI Inf Donny Pramono menegaskan bahwa seleksi dilakukan secara ketat dan bertahap.

Menurutnya, misi perdamaian menuntut ketahanan fisik dan mental yang tinggi, serta pemahaman mendalam mengenai mandat misi, resolusi PBB, dan aturan keterlibatan (rules of engagement). Semua ini dinilai penting agar seluruh tindakan prajurit tetap sesuai hukum internasional.

Resolusi DK PBB: Struktur Baru Pemerintahan Gaza

Keputusan DK PBB yang disetujui AS mengatur pembentukan:

Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF)

Dewan Perdamaian (BoP) sebagai otoritas transisi di Gaza

Mekanisme keamanan dan pemerintahan di bawah pengawasan pemerintahan Trump

Mandat internasional hingga akhir 2027

Resolusi tersebut juga membuka kemungkinan pembentukan negara Palestina merdeka di masa mendatang, meski struktur lengkap otoritas transisi belum ditetapkan.

Berita Terkait

Insiden di Walking Street: Powerbank Terbakar, Turis Belgia Dilarikan ke RS
Dokumen AS Bongkar Email Epstein soal Upaya Menguasai Aset Libya Bernilai Miliaran Dolar
Hamas Nyatakan Siap Lepas Kendali Gaza, Pemerintahan Akan Dialihkan ke Tim Teknokrat
China Eksekusi 11 Anggota Jaringan Scam Myanmar, Terlibat Pembunuhan hingga Kasino Ilegal
Mantan Ibu Negara Korea Selatan Divonis Penjara 20 Bulan dalam Skandal Suap
Ilhan Omar Diserang Saat Orasi di Minnesota, Pelaku Langsung Diamankan Polisi
AS Kerahkan Gugus Tempur Kapal Induk ke Timur Tengah, Trump Pamer Kekuatan di Dekat Iran
Xi Jinping Singkirkan Jenderal Elite, Diduga Bocorkan Rahasia Nuklir China ke AS

Berita Terkait

Senin, 2 Februari 2026 - 11:00 WIB

Insiden di Walking Street: Powerbank Terbakar, Turis Belgia Dilarikan ke RS

Senin, 2 Februari 2026 - 09:35 WIB

Dokumen AS Bongkar Email Epstein soal Upaya Menguasai Aset Libya Bernilai Miliaran Dolar

Kamis, 29 Januari 2026 - 22:00 WIB

Hamas Nyatakan Siap Lepas Kendali Gaza, Pemerintahan Akan Dialihkan ke Tim Teknokrat

Kamis, 29 Januari 2026 - 21:00 WIB

China Eksekusi 11 Anggota Jaringan Scam Myanmar, Terlibat Pembunuhan hingga Kasino Ilegal

Rabu, 28 Januari 2026 - 19:00 WIB

Mantan Ibu Negara Korea Selatan Divonis Penjara 20 Bulan dalam Skandal Suap

Berita Terbaru

Nasional

Pejabat Bisa Dipidana Jika Jalan Rusak Sebabkan Kecelakaan

Sabtu, 14 Feb 2026 - 08:45 WIB

Budaya dan Religi

Ramadhan 1447 H Semakin Dekat, Ini Perkiraan Awal Puasa

Jumat, 13 Feb 2026 - 11:28 WIB

Sumbar

Asmadi Hilang Terseret Arus, SAR Tutup Operasi Lapangan

Selasa, 10 Feb 2026 - 17:09 WIB

Sosial

Monadi Soal Danau Kerinci

Selasa, 10 Feb 2026 - 10:39 WIB