Indonesia Kantongi Komitmen Impor 150 Juta Barel Minyak dari Rusia

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 24 April 2026 - 17:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jambi, Pribhumi.com – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan adanya komitmen pasokan minyak mentah sebesar 150 juta barel dari Rusia. Kesepakatan ini merupakan hasil pembicaraan antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Vladimir Putin dalam kunjungan kenegaraan beberapa waktu lalu.

Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung, menyampaikan bahwa minyak tersebut direncanakan untuk memenuhi kebutuhan energi nasional hingga akhir tahun 2026.

Baca Juga :  Jejak Gunung Sinai dalam Al-Qur’an: Lokasi Bukit Tursina dan Kisah Nabi Musa Menerima Wahyu

Menurutnya, kesepakatan tersebut masih dalam tahap komitmen awal hasil pembahasan bilateral antara kedua negara. Pemerintah pun tengah mempersiapkan berbagai aspek teknis sebelum realisasi impor dilakukan.

Yuliot menjelaskan bahwa distribusi minyak tidak akan dilakukan sekaligus, melainkan melalui pengiriman bertahap. Hal ini mempertimbangkan keterbatasan kapasitas penyimpanan minyak (oil storage) di dalam negeri.

Selain itu, pemerintah saat ini juga tengah merumuskan skema pelaksanaan impor, termasuk jalur distribusi serta mekanisme kelembagaan yang akan digunakan. Terdapat dua opsi yang sedang dikaji, yakni melalui Badan Usaha Milik Negara (BUMN) atau dengan mekanisme Badan Layanan Umum (BLU).

Baca Juga :  Pembatasan BBM Mulai 1 April 2026, Pembelian Pertalite dan Solar Dibatasi per Kendaraan

Pembahasan tersebut melibatkan berbagai kementerian dan lembaga terkait, termasuk penentuan jalur impor yang paling efektif dan efisien. Pemerintah berharap skema yang dipilih nantinya mampu memberikan kemudahan dari sisi pembiayaan sekaligus menjamin kelancaran pasokan energi nasional.

 

Berita Terkait

Harga Minyak Dunia Tetap Tinggi di Awal Mei 2026, Sentimen Geopolitik dan Produksi Picu Volatilitas
Harga Emas Antam Berbalik Naik, Tembus Rp2,79 Juta per Gram di Awal Mei 2026
Rupiah Melemah, Ini Daftar 10 Mata Uang Terendah di Dunia Tahun 2026
Sudirman Resmi Jadi Komisaris Utama Bank Jambi, Dorong Transformasi dan Kemandirian Daerah
Toyota Tambah Investasi Rp 20 Triliun di Indonesia, Fokus Manufaktur dan Baterai
Pemerintah Siapkan Rp 12 Triliun untuk Petani, 170 Bupati Dikumpulkan Bahas Hibah Tanaman dan Irigasi
Penemuan Emas Baru di Kolokoa Perkuat Prospek Tambang Pani
Matahari Resmi Berganti Nama Jadi PT MDS Retailing Tbk, Pemegang Saham Setujui Dividen Rp250 per Saham

Berita Terkait

Jumat, 1 Mei 2026 - 23:59 WIB

Harga Minyak Dunia Tetap Tinggi di Awal Mei 2026, Sentimen Geopolitik dan Produksi Picu Volatilitas

Jumat, 1 Mei 2026 - 21:00 WIB

Harga Emas Antam Berbalik Naik, Tembus Rp2,79 Juta per Gram di Awal Mei 2026

Selasa, 28 April 2026 - 09:00 WIB

Rupiah Melemah, Ini Daftar 10 Mata Uang Terendah di Dunia Tahun 2026

Senin, 27 April 2026 - 11:59 WIB

Sudirman Resmi Jadi Komisaris Utama Bank Jambi, Dorong Transformasi dan Kemandirian Daerah

Jumat, 24 April 2026 - 17:00 WIB

Indonesia Kantongi Komitmen Impor 150 Juta Barel Minyak dari Rusia

Berita Terbaru

Ekonomi dan Bisniss

Harga Emas Antam Berbalik Naik, Tembus Rp2,79 Juta per Gram di Awal Mei 2026

Jumat, 1 Mei 2026 - 21:00 WIB