Gibran Perkenalkan QRIS sebagai Model Pembayaran Digital Inklusif di Forum G20 Di Johannesburg

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 23 November 2025 - 21:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pribhumi.com — Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka kembali menyoroti pentingnya transformasi digital dalam sistem keuangan global saat berbicara di Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Johannesburg, Afrika Selatan, Sabtu (23/11) waktu setempat.

Dalam forum yang mempertemukan para pemimpin dunia tersebut, Gibran memaparkan bagaimana Indonesia berhasil memperluas inklusi keuangan melalui penerapan standar pembayaran digital nasional QRIS.

Menurut Gibran, QRIS — singkatan dari Quick Response Code Indonesia Standard — merupakan bukti bahwa inovasi teknologi yang sederhana, murah, dan mudah digunakan dapat membuka akses ekonomi bagi masyarakat luas.

“QRIS telah memperlihatkan bahwa solusi digital berbiaya rendah mampu meningkatkan partisipasi ekonomi, sekaligus mempersempit kesenjangan akses layanan keuangan,” ujar Gibran dalam pernyataannya yang dikutip dari Antara.

Baca Juga :  Breaking News! Banjir bandang dan tanah longsor tewaskan lebih dari 30 orang

Dorongan Pembiayaan Berkelanjutan
Gibran mengapresiasi agenda G20 yang menempatkan pembiayaan berkelanjutan sebagai salah satu prioritas. Namun, ia menilai komitmen global perlu ditingkatkan, terutama untuk menjembatani kebutuhan pendanaan negara-negara berkembang.

Ia menekankan bahwa skema pendanaan internasional harus lebih terjangkau, adil, dan fleksibel. Beberapa mekanisme yang disebutkannya mencakup restrukturisasi utang, blended finance, inovasi pembiayaan, hingga dukungan terhadap program transisi energi hijau.

Gibran menyampaikan bahwa Indonesia telah mengalokasikan lebih dari separuh anggaran iklim nasional—sekitar US$2,5 miliar per tahun atau setara Rp41,75 triliun—untuk mendukung UMKM berbasis hijau, perlindungan pertanian, dan penguatan infrastruktur adaptif terhadap perubahan iklim.

Baca Juga :  Xi Jinping Singkirkan Jenderal Elite, Diduga Bocorkan Rahasia Nuklir China ke AS

Tantangan Teknologi Baru
Dalam sesi tersebut, Gibran juga menyoroti munculnya teknologi finansial baru seperti crypto asset dan token digital. Ia menyebut inovasi ini membuka peluang besar, namun tetap membawa potensi risiko bila tidak diawasi dengan optimal.

Karena itu, Indonesia mendorong G20 untuk memulai dialog mengenai economic intelligence, guna memperkuat pemahaman kolektif mengenai dinamika ekonomi digital global yang terus berubah cepat.

Harapan Indonesia untuk G20
Melalui berbagai usulan tersebut, Gibran berharap G20 dapat memperkuat perannya sebagai penggerak sistem keuangan internasional yang inklusif, berkelanjutan, dan lebih siap menghadapi tantangan ekonomi digital di masa depan.

Berita Terkait

Rusia Hentikan Ekspor Bensin Mulai April 2026, Stabilitas Domestik Jadi Prioritas
Dua Prajurit TNI Gugur di Lebanon, PBB Selidiki Ledakan yang Hantam Pasukan UNIFIL
Kim Jong Un Awasi Uji Mesin Roket Canggih, Korea Utara Percepat Ambisi Rudal Global
Gelombang Demonstrasi “No Kings” Guncang AS, Jutaan Warga Tuntut Donald Trump Mundur
Zulhas Pastikan Pangan Indonesia Aman, Tak Bergantung pada Timur Tengah
Ratusan Penumpang Terlantar, Gangguan Penerbangan Meluas di Arab Saudi
Serangan Balasan Iran Hantam Pangkalan AS di Arab Saudi, Belasan Tentara Terluka
Serangan Israel ke Beirut Selatan Memanas, Hizbullah Tolak Gencatan Senjata

Berita Terkait

Selasa, 31 Maret 2026 - 15:00 WIB

Rusia Hentikan Ekspor Bensin Mulai April 2026, Stabilitas Domestik Jadi Prioritas

Selasa, 31 Maret 2026 - 13:00 WIB

Dua Prajurit TNI Gugur di Lebanon, PBB Selidiki Ledakan yang Hantam Pasukan UNIFIL

Minggu, 29 Maret 2026 - 23:59 WIB

Kim Jong Un Awasi Uji Mesin Roket Canggih, Korea Utara Percepat Ambisi Rudal Global

Minggu, 29 Maret 2026 - 15:00 WIB

Gelombang Demonstrasi “No Kings” Guncang AS, Jutaan Warga Tuntut Donald Trump Mundur

Minggu, 29 Maret 2026 - 11:00 WIB

Zulhas Pastikan Pangan Indonesia Aman, Tak Bergantung pada Timur Tengah

Berita Terbaru