Jakarta, Pribhumi.com — Fujianti Utami kembali mencurahkan isi hatinya terkait kasus dugaan penggelapan uang yang menimpanya. Di tengah upayanya mencari keadilan atas dugaan penggelapan dana hampir Rp 1 miliar yang dilakukan oleh mantan rekan kerjanya, Fuji justru harus menghadapi tekanan lain berupa komentar negatif dari warganet.
Alih-alih mendapat dukungan sebagai korban, Fuji mengaku banyak netizen yang malah menyalahkannya. Beberapa komentar mempertanyakan ketelitiannya dalam mengelola keuangan dan menilai dirinya terlalu polos hingga bisa mengalami kerugian besar.
Fuji mengungkapkan kebingungannya atas respons tersebut. Ia merasa berada di posisi korban, namun justru harus menerima tudingan seolah dirinya turut bersalah atas kejadian tersebut.
Fuji menjelaskan bahwa aktivitas kerjanya yang sangat padat menjadi salah satu alasan mengapa dugaan penggelapan itu tidak langsung terdeteksi. Ia kerap disibukkan dengan berbagai pekerjaan hingga merasa kelelahan secara fisik dan mental.
Menurut Fuji, setelah bekerja seharian, ia hanya ingin beristirahat. Di hari libur pun, ia berharap bisa menikmati waktu luang bersama teman-temannya tanpa harus terus-menerus mengecek urusan pekerjaan dan keuangan secara detail.
Lebih lanjut, Fuji mengungkapkan bahwa dugaan penggelapan tersebut tidak dilakukan oleh satu orang saja. Meski laporan yang ia ajukan hanya mencantumkan satu nama, ia menduga ada empat hingga lima orang lain yang terlibat dan saling melindungi satu sama lain.
Kerja sama antar oknum tersebut membuat praktik penggelapan sulit terdeteksi sejak awal. Mereka disebut saling menutupi kesalahan masing-masing sehingga masalah tersebut baru diketahui setelah kerugian membesar.
Menghadapi kerugian finansial yang besar sekaligus tekanan mental dari hujatan netizen, Fuji mengakui kondisinya sangat lelah. Ia merasa terkuras baik secara batin maupun fisik karena harus menghadapi proses hukum, kehilangan waktu, rasa sakit hati, serta komentar negatif dari publik.
Meski demikian, Fuji tetap berharap kasus yang menimpanya dapat segera menemui titik terang dan keadilan dapat ditegakkan.











