Bocoh Tewas di Wahana Istana Balon, Polres Kerinci Dalami Dugaan Kelalaian Pengelola

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 1 Desember 2025 - 13:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kerinci, Pribhumi.com Polres Kerinci tengah menangani kasus tragis yang menimpa seorang anak berusia 4 tahun di arena bermain istana balon di Lapangan Merdeka Desa Pondok Tinggi, Kota Sungai Penuh. Peristiwa terjadi pada Minggu, 30 November 2025 sekitar pukul 21.00 WIB dan segera dilaporkan ke pihak kepolisian.

Korban, G (4), warga Desa Karya Bakti, Kecamatan Pondok Tinggi, ditemukan tidak sadarkan diri di dalam wahana yang telah dilipat. Pemilik arena bermain, Fatman Jaya (41), yang berprofesi sebagai PNS, diketahui menutup arena tanpa melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi bagian dalam balon.

Baca Juga :  Staf DPRD Makassar hangus terbakar saat massa membakar Kantor DPRD Kota Makassar

Segera setelah ditemukan, korban dilarikan ke Rumah Sakit DKT Sungai Penuh namun dinyatakan meninggal dunia.

Kasat Reskrim Polres Kerinci menjelaskan bahwa pihak kepolisian telah melakukan berbagai langkah penyelidikan, termasuk pemeriksaan tempat kejadian perkara, pemasangan police line, pengambilan keterangan saksi, pengumpulan dokumen medis awal, serta pemeriksaan pemilik wahana. Saat ini kasus masih didalami untuk menentukan apakah terdapat unsur kelalaian atau pidana lain.

Baca Juga :  Warga Pulau pandan kembali melakukan protes ke PT KMH terkait Kompensasi yang harus diberikan

Kapolres Kerinci menyampaikan belasungkawa dan mengimbau seluruh pengelola wahana bermain anak agar selalu memperhatikan aspek keselamatan. “Kami mengingatkan agar menerapkan standar keamanan dan memastikan kondisi arena benar-benar aman sebelum dan sesudah digunakan,” tegasnya.

Informasi lebih lanjut mengenai perkembangan kasus ini akan disampaikan Humas Polres Kerinci.

Berita Terkait

Aspirasi Warga Terwujud, dr. Surmila Dorong Pembangunan Jalan di Renah Pemetik
Benarkah PLTA Picu Penyusutan Danau Kerinci? Ini Penjelasan Kerinci Merangin Hidro
Penyusutan Air Danau Kerinci Disorot, Akademisi Desak Transparansi Operasional PLTA
Memancing Berakhir Tragis, Warga Kerinci Hanyut di Solok Selatan
Hulu Balang Sakti Alam Kerinci Tegaskan Peran Penjaga Adat dan Alam, Siap Jadi Sayap Kanan LAM Kerinci
LAM Kerinci Soroti Melemahnya Pasokan Sungai ke Danau Kerinci
LAM Kerinci Kritik Pola Sosialisasi Karhutla
Polres Kerinci Tegaskan Bahaya Judi Online: Ancaman Finansial hingga Jerat Pidana Mengintai

Berita Terkait

Sabtu, 7 Februari 2026 - 18:38 WIB

Aspirasi Warga Terwujud, dr. Surmila Dorong Pembangunan Jalan di Renah Pemetik

Kamis, 5 Februari 2026 - 15:51 WIB

Benarkah PLTA Picu Penyusutan Danau Kerinci? Ini Penjelasan Kerinci Merangin Hidro

Rabu, 4 Februari 2026 - 15:12 WIB

Penyusutan Air Danau Kerinci Disorot, Akademisi Desak Transparansi Operasional PLTA

Selasa, 3 Februari 2026 - 15:00 WIB

Memancing Berakhir Tragis, Warga Kerinci Hanyut di Solok Selatan

Jumat, 30 Januari 2026 - 14:10 WIB

Hulu Balang Sakti Alam Kerinci Tegaskan Peran Penjaga Adat dan Alam, Siap Jadi Sayap Kanan LAM Kerinci

Berita Terbaru

Nasional

Pejabat Bisa Dipidana Jika Jalan Rusak Sebabkan Kecelakaan

Sabtu, 14 Feb 2026 - 08:45 WIB

Budaya dan Religi

Ramadhan 1447 H Semakin Dekat, Ini Perkiraan Awal Puasa

Jumat, 13 Feb 2026 - 11:28 WIB

Sumbar

Asmadi Hilang Terseret Arus, SAR Tutup Operasi Lapangan

Selasa, 10 Feb 2026 - 17:09 WIB

Sosial

Monadi Soal Danau Kerinci

Selasa, 10 Feb 2026 - 10:39 WIB