Benarkah Kolang-kaling Membantu Atasi Sembelit Saat Puasa? Ini Penjelasannya

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 26 Februari 2026 - 17:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Pribhumi.com– Kolang-kaling kerap hadir sebagai pelengkap takjil saat Ramadan, baik dalam es buah, kolak, maupun manisan dingin. Teksturnya yang kenyal dan rasanya yang ringan membuat bahan ini digemari banyak orang. Namun di balik tampilannya yang sederhana, kolang-kaling ternyata menyimpan manfaat bagi sistem pencernaan.

Bahan makanan ini berasal dari buah pohon aren atau Arenga pinnata. Dalam setiap 100 gram sajian, kolang-kaling mengandung kadar air yang sangat tinggi serta serat pangan yang cukup untuk membantu menjaga fungsi usus.

Serat memiliki peran penting dalam memperbesar massa feses dan menjaga kadar air di dalamnya. Dengan begitu, pergerakan usus menjadi lebih lancar dan risiko sembelit bisa berkurang. Kondisi ini relevan selama Ramadan, ketika pola makan dan asupan cairan berubah drastis.

Baca Juga :  Pengemudi Tiba-Tiba Pingsan, Mobil Masuk Sawah di Sungai Liuk Sungai Penuh

Selama berpuasa, tubuh tidak menerima cairan selama lebih dari 12 jam. Usus besar kemudian menyerap lebih banyak air dari sisa makanan, sehingga feses menjadi lebih kering dan sulit dikeluarkan. Ditambah lagi, waktu makan yang terbatas pada sahur dan berbuka sering kali membuat asupan serat tidak tercukupi.

Sejumlah penelitian dalam jurnal ilmiah gizi menunjukkan bahwa peningkatan konsumsi serat yang diimbangi cairan cukup berkaitan dengan perbaikan gejala konstipasi. Artinya, kolang-kaling bisa menjadi salah satu tambahan sumber serat saat berbuka, meski bukan satu-satunya solusi.

Baca Juga :  Wali Kota Sungai Penuh Resmi Melantik Lima Kepala Desa PAW, Tekankan Integritas dan Pelayanan Publik

Agar manfaatnya optimal, pengolahan kolang-kaling perlu diperhatikan. Penggunaan gula atau sirup berlebihan justru dapat meningkatkan asupan kalori dan memicu rasa haus. Penyajian yang lebih sederhana, misalnya direbus lalu dipadukan dengan potongan buah segar, bisa menjadi pilihan lebih sehat.

Selain itu, kecukupan air putih sejak berbuka hingga sahur tetap menjadi kunci utama menjaga kesehatan pencernaan. Serat hanya dapat bekerja efektif jika didukung cairan yang cukup.

Dengan pola makan seimbang dan pemilihan menu yang tepat, kolang-kaling dapat menjadi bagian dari strategi sederhana menjaga kenyamanan sistem cerna selama menjalani ibadah puasa.

Berita Terkait

Ini 8 Pantangan Makanan bagi Pengidap Asam Lambung
Rahasia Konsisten Olahraga Bukan Soal Motivasi
Strategi Minum Air Putih yang Tepat agar Tetap Terhidrasi Selama Puasa Ramadan
Dampak Buruk Begadang saat Ramadan
Hindari 9 Kebiasaan yang Bisa Merugikan Tubuh Saat Puasa
Apakah Earphone Bluetooth Membahayakan Otak?
Lambung Sensitif Saat Puasa, Hindari Konsumsi Buah Ini Ketika Berbuka
Panduan Konsumsi Kopi dan Matcha Saat Puasa

Berita Terkait

Selasa, 3 Maret 2026 - 09:00 WIB

Ini 8 Pantangan Makanan bagi Pengidap Asam Lambung

Senin, 2 Maret 2026 - 09:00 WIB

Rahasia Konsisten Olahraga Bukan Soal Motivasi

Sabtu, 28 Februari 2026 - 19:00 WIB

Strategi Minum Air Putih yang Tepat agar Tetap Terhidrasi Selama Puasa Ramadan

Sabtu, 28 Februari 2026 - 09:00 WIB

Dampak Buruk Begadang saat Ramadan

Jumat, 27 Februari 2026 - 15:00 WIB

Hindari 9 Kebiasaan yang Bisa Merugikan Tubuh Saat Puasa

Berita Terbaru

Hukum dan Kriminal

MK Ubah Pasal Perintangan Penyidikan Korupsi karena Dinilai Multitafsir

Selasa, 3 Mar 2026 - 11:00 WIB

Kesehatan

Ini 8 Pantangan Makanan bagi Pengidap Asam Lambung

Selasa, 3 Mar 2026 - 09:00 WIB

Tips dan informasi

Ini 4 Cara Cegah Kantuk saat Kerja di Bulan Puasa

Selasa, 3 Mar 2026 - 07:00 WIB

Hukum dan Kriminal

Bareskrim Polri Tangkap 2 Penyuplai Sabu Sindikat Ko Erwin

Senin, 2 Mar 2026 - 23:00 WIB

Tips dan informasi

Puasa Terasa Menguras Energi? Ini Pola Makan yang Perlu Diperbaiki

Senin, 2 Mar 2026 - 21:00 WIB