Lampung Selatan, Pribhumi.com – Arus mudik Lebaran 2026 di jalur penyeberangan Jawa–Sumatera mulai menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan. Memasuki H-7 Lebaran, jumlah penumpang maupun kendaraan yang menyeberang dari Pulau Jawa menuju Sumatera mengalami lonjakan dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
General Manager PT ASDP Cabang Bakauheni, Partogi Tamba, mengatakan peningkatan tersebut menandakan bahwa pergerakan pemudik sudah mulai memasuki fase akselerasi.
Menurutnya, tren kenaikan jumlah penumpang dan kendaraan diperkirakan masih akan terus meningkat hingga mendekati puncak arus mudik Lebaran.
Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, PT ASDP telah menyiapkan berbagai langkah strategis, di antaranya mengoptimalkan operasional kapal serta memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak terkait di pelabuhan.
Seluruh armada kapal disiagakan agar dapat melayani penumpang secara maksimal. Selain itu, jadwal pelayaran juga diatur secara dinamis guna menjaga kelancaran arus kendaraan dan penumpang.
ASDP juga berkoordinasi dengan kepolisian, KSOP, serta instansi terkait lainnya untuk memastikan pengaturan lalu lintas kendaraan di area pelabuhan berjalan tertib dan tidak menimbulkan kepadatan berlebih.
Masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik melalui lintasan Merak–Bakauheni juga diimbau untuk merencanakan perjalanan dengan matang. Pengguna jasa penyeberangan disarankan membeli tiket lebih awal secara daring melalui aplikasi resmi sebelum tiba di pelabuhan.
Langkah ini dinilai penting untuk menghindari antrean panjang kendaraan serta mempermudah pengaturan jadwal keberangkatan kapal.
Berdasarkan data Posko Angkutan Lebaran PT ASDP Cabang Bakauheni selama 24 jam pada 14 Maret 2026 pukul 00.00 hingga 23.59 WIB, tercatat sebanyak 72.735 penumpang menyeberang dari Jawa ke Sumatera melalui Pelabuhan Merak, Ciwandan, dan BBJ Bojonegara.
Jumlah tersebut meningkat sekitar 52,7 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu yang tercatat sebanyak 47.630 orang.
Lonjakan juga terjadi pada jumlah kendaraan yang menyeberang. Pada H-7 Lebaran, tercatat sebanyak 17.067 unit kendaraan menyeberang dari Jawa menuju Sumatera, meningkat 65,7 persen dibandingkan tahun lalu yang mencapai 10.302 unit.
Untuk kendaraan roda dua tercatat sebanyak 2.756 unit atau naik sekitar 30,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang berjumlah 2.115 unit.
Sementara kendaraan roda empat mencapai 10.365 unit atau melonjak hingga 73,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang hanya sebanyak 5.963 unit.
Kenaikan paling tinggi terjadi pada kendaraan logistik. Jumlah truk yang menyeberang mencapai 3.352 unit atau meningkat sekitar 95 persen dibandingkan tahun lalu yang tercatat sebanyak 1.719 unit.
Adapun jumlah bus yang menyeberang tercatat sebanyak 594 unit atau naik sekitar 17,6 persen dibandingkan tahun lalu yang mencapai 505 unit.
Jika dilihat secara kumulatif sejak H-10 hingga H-7, jumlah penumpang yang menyeberang dari Jawa ke Sumatera tercatat sebanyak 199.011 orang. Angka ini sedikit menurun sekitar 1,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 202.791 orang.
Meski demikian, jumlah kendaraan pada periode tersebut justru mengalami peningkatan. Tercatat sebanyak 49.026 unit kendaraan menyeberang dari Jawa menuju Sumatera atau naik sekitar 5,7 persen dibandingkan tahun lalu yang mencapai 46.393 unit.
Sementara itu, arus penyeberangan dari Sumatera menuju Jawa juga mengalami peningkatan, meskipun tidak sebesar arus dari Jawa ke Sumatera.
Data Posko Bakauheni mencatat jumlah perjalanan kapal pada H-7 mencapai 128 trip. Pada periode yang sama, total penumpang yang menyeberang dari Sumatera ke Jawa melalui Pelabuhan Bakauheni, Wika Beton, dan BBJ Muara Pilu mencapai 40.794 orang.
Jumlah tersebut meningkat sekitar 4,9 persen dibandingkan tahun lalu yang tercatat sebanyak 38.885 orang.
Adapun jumlah kendaraan yang menyeberang dari Sumatera ke Jawa pada H-7 tercatat sebanyak 8.324 unit atau naik sekitar 10 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 7.564 unit.
Secara rinci, kendaraan roda dua tercatat sebanyak 620 unit atau meningkat 15,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 537 unit.
Kendaraan roda empat tercatat sebanyak 4.623 unit atau naik sekitar 12,8 persen dibandingkan tahun lalu yang berjumlah 4.098 unit.
Sementara kendaraan truk mencapai 2.531 unit atau meningkat sekitar 8,5 persen dibandingkan tahun lalu yang berjumlah 2.332 unit.
Berbeda dengan moda transportasi lainnya, jumlah bus yang menyeberang dari Sumatera menuju Jawa justru mengalami penurunan. Pada H-7 tercatat sebanyak 550 unit bus atau turun sekitar 7,9 persen dibandingkan tahun lalu yang mencapai 597 unit.
Secara kumulatif pada periode H-10 hingga H-7, jumlah penumpang yang menyeberang dari Sumatera ke Jawa mencapai 138.179 orang atau turun sekitar 5,6 persen dibandingkan tahun lalu yang mencapai 146.426 orang.
Sedangkan jumlah kendaraan yang menyeberang pada periode yang sama tercatat sebanyak 31.660 unit atau naik tipis sekitar 1,1 persen dibandingkan realisasi tahun lalu yang mencapai 31.330 unit.











