Petatah-Petitih Kerinci: Bahasa Satir yang Menjaga Adat, Menyampaikan Nasihat, dan Merawat Kearifan Lokal

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 19 Juni 2026 - 23:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Safwandi., S.AP., DPT  (Sekjend LAM-SAK)

Pribhumi.com — Dalam khazanah budaya Kerinci, petatah-petitih bukan sekadar rangkaian kata yang indah didengar, tetapi merupakan warisan lisan yang mengandung nilai adat, etika, dan kebijaksanaan hidup masyarakat.

Salah satu ciri khas petatah-petitih Kerinci adalah penggunaan bahasa satir. Melalui ungkapan yang bersifat kiasan, perumpamaan, maupun sindiran halus, masyarakat Kerinci menyampaikan kritik, nasihat, dan pesan moral tanpa harus menggunakan kata-kata yang keras atau menyinggung perasaan.

Bahasa satir dalam petatah-petitih menjadi cara orang tua dahulu menyampaikan kebenaran dengan penuh kehati-hatian. Sebuah teguran tidak diberikan secara langsung, melainkan disampaikan melalui bahasa yang memiliki makna mendalam agar dapat diterima dengan hati terbuka.

Baca Juga :  Heshen, Pejabat Terkaya dan Terkorup di Dinasti Qing yang Kekayaannya Lampaui Kas Negara

Dalam adat Kerinci, setiap ungkapan memiliki lapisan makna. Orang yang mendengarnya tidak hanya memahami arti dari kata-kata yang diucapkan, tetapi juga dituntut memahami nilai adat, sopan santun, serta konteks sosial yang melatarbelakanginya.

Petatah-petitih menjadi media untuk menjaga keseimbangan hubungan dalam masyarakat. Melalui bahasa yang lembut, seseorang dapat mengingatkan kesalahan tanpa menjatuhkan kehormatan orang lain.

Fungsi bahasa satir dalam petatah-petitih Kerinci antara lain:

Menyampaikan teguran tanpa mempermalukan, sehingga nasihat dapat diterima tanpa menimbulkan konflik.

Menjaga hubungan sosial, karena komunikasi dilakukan dengan mengedepankan rasa hormat dan kebijaksanaan.

Baca Juga :  Menkeu Purbaya Optimistis Ekonomi RI Melaju Kencang di Akhir 2025

Mengajarkan adat dan akhlak, terutama nilai kesopanan, tanggung jawab, dan perilaku dalam kehidupan bermasyarakat.

Mewariskan kebijaksanaan leluhur, agar generasi muda memahami nilai-nilai yang menjadi pedoman hidup masyarakat Kerinci.

Petatah-petitih Kerinci menggambarkan bahwa masyarakat adat memiliki cara tersendiri dalam menyampaikan pesan dan menyelesaikan persoalan. Bahasa yang halus bukan berarti kehilangan ketegasan, melainkan menunjukkan kecerdasan budaya dalam menjaga keharmonisan.

Pada akhirnya, petatah-petitih Kerinci merupakan cermin kearifan lokal yang mengajarkan bahwa sebuah nasihat akan lebih bermakna ketika disampaikan dengan kebijaksanaan. Di balik kata-kata yang sederhana, tersimpan nilai adat yang menjadi pedoman kehidupan masyarakat dari generasi ke generasi.

Berita Terkait

HBA Tutup Mubes I Debalang Negeri, Tekankan Penguatan Adat dan Marwah Negeri Jambi
Debalang Sungai Penuh dan Kerinci Hadiri Mubes Perdana, Perkuat Komitmen Jaga Marwah Adat
H. Ramli Thaha Terpilih Aklamasi Pimpin Debalang Negeri Sepucuk Jambi 2026–2030
Ramli Taha Dorong Debalang Jambi Bangun Fondasi Organisasi hingga Tingkat Kabupaten dan Kota
Jaga Adat Lamo Pusako Usang, Luhah Depati Kepalo Sembah Tegaskan Musyawarah dan Amanah Adat
Luhah Depati Kepalo Sembah Tegaskan Struktur Paramenti Tigo Luhah Semurup Berpedoman pada ico Pakai
“Batakah Naik, Berjenjang Turun”, Safwandi Ungkap Tata Cara Penyelesaian Persoalan Adat Kerinci
Museum Tarik Klaim Aksara Minangkabau, Naskah Tanjung Tanah Justru Makin Kokoh Lewat Uji Ilmiah

Berita Terkait

Minggu, 30 Agustus 2026 - 11:03 WIB

HBA Tutup Mubes I Debalang Negeri, Tekankan Penguatan Adat dan Marwah Negeri Jambi

Minggu, 30 Agustus 2026 - 09:00 WIB

Debalang Sungai Penuh dan Kerinci Hadiri Mubes Perdana, Perkuat Komitmen Jaga Marwah Adat

Minggu, 30 Agustus 2026 - 07:24 WIB

H. Ramli Thaha Terpilih Aklamasi Pimpin Debalang Negeri Sepucuk Jambi 2026–2030

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 15:04 WIB

Ramli Taha Dorong Debalang Jambi Bangun Fondasi Organisasi hingga Tingkat Kabupaten dan Kota

Selasa, 25 Agustus 2026 - 10:03 WIB

Jaga Adat Lamo Pusako Usang, Luhah Depati Kepalo Sembah Tegaskan Musyawarah dan Amanah Adat

Berita Terbaru