PBB Peringatkan Dunia Hadapi Rekor Suhu Panas Baru hingga 2030, El Nino Diprediksi Menguat

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 30 Mei 2026 - 03:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

New York, Pribhumi.com – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengeluarkan peringatan serius terkait ancaman kenaikan suhu bumi dalam beberapa tahun mendatang. Organisasi Meteorologi Dunia atau WMO memprediksi suhu rata-rata global berpotensi mencetak rekor baru pada periode 2026 hingga 2030.

Dalam laporan terbaru yang dirilis Kamis (28/5), WMO memperkirakan suhu tahunan global akan berada pada kisaran 1,3 hingga 1,9 derajat Celsius di atas rata-rata era praindustri atau periode 1850-1900.

Laporan tersebut juga menyebut peluang sebesar 75 persen bahwa suhu global akan melampaui ambang 1,5 derajat Celsius, batas penting yang telah disepakati dunia dalam Perjanjian Paris 2015 untuk menekan dampak perubahan iklim.

Meski demikian, para ilmuwan menilai kemungkinan suhu bumi menembus kenaikan lebih dari 2 derajat Celsius masih tergolong sangat kecil.

WMO bahkan memperingatkan bahwa rekor panas yang terjadi pada 2024 kemungkinan besar akan kembali terpecahkan dalam beberapa tahun mendatang.

“Sebesar 86 persen kemungkinan salah satu tahun antara 2026 hingga 2030 akan menjadi tahun terpanas yang pernah tercatat,” demikian isi laporan tersebut.

Baca Juga :  Arab Saudi Ancam Aksi Militer, Ketegangan dengan Iran Kian Memanas

Selain itu, wilayah Arktika diprediksi mengalami kenaikan suhu hingga 2,8 derajat Celsius di atas rata-rata periode 1991-2020 selama lima musim dingin mendatang. Kondisi ini dinilai dapat mempercepat pencairan es dan memicu dampak iklim yang lebih luas.

Eropa Utara juga diperkirakan menghadapi musim dingin lebih basah dalam beberapa tahun ke depan. Curah hujan yang meningkat berisiko memperbesar ancaman banjir di kawasan tersebut.

WMO turut menyoroti potensi munculnya fenomena El Nino pada akhir 2026 hingga 2028. Kondisi itu diperkirakan dapat memperparah kenaikan suhu global.

Penulis utama laporan Global Annual-to-Decadal Update WMO, Leon Hermanson, mengatakan indikasi El Nino pada akhir 2026 dapat meningkatkan peluang 2027 menjadi tahun dengan suhu terpanas baru.

El Nino sendiri merupakan fenomena pemanasan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik tropis yang mempengaruhi pola cuaca dunia, termasuk memicu kekeringan dan cuaca ekstrem di sejumlah negara.

Fenomena El Nino sebelumnya disebut ikut berkontribusi menjadikan 2024 sebagai tahun terpanas dalam sejarah modern dengan suhu global mencapai sekitar 1,55 derajat Celsius di atas tingkat praindustri.

Baca Juga :  Kim Jong Un Awasi Uji Mesin Roket Canggih, Korea Utara Percepat Ambisi Rudal Global

Di Indonesia, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan El Nino mulai aktif pada Juni 2026 dan berlangsung hingga sekitar Maret sampai Mei 2027.

Kepala BMKG Teuku Faisal Fatani menyebut El Nino yang akan terjadi diprediksi memiliki intensitas moderat hingga kuat. Fenomena tersebut dinilai perlu diwaspadai karena berpotensi memicu kekeringan panjang dan meningkatkan risiko kebakaran hutan serta lahan.

Sementara itu, Menteri Lingkungan Hidup Mohammad Jumhur Hidayat mengaku pihaknya telah menerima berbagai laporan mengenai kendala mitigasi kebakaran hutan di sejumlah daerah.

Pemerintah, kata dia, akan memperkuat langkah mitigasi dan memperbaiki berbagai hambatan di lapangan agar penanganan kebakaran hutan dan lahan bisa dilakukan lebih maksimal menghadapi ancaman cuaca ekstrem mendatang.

Sejumlah laporan iklim global juga menunjukkan kenaikan suhu laut dunia berpotensi memperkuat El Nino pada 2026 hingga 2027, sehingga meningkatkan risiko terjadinya rekor suhu panas baru di berbagai wilayah dunia.

 

Editor : Safwandi., Dpt

Berita Terkait

Sistem Imigrasi Malaysia Lumpuh Berjam-jam, Ribuan Pelancong Terjebak Antrean Panjang di Perbatasan
Iran Akhiri Pemadaman Internet 88 Hari, Warga Mengaku Seperti “Bebas dari Penjara”
WNI Kini Bisa Masuk Kanada Pakai eTA, Biaya Cuma Rp90 Ribu dan Tanpa Biometrik
AS Bersiap Cetak Uang US$250 dengan Potret Donald Trump
Prabowo dan Macron Bahas Palestina hingga Kerja Sama Strategis Indonesia-Prancis
Derita Gaza Kian Dalam, Warga Palestina Tiga Tahun Gagal Haji dan Tak Bisa Berkurban
Iran Pertimbangkan Pindahkan Uranium Diperkaya ke China di Tengah Tekanan AS
Alex Marquez Cedera Parah, Dipastikan Absen di MotoGP Italia dan Hungaria

Berita Terkait

Minggu, 31 Mei 2026 - 05:00 WIB

Sistem Imigrasi Malaysia Lumpuh Berjam-jam, Ribuan Pelancong Terjebak Antrean Panjang di Perbatasan

Sabtu, 30 Mei 2026 - 03:00 WIB

PBB Peringatkan Dunia Hadapi Rekor Suhu Panas Baru hingga 2030, El Nino Diprediksi Menguat

Sabtu, 30 Mei 2026 - 01:00 WIB

Iran Akhiri Pemadaman Internet 88 Hari, Warga Mengaku Seperti “Bebas dari Penjara”

Jumat, 29 Mei 2026 - 19:00 WIB

WNI Kini Bisa Masuk Kanada Pakai eTA, Biaya Cuma Rp90 Ribu dan Tanpa Biometrik

Jumat, 29 Mei 2026 - 17:00 WIB

AS Bersiap Cetak Uang US$250 dengan Potret Donald Trump

Berita Terbaru

Tips dan informasi

5 Warna Cat Rumah yang Bikin Suasana Lebih Bahagia dan Nyaman

Minggu, 31 Mei 2026 - 19:00 WIB

Kesehatan

Jadwal Tidur Berantakan Bisa Mengancam Kesehatan Jantung

Minggu, 31 Mei 2026 - 17:00 WIB