JAMBI, Pribhumi.com – Menjaga kesehatan otak tidak hanya dilakukan dengan istirahat yang cukup dan olahraga rutin, tetapi juga melalui pola makan sehat. Otak membutuhkan pasokan nutrisi yang baik karena sekitar 25 persen aliran darah dalam tubuh mengarah ke organ tersebut.
Konsumsi makanan tinggi lemak jenuh, karbohidrat olahan, dan makanan ultra-proses atau Ultra-Processed Food (UPF) secara berlebihan dapat memicu kerusakan pembuluh darah di otak serta meningkatkan risiko gangguan fungsi kognitif.
Seorang ahli saraf, Dr Aaron Lord, membagikan sejumlah makanan dan minuman yang rutin dikonsumsinya untuk membantu menjaga kesehatan otak dan meningkatkan fungsi kognitif.
1. Sayuran Berdaun Hijau
Sayuran hijau seperti bok choy, asparagus, dan broccolini kaya akan serat, folat, lutein, serta beta karoten yang baik untuk otak. Kandungan serat membantu menjaga kesehatan mikrobioma usus yang berpengaruh pada fungsi otak.
Penelitian juga menunjukkan konsumsi sayuran hijau secara rutin dapat membantu memperlambat penurunan kognitif dan mengurangi risiko Alzheimer.
2. Tomat
Tomat mengandung likopen, antioksidan kuat yang mampu membantu melawan peradangan dan stres oksidatif pada otak. Kandungan ini dipercaya berperan dalam mencegah kerusakan sel saraf dan menjaga fungsi otak tetap optimal.
3. Ikan Segar
Ikan berlemak seperti salmon dan kerapu kaya akan asam lemak omega-3 yang memiliki sifat antiinflamasi. Nutrisi ini penting untuk mendukung fungsi saraf dan menjaga daya ingat.
Para ahli menyarankan konsumsi ikan berlemak setidaknya dua kali seminggu untuk memenuhi kebutuhan omega-3 harian.
4. Kacang Kenari
Kacang kenari menjadi salah satu camilan sehat yang baik untuk otak karena memiliki kandungan omega-3 tinggi. Konsumsi sekitar 28 hingga 42 gram kacang kenari per hari dinilai membantu menjaga fungsi kognitif dan kesehatan saraf.
5. Minyak Zaitun
Minyak zaitun kaya akan lemak tak jenuh tunggal yang membantu menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) dan meningkatkan kolesterol baik (HDL).
Selain baik untuk jantung, minyak zaitun juga dipercaya mendukung kesehatan otak dan mengurangi risiko penurunan fungsi kognitif.
6. Kunyit dan Jahe
Kunyit mengandung kurkumin yang memiliki sifat antiinflamasi dan antioksidan. Senyawa ini dipercaya membantu meningkatkan daya ingat dan melindungi otak dari kerusakan.
Sementara jahe diketahui dapat membantu meningkatkan fokus dan kejernihan berpikir.
7. Kopi dan Teh
Kopi dan teh mengandung flavonoid serta kafein yang dapat membantu meningkatkan konsentrasi dan metabolisme otak.
Meski demikian, konsumsi kafein tetap perlu dibatasi. FDA merekomendasikan asupan kafein maksimal sekitar 400 mg per hari atau setara 2 hingga 3 cangkir kopi.
Editor : Safwandi., Dpt






