Kemenkes Catat 23 Kasus Hantavirus di Indonesia, Tiga Pasien Meninggal Dunia

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 9 Mei 2026 - 02:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Pribhumi.com – Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mencatat sebanyak 23 kasus hantavirus jenis Seoul virus dalam kurun waktu tiga tahun terakhir. Dari total kasus tersebut, tiga pasien dilaporkan meninggal dunia dengan angka kematian atau case fatality rate (CFR) mencapai 13 persen.

Pada tahun 2026, tercatat penambahan lima kasus baru. Meski demikian, sebagian besar pasien lainnya telah dinyatakan sembuh setelah menjalani penanganan medis.

Berdasarkan data Kemenkes, penyebaran kasus hantavirus ditemukan di sejumlah daerah di Indonesia. DKI Jakarta dan Daerah Istimewa Yogyakarta menjadi wilayah dengan jumlah kasus terbanyak.

Baca Juga :  PS Kerinci Tersingkir dari Gubernur Cup Jambi 2026 Usai Dibantai PS Merangin 3-0

Berikut sebaran kasus hantavirus di Indonesia:

Sumatera Barat: 1 kasus

Banten: 1 kasus

DKI Jakarta: 6 kasus

Jawa Barat: 5 kasus

Jawa Timur: 1 kasus

DIY Yogyakarta: 6 kasus

Nusa Tenggara Timur: 1 kasus

Kalimantan Barat: 1 kasus

Sulawesi Utara: 1 kasus

Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes RI, Aji Muhawarman, mengatakan kelompok yang paling berisiko tertular hantavirus adalah mereka yang memiliki intensitas tinggi kontak dengan tikus atau lingkungan yang terkontaminasi.

Kelompok tersebut meliputi petugas kebersihan, petani, pekerja konstruksi, pengendali hama, pembersih saluran air, hingga petugas laboratorium yang menangani hewan reservoir penyakit.

Baca Juga :  LAM Kerinci Kritik Pola Sosialisasi Karhutla

Penularan hantavirus dapat terjadi melalui gigitan tikus maupun paparan ekskresi dan sekresi hewan tersebut, seperti air liur, urine, dan kotoran. Virus juga bisa menyebar melalui partikel debu yang terkontaminasi dan terhirup manusia.

Meski begitu, Kemenkes menegaskan hingga saat ini belum ditemukan kasus penularan hantavirus antar manusia di Indonesia. Kasus penularan antarmanusia yang pernah dilaporkan berasal dari jenis Andes virus di luar negeri, termasuk insiden pada kapal pesiar MV Hondius.

Masyarakat diimbau menjaga kebersihan lingkungan dan menghindari kontak langsung dengan tikus untuk mencegah penyebaran penyakit tersebut.

Berita Terkait

Internsip Dokter Dinilai Bermasalah, Kemenkes Janji Lakukan Pembenahan
Penelitian Terbaru Ungkap Dampak Kopi terhadap Usus, Otak, hingga Kualitas Tidur
6 Cara Mengatasi Sakit Perut Saat Haid, Bisa Dilakukan di Rumah
Biaya Tes DNA di Indonesia 2026, Ini Jenis dan Kisaran Harganya
Jangan Sepelekan Sepatu Sempit, Ini 6 Dampak Buruk bagi Kesehatan Kaki
Denda BPJS Kesehatan 2026 Masih Berlaku, Begini Cara Hitung dan Aturannya
6 Manfaat Buah Nanas untuk Kesehatan, Baik untuk Jantung hingga Cegah Penuaan
6 Jus Buah Terbaik untuk Diet, Bantu Turunkan Berat Badan Secara Alami

Berita Terkait

Kamis, 14 Mei 2026 - 11:00 WIB

Penelitian Terbaru Ungkap Dampak Kopi terhadap Usus, Otak, hingga Kualitas Tidur

Rabu, 13 Mei 2026 - 05:00 WIB

6 Cara Mengatasi Sakit Perut Saat Haid, Bisa Dilakukan di Rumah

Selasa, 12 Mei 2026 - 09:00 WIB

Biaya Tes DNA di Indonesia 2026, Ini Jenis dan Kisaran Harganya

Senin, 11 Mei 2026 - 19:00 WIB

Jangan Sepelekan Sepatu Sempit, Ini 6 Dampak Buruk bagi Kesehatan Kaki

Senin, 11 Mei 2026 - 04:00 WIB

Denda BPJS Kesehatan 2026 Masih Berlaku, Begini Cara Hitung dan Aturannya

Berita Terbaru

Hukum dan Kriminal

Eks Ketua KONI Dituntut 3,5 Tahun Penjara dalam Kasus Korupsi Dana Hibah

Kamis, 14 Mei 2026 - 21:00 WIB

Infotainment

Pernikahan Mewah Viral, Mahar Rp 2 Miliar hingga BMW Jadi Sorotan

Kamis, 14 Mei 2026 - 15:00 WIB