Terobosan Baterai Silikon: Mobil Listrik Bisa Tempuh 1.000 Km Sekali Cas

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 3 Mei 2026 - 04:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jambi, Pribhumi.com — Mobil listrik atau electric vehicle (EV) semakin menjadi pilihan alternatif di tengah masyarakat, menggantikan kendaraan berbahan bakar bensin. Seiring perkembangan industri, harga kendaraan listrik kini semakin terjangkau dan kompetitif.

Penurunan harga tersebut membuat mobil listrik kian diminati, bahkan mulai dianggap sebagai pesaing serius bagi kendaraan konvensional. Ditambah lagi, kemajuan teknologi terus mendorong peningkatan performa dan efisiensi kendaraan listrik di masa depan.

Salah satu inovasi terbaru datang dari tim peneliti di Pohang University of Science and Technology, Korea Selatan. Mereka berhasil mengembangkan teknologi baterai baru berbasis silikon yang berpotensi mengubah peta industri otomotif global.

Baca Juga :  MK Tegaskan Wartawan Tak Bisa Langsung Dipidana dalam Sengketa Jurnalistik

Baterai silikon ini menawarkan keunggulan signifikan, terutama dalam hal daya jelajah. Dalam satu kali pengisian daya, kendaraan listrik yang menggunakan baterai ini diklaim mampu menempuh jarak hingga 1.000 kilometer.

Meski menjanjikan, penggunaan silikon dalam baterai sebelumnya menghadapi kendala besar. Material ini dapat mengembang hingga tiga kali lipat saat proses pengisian daya, lalu menyusut kembali setelah digunakan, yang berisiko merusak struktur baterai.

Untuk mengatasi masalah tersebut, para peneliti mengembangkan pendekatan berbeda. Mereka menggunakan partikel silikon berukuran mikro—sekitar 1.000 kali lebih besar dibandingkan partikel nano—yang lebih mudah diproduksi dan lebih ekonomis.

Selain itu, tim peneliti juga memanfaatkan gel polimer elektrolit yang mampu menyesuaikan bentuk mengikuti perubahan silikon. Gel ini kemudian diperkuat melalui proses ikatan kimia menggunakan radiasi elektron, sehingga menghasilkan struktur yang stabil meskipun mengalami perubahan bentuk berulang.

Baca Juga :  Rupiah Melemah ke Rp17.460, Begini Strategi BJ Habibie Pernah Jinakkan Dolar Saat Krisis 1998

Hasilnya, baterai silikon ini mampu menyamai performa baterai lithium-ion konvensional, bahkan menawarkan peningkatan densitas energi hingga 40 persen lebih tinggi.

Salah satu peneliti, Park Soojin, menyebutkan bahwa teknologi ini membawa harapan baru bagi pengembangan baterai berkapasitas tinggi yang stabil dan efisien.

Dengan kemajuan ini, industri kendaraan listrik diprediksi akan semakin berkembang pesat, sekaligus mempercepat transisi global menuju energi bersih dan ramah lingkungan.

 

Berita Terkait

Pemerintah Pastikan Biodiesel B50 Mulai Berlaku Juli 2026, Uji Coba Capai Hasil Positif
39 Pemda Terancam Kesulitan Bayar Gaji PPPK
Pramono Anung Umumkan Ribuan Lowongan Kerja Padat Karya Bergaji UMP
Ekspor SDA Satu Pintu Resmi Berlaku, Pengusaha Ajukan Enam Masukan untuk Pemerintah
Pasar Mobil China Mulai Jenuh, Penjualan Melambat dan Produsen Beralih ke Ekspor
Prabowo: Indonesia Kaya SDA dan Sudah Swasembada Pangan, Saatnya Nilai Tambah Dinikmati Rakyat
Harga BBM Non-Subsidi Pertamina per 1 Juni 2026 Resmi Berubah
Meta Resmi Luncurkan Facebook, Instagram, dan WhatsApp Berbayar

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 03:00 WIB

Pemerintah Pastikan Biodiesel B50 Mulai Berlaku Juli 2026, Uji Coba Capai Hasil Positif

Minggu, 14 Juni 2026 - 15:00 WIB

39 Pemda Terancam Kesulitan Bayar Gaji PPPK

Jumat, 5 Juni 2026 - 14:02 WIB

Pramono Anung Umumkan Ribuan Lowongan Kerja Padat Karya Bergaji UMP

Selasa, 2 Juni 2026 - 13:00 WIB

Ekspor SDA Satu Pintu Resmi Berlaku, Pengusaha Ajukan Enam Masukan untuk Pemerintah

Selasa, 2 Juni 2026 - 09:00 WIB

Pasar Mobil China Mulai Jenuh, Penjualan Melambat dan Produsen Beralih ke Ekspor

Berita Terbaru