MBG Difokuskan ke Daerah Rawan Stunting, Pemerintah Perkuat Intervensi Gizi Nasional

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 24 April 2026 - 21:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Pribhumi.com – Pemerintah melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG) kini mengarahkan pelaksanaannya secara lebih terfokus ke wilayah dengan tingkat kemiskinan tinggi serta prevalensi stunting yang signifikan. Kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto dalam upaya mempercepat penanganan masalah gizi nasional.

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Operasional Pemenuhan Gizi, Sony Sonjaya, menjelaskan bahwa prioritas program MBG diberikan pada daerah yang memiliki kerentanan pangan dan angka kemiskinan tinggi, khususnya yang berdampak pada kelompok rentan.

Ia menyebutkan bahwa fokus utama program ini adalah memastikan kecukupan gizi selama 1.000 hari pertama kehidupan, periode krusial yang menentukan kualitas tumbuh kembang anak. Oleh karena itu, intervensi diarahkan kepada ibu hamil, ibu menyusui, balita, serta kelompok santri.

Baca Juga :  Kontroversi Surrogacy di Indonesia: Etika, Hukum, dan Risiko Identitas Anak

“Penentuan wilayah prioritas dilakukan berdasarkan data komprehensif yang mencakup daerah rawan pangan, jumlah penduduk miskin, serta tingkat permasalahan gizi di berbagai kabupaten dan kota,” ujar Sony dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (23/4/2026).

Menurutnya, ratusan daerah telah masuk dalam daftar prioritas dan akan menjadi acuan utama dalam distribusi program MBG agar lebih tepat sasaran. Pendekatan berbasis data ini diharapkan mampu meningkatkan efektivitas program sekaligus menjamin pemerataan akses gizi.

Baca Juga :  Bahaya Anak Makan Sambil Nonton: Kebiasaan Sepele yang Berdampak Besar bagi Tumbuh Kembang

Lebih lanjut, BGN menegaskan komitmennya untuk memastikan bahwa intervensi yang dilakukan benar-benar menjangkau masyarakat yang paling membutuhkan, sehingga dapat menekan angka stunting dan meningkatkan kualitas kesehatan generasi mendatang.

Sebagai langkah konkret, BGN juga menggelar Rapat Koordinasi Penyelarasan Data Penerima Manfaat Program MBG yang berlangsung pada 23 April 2026 di Jakarta. Kegiatan ini bertujuan untuk menyinkronkan data lintas sektor guna mendukung pelaksanaan program secara optimal dan berkelanjutan.

Berita Terkait

Jangan Sepelekan! Ini Dampak Buruk Jarang Cuci Seprai dan Waktu Ideal Menggantinya
Mengenal Tanda Lahir pada Bayi: Jenis, Penyebab, dan Kapan Harus Diwaspadai
Waspada DBD Saat Musim Hujan, Ini Cara Efektif Cegah Nyamuk Aedes Aegypti di Rumah
Aplikasi Mammora Bantu Perempuan Deteksi Dini Kanker Payudara Lewat SADARI
Cara Meningkatkan Kepadatan Tulang Secara Alami, Mulai dari Kebiasaan Sederhana
Waspada Karang Gigi: Penyebab, Dampak, dan Cara Efektif Mencegahnya
Skincare Simpel, Hasil Maksimal: Rahasia Kulit Bersih dan Cerah dari La Tulipe
Paracetamol Jadi Andalan Redakan Demam dan Nyeri Ringan, Ini Manfaat dan Aturan Pakainya

Berita Terkait

Selasa, 28 April 2026 - 15:00 WIB

Jangan Sepelekan! Ini Dampak Buruk Jarang Cuci Seprai dan Waktu Ideal Menggantinya

Minggu, 26 April 2026 - 11:37 WIB

Mengenal Tanda Lahir pada Bayi: Jenis, Penyebab, dan Kapan Harus Diwaspadai

Jumat, 24 April 2026 - 21:00 WIB

MBG Difokuskan ke Daerah Rawan Stunting, Pemerintah Perkuat Intervensi Gizi Nasional

Jumat, 24 April 2026 - 12:02 WIB

Waspada DBD Saat Musim Hujan, Ini Cara Efektif Cegah Nyamuk Aedes Aegypti di Rumah

Kamis, 23 April 2026 - 17:00 WIB

Aplikasi Mammora Bantu Perempuan Deteksi Dini Kanker Payudara Lewat SADARI

Berita Terbaru

Ekonomi dan Bisniss

Harga Emas Antam Berbalik Naik, Tembus Rp2,79 Juta per Gram di Awal Mei 2026

Jumat, 1 Mei 2026 - 21:00 WIB