Makna Haji Mabrur dan 10 Tanda yang Menunjukkan Kemabruran Ibadah

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 19 April 2026 - 21:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jambi, Pribhumi.com – Setiap muslim yang menunaikan ibadah haji tentu berharap memperoleh predikat haji mabrur. Dalam ajaran Islam, kemabruran haji menjadi tujuan utama karena balasannya adalah surga.

Haji mabrur tidak hanya dimaknai sebagai keberhasilan menyelesaikan rangkaian ibadah di Tanah Suci. Lebih dari itu, kemabruran mencerminkan kualitas ibadah serta perubahan perilaku yang lebih baik setelah kembali ke kehidupan sehari-hari.

Pengertian Haji Mabrur

Secara bahasa, haji mabrur berasal dari kata barra yang mengandung arti diterima, baik, dan penuh kebaikan. Istilah ini menegaskan bahwa ibadah haji bukan sekadar ritual, melainkan harus membawa dampak positif bagi diri sendiri maupun orang lain.

Sejumlah ulama memberikan penjelasan beragam. Ada yang menyebut haji mabrur sebagai haji yang diterima oleh Allah SWT, sementara pendapat lain menekankan bahwa haji tersebut harus bersih dari dosa selama pelaksanaannya.

Baca Juga :  Sering Menggoyangkan Kaki Saat Diam? Ini Arti Psikologis dan Dampaknya

Secara umum, haji mabrur dapat dipahami sebagai ibadah haji yang dijalankan dengan ikhlas, sesuai tuntunan syariat, serta terbebas dari perbuatan maksiat.

Ciri-ciri Haji Mabrur

Berikut beberapa tanda yang menunjukkan seseorang meraih haji mabrur:

Bertutur kata baik dan santun

Menjaga lisan dari ucapan kasar, hinaan, dan perkataan buruk.

Menyebarkan kedamaian

Mudah memberi salam, menjaga suasana harmonis, dan menghindari konflik.

Peduli terhadap sesama

Gemar berbagi, membantu orang lain, dan memiliki kepedulian sosial tinggi.

Menjauhi perbuatan maksiat

Berusaha meninggalkan segala bentuk dosa, baik sebelum maupun setelah haji.

Menjaga diri dari ucapan dan perilaku tidak pantas

Baca Juga :  Makna Usia 40 Tahun dalam Islam: Momentum Taubat, Syukur, dan Kematangan Iman

Menghindari hal-hal yang mengarah pada perbuatan tercela.

Menghindari pelanggaran (fusuq)

Menjaga diri dari segala bentuk kemaksiatan selama menjalankan ibadah.

Tidak bertengkar (jidal)

Mampu menahan emosi dan bersabar dalam situasi apa pun.

Ikhlas dalam beribadah

Melaksanakan haji semata-mata karena Allah, bukan untuk mencari pujian.

Menjadi pribadi yang lebih baik

Terjadi perubahan positif dalam sikap dan kebiasaan setelah pulang dari haji.

Istiqomah dalam kebaikan

Terus menjaga amal baik secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari.

Kemabruran haji pada akhirnya tercermin dari perubahan sikap yang nyata. Ibadah yang diterima tidak hanya berdampak saat di Tanah Suci, tetapi juga membentuk pribadi yang lebih baik sepanjang hidup.

 

Berita Terkait

5 Keutamaan Bersiwak dalam Islam, Sunnah Rasulullah yang Menjaga Kebersihan dan Mendatangkan Ridha Allah
10 Ide Olahan Daging Kurban Selain Sate dan Gulai, Enak hingga Praktis untuk Idul Adha
Bolehkah Makan Sebelum Salat Idul Adha? Ini Sunnah Rasulullah SAW yang Jarang Diketahui
Jadwal dan Bacaan Takbiran Idul Adha 2026, Lengkap dengan Jenis Takbir
5 Tips Menyimpan dan Mengolah Daging Kurban Agar Awet
Pembagian Daging Kurban yang Benar Sesuai Syariat Islam
Libur Idul Adha 2026 Resmi Ditetapkan, Cek Jadwal Tanggal Merah dan Potensi Long Weekend
Jadwal Puasa Tarwiyah dan Arafah 2026 Lengkap dengan Niat dan Keutamaannya

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 05:00 WIB

5 Keutamaan Bersiwak dalam Islam, Sunnah Rasulullah yang Menjaga Kebersihan dan Mendatangkan Ridha Allah

Rabu, 27 Mei 2026 - 15:00 WIB

10 Ide Olahan Daging Kurban Selain Sate dan Gulai, Enak hingga Praktis untuk Idul Adha

Selasa, 26 Mei 2026 - 23:00 WIB

Bolehkah Makan Sebelum Salat Idul Adha? Ini Sunnah Rasulullah SAW yang Jarang Diketahui

Selasa, 26 Mei 2026 - 17:00 WIB

Jadwal dan Bacaan Takbiran Idul Adha 2026, Lengkap dengan Jenis Takbir

Selasa, 26 Mei 2026 - 13:00 WIB

5 Tips Menyimpan dan Mengolah Daging Kurban Agar Awet

Berita Terbaru