Negosiasi AS–Iran di Pakistan Buntu, Kedua Pihak Saling Tuding Soal Nuklir dan Syarat Perdamaian

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 13 April 2026 - 08:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAMBI, Pribhumi.com — Upaya perundingan antara Amerika Serikat dan Iran yang digelar di Pakistan berakhir tanpa kesepakatan. Kedua negara justru saling menyalahkan atas kegagalan pembicaraan yang diharapkan mampu mengakhiri konflik berkepanjangan.

Ketegangan antara kedua pihak meningkat sejak serangan militer yang melibatkan Israel pada akhir Februari 2026, yang menewaskan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Iran kemudian melancarkan serangan balasan ke sejumlah target, termasuk fasilitas militer AS di kawasan Teluk.

Dampak konflik tersebut sangat besar. Di Iran, ribuan korban jiwa dan puluhan ribu luka-luka dilaporkan. Sementara itu, di Israel dan pihak militer AS, korban jiwa dan luka juga terus bertambah akibat serangan balasan yang terjadi secara beruntun.

Perundingan yang berlangsung maraton selama hampir satu hari penuh di Islamabad belum menghasilkan titik temu. Wakil Presiden AS, JD Vance, menyebut diskusi yang dilakukan sebenarnya cukup intens dan substansial, namun tetap gagal mencapai kesepakatan akhir.

Baca Juga :  6 Resep Pisang Goreng Tradisional dan Modern

Ia menegaskan bahwa belum tercapainya kesepakatan menjadi kerugian besar bagi Iran, meskipun pihak AS mengaku telah menunjukkan fleksibilitas dalam negosiasi tersebut.

Dari pihak Iran, juru bicara Kementerian Luar Negeri Esmaeil Baqaei menyatakan bahwa pembicaraan berlangsung serius. Namun, ia menekankan bahwa keberhasilan negosiasi sangat bergantung pada itikad baik Washington.

Iran juga mendesak AS untuk menghentikan tuntutan yang dianggap berlebihan dan melanggar hukum internasional, serta meminta pengakuan atas hak-hak sah Iran, termasuk dalam isu energi nuklir damai.

Salah satu poin krusial yang menjadi perdebatan adalah pengembangan program nuklir Iran. AS menilai Iran belum memberikan jaminan tegas untuk tidak mengembangkan senjata nuklir dalam jangka panjang, meskipun fasilitas pengayaan sebelumnya telah dihancurkan.

Baca Juga :  China Eksekusi 11 Anggota Jaringan Scam Myanmar, Terlibat Pembunuhan hingga Kasino Ilegal

Selain isu nuklir, pembahasan juga mencakup keamanan di Selat Hormuz yang menjadi jalur strategis perdagangan energi dunia, serta upaya penghentian total konflik militer.

Di sisi lain, Iran menuding AS sengaja memperumit perundingan dengan tuntutan yang dinilai tidak realistis. Media pemerintah Iran melaporkan bahwa sejumlah syarat yang diajukan AS, termasuk terkait Selat Hormuz dan kebijakan nuklir, dianggap terlalu ambisius.

Sumber internal Iran bahkan menyebut Washington tengah mencari alasan untuk meninggalkan meja perundingan, sekaligus memperbaiki citra internasionalnya yang dinilai menurun akibat konflik tersebut.

Meski pembicaraan sempat melibatkan mediator dari Pakistan, kedua delegasi kini kembali berkonsultasi dengan tim masing-masing. Kelanjutan negosiasi masih belum menemui kepastian.

Berita Terkait

Gelombang Panas Ekstrem Hantam Prancis, 40 Orang Tewas Tenggelam Saat Warga Cari Kesejukan
Pemerintah Pastikan Perlindungan TKW YY Korban Penganiayaan di Malaysia Meski Berangkat Lewat Jalur Nonprosedural
Hoaks dan Ketidakpercayaan Hambat Penanganan Wabah Ebola di Kongo, Ratusan Kasus Terus Bertambah
Ekspor Indonesia Terancam, Trump Usulkan Bea Masuk Tambahan 10 Persen
Trump Murka kepada Netanyahu, Serangan Israel ke Lebanon Dinilai Ancam Diplomasi AS-Iran
Sanksi Chip AS Berbalik Arah, Huawei Siapkan Teknologi Setara 1,4 Nanometer
Sistem Imigrasi Malaysia Lumpuh Berjam-jam, Ribuan Pelancong Terjebak Antrean Panjang di Perbatasan
PBB Peringatkan Dunia Hadapi Rekor Suhu Panas Baru hingga 2030, El Nino Diprediksi Menguat

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 11:00 WIB

Gelombang Panas Ekstrem Hantam Prancis, 40 Orang Tewas Tenggelam Saat Warga Cari Kesejukan

Selasa, 16 Juni 2026 - 07:41 WIB

Pemerintah Pastikan Perlindungan TKW YY Korban Penganiayaan di Malaysia Meski Berangkat Lewat Jalur Nonprosedural

Senin, 8 Juni 2026 - 01:00 WIB

Hoaks dan Ketidakpercayaan Hambat Penanganan Wabah Ebola di Kongo, Ratusan Kasus Terus Bertambah

Kamis, 4 Juni 2026 - 11:00 WIB

Ekspor Indonesia Terancam, Trump Usulkan Bea Masuk Tambahan 10 Persen

Rabu, 3 Juni 2026 - 13:00 WIB

Trump Murka kepada Netanyahu, Serangan Israel ke Lebanon Dinilai Ancam Diplomasi AS-Iran

Berita Terbaru