Relokasi Ratusan Ribu Makam di Da Nang, Proyek Ambisius Demi Kereta Cepat dan Kota Modern

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 4 April 2026 - 23:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAMBI, Pribhumi.com — Pemerintah Kota Da Nang, Vietnam, tengah menyiapkan langkah besar dengan merelokasi ratusan ribu makam yang tersebar di kawasan permukiman dan area bisnis. Kebijakan ini merupakan bagian dari proyek penataan kota berskala besar sekaligus mendukung pembangunan jalur kereta cepat nasional.

Dinas Konstruksi Da Nang telah mengajukan proposal kepada Komite Rakyat kota setelah hasil survei terbaru mengungkap sebanyak 394.470 makam perlu dipindahkan hingga akhir Februari. Dari jumlah tersebut, sekitar 67 ribu makam telah lebih dulu masuk dalam rencana relokasi sejak Agustus 2025, sementara sekitar 327 ribu lainnya baru terdata dalam survei lanjutan.

Temuan ini juga mengungkap persoalan yang lebih luas. Di wilayah timur Da Nang, mulai dari kawasan jalan tol hingga pesisir, terdapat sekitar 256 kompleks pemakaman dengan total lebih dari 1,4 juta makam yang tersebar di lahan seluas 1.420 hektare. Banyak di antaranya berada di tengah kawasan hunian dan zona yang kini diarahkan untuk pengembangan industri serta komersial.

Baca Juga :  Polda Riau Tegaskan Larangan Premanisme dan Perampasan Kendaraan di Jalanan

Kondisi tersebut merupakan dampak dari urbanisasi yang berlangsung cepat selama beberapa dekade terakhir. Pembangunan permukiman kerap dilakukan di sekitar area pemakaman lama tanpa proses relokasi, sehingga menimbulkan tumpang tindih fungsi ruang.

Pemerintah setempat menilai keberadaan makam di tengah permukiman tidak sesuai dengan standar zona penyangga lingkungan. Selain berpotensi mencemari air tanah, kondisi ini juga dianggap berisiko bagi kesehatan masyarakat serta menghambat perencanaan kota dan masuknya investasi.

Relokasi makam menjadi semakin mendesak seiring rencana pembangunan proyek kereta cepat utara–selatan Vietnam, yang disebut sebagai proyek infrastruktur terbesar dalam sejarah negara tersebut. Jalur kereta dengan kecepatan hingga 350 kilometer per jam ini akan melintasi lebih dari 116 kilometer wilayah Da Nang dan membutuhkan pembebasan lahan seluas sekitar 866 hektare.

Baca Juga :  Menpar Tanggapi Kebijakan Trump, Pariwisata Jadi Andalan Hadapi Tekanan Global

Pemerintah Vietnam menargetkan pembangunan proyek tersebut dimulai pada Desember 2026.

Selain untuk jalur transportasi, lahan yang dibebaskan juga akan dimanfaatkan untuk pengembangan kawasan perkotaan pesisir modern dengan konsep hijau dan pintar di sepanjang garis pantai timur Da Nang.

Sebagai solusi, pemerintah kota mengusulkan pembangunan lima kompleks pemakaman terpusat baru di wilayah barat dengan total luas sekitar 437 hektare. Proses pemindahan makam akan dilakukan secara bertahap dari wilayah timur ke barat, bersamaan dengan penutupan pemakaman kecil yang tersebar.

Perencanaan proyek ini ditargetkan rampung pada kuartal kedua 2026, sementara sebagian besar proses relokasi diharapkan selesai pada 2030. Di sisi lain, pemerintah juga memperketat pengawasan untuk mencegah praktik pemakaman ilegal di luar lokasi yang telah ditetapkan.

Berita Terkait

Rusia Hentikan Ekspor Bensin Mulai April 2026, Stabilitas Domestik Jadi Prioritas
Dua Prajurit TNI Gugur di Lebanon, PBB Selidiki Ledakan yang Hantam Pasukan UNIFIL
Kim Jong Un Awasi Uji Mesin Roket Canggih, Korea Utara Percepat Ambisi Rudal Global
Gelombang Demonstrasi “No Kings” Guncang AS, Jutaan Warga Tuntut Donald Trump Mundur
Zulhas Pastikan Pangan Indonesia Aman, Tak Bergantung pada Timur Tengah
Ratusan Penumpang Terlantar, Gangguan Penerbangan Meluas di Arab Saudi
Serangan Balasan Iran Hantam Pangkalan AS di Arab Saudi, Belasan Tentara Terluka
Serangan Israel ke Beirut Selatan Memanas, Hizbullah Tolak Gencatan Senjata

Berita Terkait

Sabtu, 4 April 2026 - 23:00 WIB

Relokasi Ratusan Ribu Makam di Da Nang, Proyek Ambisius Demi Kereta Cepat dan Kota Modern

Selasa, 31 Maret 2026 - 15:00 WIB

Rusia Hentikan Ekspor Bensin Mulai April 2026, Stabilitas Domestik Jadi Prioritas

Selasa, 31 Maret 2026 - 13:00 WIB

Dua Prajurit TNI Gugur di Lebanon, PBB Selidiki Ledakan yang Hantam Pasukan UNIFIL

Minggu, 29 Maret 2026 - 23:59 WIB

Kim Jong Un Awasi Uji Mesin Roket Canggih, Korea Utara Percepat Ambisi Rudal Global

Minggu, 29 Maret 2026 - 15:00 WIB

Gelombang Demonstrasi “No Kings” Guncang AS, Jutaan Warga Tuntut Donald Trump Mundur

Berita Terbaru