Prabowo : “1.063 Tambang ilegal rugikan Negara hingga Rp300 triliun”

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 22 Agustus 2025 - 18:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PRIBHUMI.COM, JAKARTA – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan banyak tambang ilegal yang beroperasi di kawasan hutan. Maka dari itu, ia diminta Presiden Prabowo Subianto untuk melakukan perbaikan.

Menurutnya, Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Hilirisasi dan Ketahanan Energi Nasional telah mengantongi data tambang-tambang ilegal tersebut.

“Setelah dicek oleh Satgas, ada yang IUP-nya belum ada, kemudian orang sudah melakukan penebangan, illegal mining,” ujar Bahlil di Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (22/8/2025).

Ia menuturkan, temuan tambang ilegal itu sudah dibahas dengan Prabowo bersama sejumlah menteri Kabinet Merah Putih di Hambalang, Bogor, Jawa Barat. Presiden meminta Bahlil, sebagai Ketua Satgas Hilirisasi, untuk segera melakukan penanganan.

Baca Juga :  Setahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Komdigi Hadirkan Transformasi Digital dari Perlindungan Anak hingga Peta Jalan AI

“Ini kan kita harus tertibkan, karena terkait dengan Pasal 33, bahwa Presiden ingin semuanya harus ditata dengan baik. Tujuannya agar lingkungan bisa kita jaga, tapi juga negara bisa mendapatkan pendapatan,” ungkapnya.

Sebelumnya, Prabowo menyebut praktik tambang ilegal di Indonesia menyebabkan kerugian negara yang sangat besar, mencapai minimal Rp 300 triliun.

Hal ini disampaikannya saat pidato kenegaraan pertama di Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD, di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (15/8/2025).

Baca Juga :  Indra Hilang Diduga Tenggelam Saat Memancing di Sungai Batanghari Jambi

Prabowo menjelaskan, berdasarkan laporan yang diterimanya, terdapat 1.063 tambang ilegal yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Tambang-tambang tersebut dianggap merugikan negara karena tidak mengacu pada aturan yang berlaku dan menimbulkan potensi kerugian finansial yang sangat besar.

“Dan potensi kekayaan yang dihasilkan oleh 1.063 tambang ilegal ini dilaporkan potensi kerugian negara adalah minimal Rp 300 triliun,” ujar Prabowo.

 

Sumber Berita: Kompas.com

Berita Terkait

Nuzran Joher Desak Pembenahan Pengaduan WNA di Kantor Imigrasi Indonesia
Wako Alfin Terima Yayasan Regen, Pengelolaan Sampah Berkelanjutan Jadi Fokus Bersama
Kejagung Ungkap Dugaan Mark Up Motor Listrik Rp1 Triliun di BGN
KPK Tetapkan 8 Tersangka Korupsi Izin Tinggal WNA, Diduga Raup Rp145,5 Miliar dari Praktik Pemerasan
Dr. Idel Eprianto: Penguatan Ekonomi Desa Kunci Hadapi Gejolak Rupiah
Ketua Komisi III DPR Usul Larangan Afiliasi Ormas bagi Anggota Polri Masuk RUU Polri
Ribuan Dapur MBG Dibekukan, Ini Penyebab yang Ditemukan BGN
Kasus Korupsi MBG Menguak, Kantor BGN dan Rumah Tersangka Digeledah Kejagung

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 20:22 WIB

Nuzran Joher Desak Pembenahan Pengaduan WNA di Kantor Imigrasi Indonesia

Selasa, 9 Juni 2026 - 15:29 WIB

Wako Alfin Terima Yayasan Regen, Pengelolaan Sampah Berkelanjutan Jadi Fokus Bersama

Senin, 8 Juni 2026 - 07:00 WIB

Kejagung Ungkap Dugaan Mark Up Motor Listrik Rp1 Triliun di BGN

Senin, 8 Juni 2026 - 05:00 WIB

KPK Tetapkan 8 Tersangka Korupsi Izin Tinggal WNA, Diduga Raup Rp145,5 Miliar dari Praktik Pemerasan

Sabtu, 6 Juni 2026 - 17:00 WIB

Dr. Idel Eprianto: Penguatan Ekonomi Desa Kunci Hadapi Gejolak Rupiah

Berita Terbaru

Uncategorized

Anggaran Terancam Membengkak, Pemerintah Kaji Penutupan SPPG

Sabtu, 13 Jun 2026 - 14:56 WIB