Jakarta, Pribhumi.com – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, memutuskan menunda rencana serangan terhadap fasilitas pembangkit listrik Iran setelah menerima permintaan dari pemerintah Teheran.
Dilaporkan Al Jazeera pada Jumat (27/3/2026), keputusan tersebut diambil seiring dengan berlangsungnya proses negosiasi antara Washington dan Teheran yang diklaim menunjukkan perkembangan positif.
Trump menyebut penundaan dilakukan selama 10 hari, dengan batas waktu baru hingga Senin, 6 April 2026 pukul 20.00 waktu setempat. Pernyataan itu disampaikan melalui akun media sosial pribadinya di Truth Social.
Dalam keterangannya, Trump menegaskan bahwa keputusan ini merupakan respons atas permintaan langsung dari pemerintah Iran, sekaligus memberi ruang bagi proses diplomasi yang tengah berlangsung.
Ia juga membantah berbagai laporan yang menyebut negosiasi tidak berjalan baik. Menurutnya, pembicaraan antara kedua negara justru menunjukkan kemajuan signifikan.
Sebelumnya, Trump sempat memberikan ultimatum kepada Iran untuk membuka kembali jalur strategis Selat Hormuz dalam waktu 48 jam atau menghadapi serangan militer yang menargetkan infrastruktur energi.
Namun, tenggat tersebut kemudian diperpanjang selama lima hari, sebelum akhirnya kembali ditunda demi memberi kesempatan lanjutan bagi proses perundingan.
Langkah ini dinilai sebagai sinyal meredanya ketegangan sementara antara kedua negara, meski situasi geopolitik di kawasan masih tetap dinamis.











