Jakarta, Pribhumi.com – Pemerintah Arab Saudi resmi memberlakukan aturan baru pelaksanaan umrah selama Ramadan 1447 Hijriah atau 2026 Masehi.Dilansir dari Gulf News, Minggu (22/2/2026), Kebijakan ini disusun untuk mengantisipasi lonjakan jemaah yang memadati Masjidil Haram, khususnya pada sepuluh malam terakhir bulan suci.
Setiap tahun, Ramadan menjadi periode paling ramai bagi umat Islam yang ingin menunaikan ibadah umrah. Kepadatan biasanya terjadi menjelang waktu salat, setelah salat, serta pada malam-malam ganjil di penghujung Ramadan.
Pengaturan Arus dan Kendali Kerumunan
Otoritas setempat menyiapkan sistem pengendalian massa guna menjaga kelancaran arus jemaah di dalam dan sekitar area masjid. Petugas keamanan akan mengarahkan pergerakan jemaah melalui jalur pejalan kaki yang telah ditentukan. Jemaah juga diminta tidak berdesakan serta mengikuti seluruh instruksi di lapangan.
Area pusat di sekitar Masjidil Haram diperkirakan mengalami kepadatan tinggi pada jam-jam tertentu. Karena itu, jemaah diimbau mengatur waktu kedatangan agar tidak menumpuk dalam satu periode.
Digitalisasi Akses Masjid
Sebagai bagian dari modernisasi layanan, akses masuk masjid kini dilengkapi indikator digital berbasis warna. Tanda hijau menunjukkan kapasitas masih tersedia, sedangkan tanda merah menandakan area telah penuh.
Selain itu, pemerintah mendorong penggunaan transportasi umum seperti bus, taksi resmi, dan Kereta Cepat Haramain untuk mengurangi kemacetan. Kendaraan pribadi akan dibatasi memasuki zona pusat pada waktu sibuk, sementara fasilitas parkir dan layanan antar-jemput disiapkan di wilayah penyangga kota.
Penguatan Keamanan dan Larangan Tertentu
Pengamanan di area pusat diperketat. Kendaraan tanpa izin, sepeda motor, dan sepeda dilarang melintas di jalur pejalan kaki. Jemaah juga tidak diperbolehkan berkumpul di pintu masuk, lorong, maupun akses darurat.
Setelah menunaikan salat, jemaah diminta segera meninggalkan area agar memberi kesempatan bagi jemaah lainnya. Pemerintah juga melarang membawa senjata, merokok di area terlarang, mengemis, berjualan tanpa izin, hingga menghalangi jalur umum.
Fasilitas Ramah Lansia dan Disabilitas
Dalam pedoman terbaru ini, perhatian khusus diberikan kepada lansia dan penyandang disabilitas. Disediakan jalur prioritas, area salat khusus, serta layanan kereta listrik untuk membantu mobilitas, termasuk saat melaksanakan tawaf.
Keluarga yang membawa anak-anak diminta mempertimbangkan kondisi keramaian, terutama saat waktu-waktu puncak ibadah.
Imbauan Kesehatan dan Keselamatan
Aspek kesehatan menjadi fokus penting. Jemaah dianjurkan menjaga hidrasi, menghindari paparan panas berlebih, dan segera memanfaatkan layanan medis apabila mengalami gangguan kesehatan.
Di area penginapan, jemaah diingatkan mengenali jalur evakuasi, tidak membebani stopkontak secara berlebihan, serta memastikan peralatan keselamatan kebakaran tersedia dan mudah diakses.
Wajib Izin Digital
Seluruh jemaah diwajibkan mengantongi izin resmi melalui sistem perizinan digital dan mengikuti jadwal yang telah ditentukan. Kebijakan ini bertujuan membatasi kepadatan dan menjaga kenyamanan bersama.
Dengan regulasi ini, Arab Saudi berharap pelaksanaan umrah Ramadan 2026 berjalan lebih tertib, aman, serta tetap khusyuk di tengah tingginya antusiasme umat Islam dari berbagai penjuru dunia.











