Kapal Induk Terbesar AS Bergerak ke Mediterania, Ketegangan dengan Iran Kian Memanas

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 22 Februari 2026 - 13:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Pribhumi.com – Situasi geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran kembali memanas setelah kapal induk terbesar milik militer AS, USS Gerald R. Ford, dilaporkan memasuki kawasan Laut Mediterania pada Jumat waktu setempat.

Dilansir kantor berita AFP, Sabtu (21/2/2026), Pergerakan kapal induk canggih tersebut merupakan bagian dari strategi penguatan militer yang diperintahkan Presiden AS, Donald Trump, sebagai respons atas meningkatnya ketegangan dengan Iran. Kapal tersebut terlihat melintasi Selat Gibraltar, jalur penting yang menghubungkan Samudra Atlantik dengan Laut Mediterania.

USS Gerald R. Ford dijadwalkan bergabung dengan kapal induk lainnya, USS Abraham Lincoln, beserta armada pengawalnya yang telah lebih dahulu berada di kawasan Timur Tengah. Kehadiran dua kapal induk sekaligus menunjukkan keseriusan Washington dalam memperkuat posisi militernya di wilayah tersebut.

Baca Juga :  Tiga Pendaki Perempuan Dievakuasi dari Gunung Dempo akibat Hipotermia dan Cedera

Presiden Trump juga menyampaikan bahwa pihaknya tengah mempertimbangkan opsi serangan terbatas terhadap Iran apabila proses diplomasi tidak mencapai kesepakatan. Ia sebelumnya telah memberikan tenggat waktu bagi Teheran untuk mencapai titik temu dalam perundingan yang berlangsung.

Di sisi lain, pemerintah Iran menyatakan bahwa rancangan proposal kesepakatan dengan AS hampir rampung setelah pembahasan intensif yang berlangsung di Jenewa. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyebut dokumen tersebut akan menjadi tahap penting dalam menentukan arah hubungan kedua negara.

Baca Juga :  Breaking News! Korban Banjir Bandang di Sri Lanka Tembus 334 Jiwa, Ratusan Masih Hilang

Ia menambahkan bahwa draft kesepakatan akan segera diserahkan kepada negosiator utama AS untuk kawasan Timur Tengah, sebagai langkah lanjutan menuju kemungkinan tercapainya kesepahaman antara kedua pihak.

Perkembangan ini menandai fase krusial dalam hubungan AS dan Iran, di mana jalur diplomasi masih berjalan, namun diiringi dengan peningkatan kesiapan militer yang signifikan.

Berita Terkait

Jepang Perkenalkan Istilah “Kokushobi” untuk Hari Panas Ekstrem di Atas 40 Derajat Celsius
Selat Hormuz Dibuka Saat Gencatan Senjata, AS Tetap Berlakukan Blokade terhadap Iran
Para Ilmuwan terkejut Temukan Lele Raksasa 293 Kg
Negosiasi AS–Iran di Pakistan Buntu, Kedua Pihak Saling Tuding Soal Nuklir dan Syarat Perdamaian
Guterres Desak AS dan Iran Berunding dengan Iktikad Baik demi Perdamaian Langgeng
Perundingan Iran–AS di Islamabad Diprediksi Dimulai, Tegangan Timur Tengah Jadi Sorotan
AS Pilih Pakistan Jadi Mediator dengan Iran, Ini Alasan di Baliknya
Trump Desak Netanyahu Redam Serangan ke Lebanon, Ketegangan Iran–Israel Picu Penutupan Selat Hormuz

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 23:00 WIB

Jepang Perkenalkan Istilah “Kokushobi” untuk Hari Panas Ekstrem di Atas 40 Derajat Celsius

Sabtu, 18 April 2026 - 09:42 WIB

Selat Hormuz Dibuka Saat Gencatan Senjata, AS Tetap Berlakukan Blokade terhadap Iran

Senin, 13 April 2026 - 17:00 WIB

Para Ilmuwan terkejut Temukan Lele Raksasa 293 Kg

Senin, 13 April 2026 - 08:42 WIB

Negosiasi AS–Iran di Pakistan Buntu, Kedua Pihak Saling Tuding Soal Nuklir dan Syarat Perdamaian

Minggu, 12 April 2026 - 13:00 WIB

Guterres Desak AS dan Iran Berunding dengan Iktikad Baik demi Perdamaian Langgeng

Berita Terbaru