Jakarta, Pribhumi.com – Situasi geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran kembali memanas setelah kapal induk terbesar milik militer AS, USS Gerald R. Ford, dilaporkan memasuki kawasan Laut Mediterania pada Jumat waktu setempat.
Dilansir kantor berita AFP, Sabtu (21/2/2026), Pergerakan kapal induk canggih tersebut merupakan bagian dari strategi penguatan militer yang diperintahkan Presiden AS, Donald Trump, sebagai respons atas meningkatnya ketegangan dengan Iran. Kapal tersebut terlihat melintasi Selat Gibraltar, jalur penting yang menghubungkan Samudra Atlantik dengan Laut Mediterania.
USS Gerald R. Ford dijadwalkan bergabung dengan kapal induk lainnya, USS Abraham Lincoln, beserta armada pengawalnya yang telah lebih dahulu berada di kawasan Timur Tengah. Kehadiran dua kapal induk sekaligus menunjukkan keseriusan Washington dalam memperkuat posisi militernya di wilayah tersebut.
Presiden Trump juga menyampaikan bahwa pihaknya tengah mempertimbangkan opsi serangan terbatas terhadap Iran apabila proses diplomasi tidak mencapai kesepakatan. Ia sebelumnya telah memberikan tenggat waktu bagi Teheran untuk mencapai titik temu dalam perundingan yang berlangsung.
Di sisi lain, pemerintah Iran menyatakan bahwa rancangan proposal kesepakatan dengan AS hampir rampung setelah pembahasan intensif yang berlangsung di Jenewa. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyebut dokumen tersebut akan menjadi tahap penting dalam menentukan arah hubungan kedua negara.
Ia menambahkan bahwa draft kesepakatan akan segera diserahkan kepada negosiator utama AS untuk kawasan Timur Tengah, sebagai langkah lanjutan menuju kemungkinan tercapainya kesepahaman antara kedua pihak.
Perkembangan ini menandai fase krusial dalam hubungan AS dan Iran, di mana jalur diplomasi masih berjalan, namun diiringi dengan peningkatan kesiapan militer yang signifikan.











