Jambi, Pribhumi.com – Kabar duka menyelimuti Kota Jambi setelah salah satu warganya, Fauzie, dipastikan menjadi korban dalam tragedi jatuhnya helikopter milik PT Matthew Air di Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat.
Fauzie diketahui merupakan warga Perumahan Villa Gading Mayang, RT 30, Kelurahan Mayang Mengurai, Kecamatan Alam Barajo, Kota Jambi. Ia termasuk dalam delapan korban meninggal dunia dalam kecelakaan helikopter yang terjadi di Desa Tapang Tingang, Kecamatan Nanga Taman, pada Kamis (16/4/2026).
Ketua RT setempat, Dedy, membenarkan kabar tersebut. Ia mengaku menerima informasi resmi dari pihak keluarga pada Kamis malam sekitar pukul 19.00 WIB, setelah sebelumnya sempat beredar kabar yang belum pasti.
“Awalnya keluarga masih berharap korban selamat. Namun kemudian ada kepastian bahwa beliau meninggal dunia akibat kecelakaan tersebut,” ujar Dedy, Jumat (17/4/2026).
Menurutnya, keluarga korban telah bertolak ke Pontianak untuk menjemput jenazah. Diperkirakan, jenazah akan tiba di Jambi pada Sabtu (18/4/2026) sekitar pukul 11.00 WIB.
“Pihak keluarga sudah berangkat. Insyaallah besok siang jenazah tiba di rumah duka,” tambahnya.
Sejak kabar duka itu diterima, suasana berkabung langsung terasa di lingkungan tempat tinggal korban. Warga setempat menggelar doa bersama dan tahlilan sebagai bentuk penghormatan terakhir.
“Sejak tadi malam sudah dilakukan tahlilan. Hari ini juga sudah didirikan tenda dan akan dilanjutkan dengan yasinan malam kedua,” jelas Dedy.
Di mata warga, Fauzie dikenal sebagai sosok yang ramah dan aktif dalam kegiatan lingkungan. Ia juga bekerja di sektor perkebunan kelapa sawit di wilayah Pontianak.
“Beliau orangnya baik dan sering terlibat dalam kegiatan RT saat berada di Jambi. Usianya sekitar di atas 50 tahun,” katanya.
Sementara itu, berdasarkan keterangan Basarnas, helikopter dengan nomor registrasi PK-CFX yang melayani rute Melawi–Kubu Raya dilaporkan hilang kontak pada Kamis pagi pukul 08.39 WIB di wilayah Desa Tapang Tingang.
Laporan tersebut diterima Kantor SAR Pontianak sekitar pukul 10.40 WIB dari pihak AirNav. Titik dugaan jatuhnya helikopter berada sekitar 114 kilometer dari Pos SAR Sintang.
Tim SAR gabungan langsung melakukan pencarian intensif hingga akhirnya seluruh korban berhasil ditemukan pada pukul 23.22 WIB dan dievakuasi ke posko SAR.
Proses evakuasi lanjutan dilakukan keesokan harinya dengan dukungan jalur darat dan udara. Helikopter Super Puma TNI AU dari Lanud Supadio dikerahkan untuk mengangkut korban menuju Pontianak.
Setibanya di Lanud Supadio, seluruh jenazah kemudian dibawa ke RS Bhayangkara Polda Kalimantan Barat untuk proses identifikasi oleh Tim DVI.
Operasi pencarian dan pertolongan resmi ditutup pada Jumat (17/4/2026) pukul 14.35 WIB setelah seluruh korban berhasil dievakuasi. Seluruh personel yang terlibat kemudian dikembalikan ke satuan masing-masing.











