Kemenag: Secara Hisab, 1 Ramadan 1447 H Diperkirakan Jatuh 19 Februari 2026

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 17 Februari 2026 - 18:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Pribhumi.com — Anggota Tim Rukyatul Hilal Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag), Cecep Nurwendaya, memaparkan hasil perhitungan awal (hisab) terkait penentuan 1 Ramadan 1447 Hijriah. Dalam paparannya, ia menegaskan bahwa hasil tersebut masih bersifat informatif dan belum menjadi keputusan resmi pemerintah.

Menurut Cecep, berdasarkan metode hisab dengan kriteria imkanur rukyat yang disepakati forum MABIMS (Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura), awal Ramadan 1447 H secara perhitungan astronomi diperkirakan jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026.

Ia menjelaskan, hasil hisab tersebut tetap membutuhkan verifikasi melalui rukyatul hilal atau pengamatan langsung di lapangan. Hasil rukyat itulah yang nantinya akan menjadi bahan pertimbangan dalam sidang isbat penetapan awal Ramadan.

Baca Juga :  Anang Hermansyah dan Ashanty Jual Rumah Mewah di Cinere dengan Harga Rp 25 Miliar

Posisi Hilal Belum Penuhi Kriteria

Cecep mengungkapkan, hingga saat pemaparan dilakukan, posisi hilal di wilayah Indonesia belum memenuhi kriteria MABIMS. Berdasarkan kesepakatan terbaru di Bali pada 2023, syarat elongasi geosentrik minimal yang harus dipenuhi adalah 6,4 derajat dengan tinggi hilal minimal 3 derajat di atas ufuk.

Ia menekankan bahwa kedua parameter tersebut tidak bisa dipisahkan. Artinya, tinggi hilal dan elongasi harus terpenuhi secara bersamaan agar bisa ditetapkan sebagai awal bulan Hijriah.

“Jika masih berada di zona yang belum memenuhi ambang batas, maka belum bisa dinyatakan masuk awal bulan,” jelasnya.

Baca Juga :  Menkeu Purbaya Optimistis Ekonomi RI Melaju Kencang di Akhir 2025

Perbedaan dengan Negara Lain

Dalam pemaparannya, Cecep juga menyinggung bahwa di beberapa wilayah seperti Amerika, posisi hilal telah memenuhi kriteria MABIMS. Namun, negara tersebut tidak terikat pada kesepakatan MABIMS sehingga tidak menjadi acuan bagi Indonesia.

Penentuan awal Ramadan di Indonesia tetap berpedoman pada kesepakatan empat negara anggota MABIMS dan hasil pemantauan di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Keputusan resmi mengenai 1 Ramadan 1447 H akan diumumkan pemerintah setelah sidang isbat yang digelar pada malam hari usai proses rukyatul hilal dilakukan di berbagai titik pemantauan di Tanah Air.

Berita Terkait

Pemerintah Tetapkan WFH ASN Setiap Jumat Mulai April 2026, Fokus Efisiensi Energi dan Kinerja
Kemenyan dalam Tradisi Kerinci: Warisan Leluhur, Aroma Spiritual, dan Manfaat Kesehatan
WFH Sehari Seminggu Berlaku, Menaker Tegaskan Gaji Karyawan Tetap Dibayar Penuh
Lapor SPT via Coretax, Direktorat Jenderal Pajak Teliti Validitas dan Kelengkapan Data Wajib Pajak
Batas Pelaporan SPT Diperpanjang hingga 30 April 2026, Ini Panduan Lengkap Lapor Pajak via Coretax
Haji Furoda: Solusi Berangkat Haji Tanpa Antre, Ini Penjelasan dan Aturan Lengkapnya
Pemerintah Terapkan WFH Sehari untuk Swasta Mulai April 2026, Upaya Hemat BBM
Jejak Gunung Sinai dalam Al-Qur’an: Lokasi Bukit Tursina dan Kisah Nabi Musa Menerima Wahyu

Berita Terkait

Jumat, 3 April 2026 - 21:00 WIB

Pemerintah Tetapkan WFH ASN Setiap Jumat Mulai April 2026, Fokus Efisiensi Energi dan Kinerja

Kamis, 2 April 2026 - 23:59 WIB

Kemenyan dalam Tradisi Kerinci: Warisan Leluhur, Aroma Spiritual, dan Manfaat Kesehatan

Kamis, 2 April 2026 - 09:00 WIB

WFH Sehari Seminggu Berlaku, Menaker Tegaskan Gaji Karyawan Tetap Dibayar Penuh

Rabu, 1 April 2026 - 23:59 WIB

Lapor SPT via Coretax, Direktorat Jenderal Pajak Teliti Validitas dan Kelengkapan Data Wajib Pajak

Rabu, 1 April 2026 - 23:00 WIB

Batas Pelaporan SPT Diperpanjang hingga 30 April 2026, Ini Panduan Lengkap Lapor Pajak via Coretax

Berita Terbaru

Ekonomi dan Bisniss

Tarif Travel Kerinci–Sungai Penuh Naik, Ini Penjelasan Dishub

Jumat, 3 Apr 2026 - 18:39 WIB