Lima Oknum TNI AL Diamankan POM AL Usai Dugaan Penganiayaan Warga di Melonguane

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 25 Januari 2026 - 19:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Melonguane, Pribhumi.com – Kasus dugaan penganiayaan yang melibatkan lima oknum anggota TNI Angkatan Laut (AL) di Melonguane, Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, kini tengah ditangani secara serius oleh Polisi Militer TNI AL (POM AL).

Kelima oknum tersebut diamankan untuk menjalani pemeriksaan intensif menyusul laporan dugaan penganiayaan terhadap enam warga sipil. Salah satu korban diketahui berprofesi sebagai guru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di wilayah setempat.

Peristiwa ini sempat memicu kemarahan warga hingga sejumlah masyarakat mendatangi Markas Komando (Mako) Pangkalan TNI AL (Lanal) Melonguane. Situasi kian menjadi sorotan publik setelah rekaman video insiden tersebut beredar luas di media sosial.

Baca Juga :  Benjamin Sesko Diproyeksikan Jadi Pilar Utama Manchester United

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian bermula pada Jumat malam (23/1/2026) sekitar pukul 21.00 WITA. Saat itu, para korban tengah memancing di area pelabuhan Melonguane. Tiba-tiba, sekelompok orang datang sambil berteriak-teriak dan diduga berada dalam pengaruh minuman keras.

Korban yang merasa terganggu kemudian mendekati kelompok tersebut dan menyadari bahwa mereka merupakan oknum anggota TNI AL yang bertugas di Lanal Melonguane. Upaya korban untuk menegur, sambil merekam kejadian menggunakan ponsel, diduga justru berujung pada tindakan kekerasan.

Komandan Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) VIII, Laksamana Muda TNI Dery Triesananto Suhendi, S.E., M.Tr.Ops, menegaskan bahwa institusinya tidak akan menoleransi tindakan melanggar hukum yang dilakukan oleh prajurit.

Baca Juga :  WFH Pasca Lebaran Didukung MPR, Dinilai Efektif Tekan Konsumsi BBM

“Atas nama pimpinan TNI Angkatan Laut, kami menegaskan tidak ada toleransi terhadap perbuatan tidak terpuji dan pelanggaran hukum oleh anggota TNI AL,” tegas Dery dalam keterangan resminya.

Ia memastikan seluruh oknum yang terlibat akan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku sebagai bentuk komitmen TNI AL dalam menjaga disiplin, profesionalisme, dan kepercayaan publik.

Saat ini, situasi keamanan di Melonguane dilaporkan telah kembali kondusif, sementara proses hukum terhadap para terduga pelaku terus berjalan di bawah penanganan POM AL.

Berita Terkait

Gempa M 7,6 Guncang Bitung, 1 Warga Meninggal dan Tsunami Terdeteksi
Jemaah Tarekat Naqsyabandiyah di Makassar Gelar Salat Idul Fitri 1447 H Lebih Awal
Bayi 9 Bulan Alami Luka di Tangan Usai Perawatan, RSIA di Makassar Beri Penjelasan
Korban Terakhir Pesawat ATR 42-500 Ditemukan di Bulusaraung, Operasi SAR Resmi Ditutup
Update Pencarian Pesawat ATR 42-500, Dua Korban Kecelakaan Pesawat Ditemukan
Satu Jasad Korban Pesawat ATR IAT Ditemukan di Jurang Gunung Bulusaraung Maros
Pesawat ATR Indonesia Air Transport Diduga Jatuh di Pegunungan Maros, TNI AU Kerahkan Helikopter Caracal
Banjir Bandang Landa Banawa dan Rio Pakava Donggala, Puluhan Desa Terdampak

Berita Terkait

Kamis, 2 April 2026 - 08:30 WIB

Gempa M 7,6 Guncang Bitung, 1 Warga Meninggal dan Tsunami Terdeteksi

Kamis, 19 Maret 2026 - 17:00 WIB

Jemaah Tarekat Naqsyabandiyah di Makassar Gelar Salat Idul Fitri 1447 H Lebih Awal

Jumat, 20 Februari 2026 - 19:00 WIB

Bayi 9 Bulan Alami Luka di Tangan Usai Perawatan, RSIA di Makassar Beri Penjelasan

Minggu, 25 Januari 2026 - 19:00 WIB

Lima Oknum TNI AL Diamankan POM AL Usai Dugaan Penganiayaan Warga di Melonguane

Jumat, 23 Januari 2026 - 20:35 WIB

Korban Terakhir Pesawat ATR 42-500 Ditemukan di Bulusaraung, Operasi SAR Resmi Ditutup

Berita Terbaru

Budaya dan Wisata

Makna dan Manfaat Kemenyan: Dari Tradisi Kerinci hingga Khasiat Kesehatan

Kamis, 2 Apr 2026 - 23:59 WIB