Jakarta, Pribhumi.com – Sebuah aktivitas wisata ekstrem di wilayah Arktik Rusia berakhir tragis. Seorang turis wanita asal Belarusia dilaporkan hilang setelah terseret arus saat mengikuti wisata mengapung di sungai es di Sungai Tuloma, kawasan Kola, Murmansk, bertepatan dengan perayaan Tahun Baru 2026.
Peristiwa tersebut terjadi ketika korban, berusia 57 tahun, mengikuti sesi wisata mengapung di perairan beku yang selama ini dipromosikan sebagai atraksi aman dan menyehatkan. Dalam paket wisata tersebut, peserta mengenakan pakaian apung berinsulasi tebal yang dirancang untuk menjaga suhu tubuh sekaligus memastikan daya apung di air dingin ekstrem.
Penyelenggara wisata mengklaim aktivitas ini bebas dari risiko tenggelam. Peserta diarahkan mengapung telentang di permukaan air es, menciptakan sensasi seolah melayang. Namun, pakaian khusus yang kaku justru membatasi pergerakan, sehingga peserta biasanya diikat atau diawasi ketat, terutama saat dilakukan di sungai dengan arus tidak stabil.
Menurut keterangan warga setempat, lokasi wisata tersebut dikenal berbahaya karena memiliki arus bawah laut kuat yang dipengaruhi pasang surut. Insiden diduga terjadi saat kondisi air surut, ketika arus sungai mengalir lebih cepat menuju muara.
Korban diperkirakan berada di air kurang dari 40 menit sebelum akhirnya hilang terbawa arus. Tim penyelamat segera melakukan pencarian hingga ke area laut dan seberang sungai, namun upaya tersebut tidak membuahkan hasil.
Cuaca ekstrem menjadi hambatan utama proses evakuasi. Laut yang membeku, kabut tebal, suhu di bawah nol derajat, serta jarak pandang yang nyaris nol membuat pencarian sangat berisiko. Pihak berwenang menyebut kecil kemungkinan korban dapat bertahan hidup lebih dari beberapa jam dalam kondisi tersebut.
Insiden ini menambah daftar kecelakaan dalam wisata mengapung di es. Sebulan sebelumnya, wisatawan asal India dan China sempat terseret arus dalam aktivitas serupa, namun berhasil selamat secara tidak sengaja karena adanya perahu di sekitar lokasi.
Komite Investigasi Rusia kini melakukan penyelidikan mendalam atas kasus ini dan telah menetapkan penyelenggara wisata sebagai pihak yang bertanggung jawab. Aparat menyita perlengkapan termal yang digunakan dan menilai peralatan tersebut tidak memenuhi standar keselamatan yang ditetapkan.










