Jakarta, Pribhumi.com – Membaca sering kali menjadi kebiasaan yang ingin dilakukan banyak orang, namun sulit untuk benar-benar dimulai. Kesibukan, rasa lelah, hingga dominasi media sosial membuat buku perlahan tersisih dari aktivitas harian.
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa membaca berperan penting dalam menjaga kesehatan otak, meningkatkan fokus, serta memperluas wawasan. Sayangnya, minat baca masih menjadi tantangan di banyak negara, termasuk Indonesia.
Berdasarkan laporan UNESCO, tingkat literasi Indonesia masih tergolong rendah secara global. Sementara itu, di Amerika Serikat, jumlah orang yang rutin membaca untuk kesenangan juga mengalami penurunan drastis dalam dua dekade terakhir, seiring meningkatnya waktu yang dihabiskan di layar gawai.
Meski begitu, data Perpustakaan Nasional mencatat adanya tren positif. Tingkat kegemaran membaca masyarakat Indonesia mengalami peningkatan, terutama dipengaruhi oleh generasi muda yang mulai beralih ke bacaan digital seperti e-book dan audiobook.
Para pakar menilai, kebiasaan membaca masih sangat mungkin ditumbuhkan, asalkan dimulai dengan cara yang realistis dan tidak memberatkan. Berikut sejumlah tips mudah untuk membangun kebiasaan membaca menjelang 2026.
1. Mulai dari Bacaan yang Disukai, Bukan yang ‘Berat’
Kesalahan umum saat ingin rajin membaca adalah langsung memilih buku tebal atau topik serius. Padahal, kunci awalnya adalah rasa nyaman dan senang.
Pilih bacaan yang sesuai minat, baik itu cerita pendek, novel ringan, komik, atau buku bertema hobi. Rekomendasi dari teman, komunitas pembaca daring, hingga pustakawan bisa membantu menemukan bacaan yang tepat.
2. Tetapkan Target Kecil dan Realistis
Membaca tidak harus lama. Luangkan waktu singkat, misalnya beberapa halaman per hari, saat sebelum tidur atau di sela istirahat.
Pakar manajemen perhatian menyarankan agar membaca dijadikan rutinitas ringan, bukan target besar yang justru memicu rasa malas. Menjauhkan ponsel saat membaca juga membantu meningkatkan fokus.
3. Manfaatkan Buku Digital dan Audio
Bagi yang sulit membawa buku cetak, versi digital bisa menjadi solusi. E-book dan audiobook memungkinkan membaca atau mendengarkan buku kapan saja, termasuk saat bepergian atau beraktivitas ringan.
Platform perpustakaan digital kini semakin mudah diakses melalui ponsel, sehingga membaca tidak lagi terbatas ruang dan waktu.
4. Bangun Motivasi Lewat Lingkungan Sosial
Membaca tidak harus selalu dilakukan sendiri. Bergabung dengan komunitas buku, tantangan membaca tahunan, atau sekadar melihat daftar bacaan orang lain di media sosial bisa memicu semangat.
Beberapa orang merasa lebih termotivasi ketika melihat aktivitas membaca menjadi bagian dari gaya hidup, bukan sekadar kewajiban.
5. Tidak Menikmati Buku? Tak Masalah untuk Berhenti
Tidak semua buku cocok untuk semua orang. Jika sebuah bacaan terasa membosankan atau tidak menarik, sah-sah saja untuk menghentikannya dan beralih ke buku lain.
Membaca seharusnya menjadi kegiatan menyenangkan dan menenangkan, bukan beban. Pembaca yang menikmati prosesnya justru cenderung lebih konsisten dan menjadikan membaca sebagai kebutuhan, bukan paksaan.










