Minat Membaca Terus Menurun, Ini Cara Sederhana Menumbuhkan Kebiasaan Baca di 2026

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 11 Januari 2026 - 21:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Pribhumi.com – Membaca sering kali menjadi kebiasaan yang ingin dilakukan banyak orang, namun sulit untuk benar-benar dimulai. Kesibukan, rasa lelah, hingga dominasi media sosial membuat buku perlahan tersisih dari aktivitas harian.

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa membaca berperan penting dalam menjaga kesehatan otak, meningkatkan fokus, serta memperluas wawasan. Sayangnya, minat baca masih menjadi tantangan di banyak negara, termasuk Indonesia.

Berdasarkan laporan UNESCO, tingkat literasi Indonesia masih tergolong rendah secara global. Sementara itu, di Amerika Serikat, jumlah orang yang rutin membaca untuk kesenangan juga mengalami penurunan drastis dalam dua dekade terakhir, seiring meningkatnya waktu yang dihabiskan di layar gawai.

Meski begitu, data Perpustakaan Nasional mencatat adanya tren positif. Tingkat kegemaran membaca masyarakat Indonesia mengalami peningkatan, terutama dipengaruhi oleh generasi muda yang mulai beralih ke bacaan digital seperti e-book dan audiobook.

Para pakar menilai, kebiasaan membaca masih sangat mungkin ditumbuhkan, asalkan dimulai dengan cara yang realistis dan tidak memberatkan. Berikut sejumlah tips mudah untuk membangun kebiasaan membaca menjelang 2026.

Baca Juga :  5 Rekomendasi Laptop Gaming Terbaik 2026, Spek Gahar untuk Game Berat dan E-Sports

1. Mulai dari Bacaan yang Disukai, Bukan yang ‘Berat’

Kesalahan umum saat ingin rajin membaca adalah langsung memilih buku tebal atau topik serius. Padahal, kunci awalnya adalah rasa nyaman dan senang.

Pilih bacaan yang sesuai minat, baik itu cerita pendek, novel ringan, komik, atau buku bertema hobi. Rekomendasi dari teman, komunitas pembaca daring, hingga pustakawan bisa membantu menemukan bacaan yang tepat.

2. Tetapkan Target Kecil dan Realistis

Membaca tidak harus lama. Luangkan waktu singkat, misalnya beberapa halaman per hari, saat sebelum tidur atau di sela istirahat.

Pakar manajemen perhatian menyarankan agar membaca dijadikan rutinitas ringan, bukan target besar yang justru memicu rasa malas. Menjauhkan ponsel saat membaca juga membantu meningkatkan fokus.

3. Manfaatkan Buku Digital dan Audio

Bagi yang sulit membawa buku cetak, versi digital bisa menjadi solusi. E-book dan audiobook memungkinkan membaca atau mendengarkan buku kapan saja, termasuk saat bepergian atau beraktivitas ringan.

Baca Juga :  Pemerintah Tetapkan 17 Hari Libur Nasional Mulai Tahun 2026

Platform perpustakaan digital kini semakin mudah diakses melalui ponsel, sehingga membaca tidak lagi terbatas ruang dan waktu.

4. Bangun Motivasi Lewat Lingkungan Sosial

Membaca tidak harus selalu dilakukan sendiri. Bergabung dengan komunitas buku, tantangan membaca tahunan, atau sekadar melihat daftar bacaan orang lain di media sosial bisa memicu semangat.

Beberapa orang merasa lebih termotivasi ketika melihat aktivitas membaca menjadi bagian dari gaya hidup, bukan sekadar kewajiban.

5. Tidak Menikmati Buku? Tak Masalah untuk Berhenti

Tidak semua buku cocok untuk semua orang. Jika sebuah bacaan terasa membosankan atau tidak menarik, sah-sah saja untuk menghentikannya dan beralih ke buku lain.

Membaca seharusnya menjadi kegiatan menyenangkan dan menenangkan, bukan beban. Pembaca yang menikmati prosesnya justru cenderung lebih konsisten dan menjadikan membaca sebagai kebutuhan, bukan paksaan.

Berita Terkait

DEMA CARE Diluncurkan, Saatnya Advokasi Mahasiswa Dibuktikan dengan Kerja Nyata
STKIP Muhammadiyah Sungai Penuh Lantik Pimpinan Baru, Mahli Zainuddin Mantapkan Transformasi Menuju Universitas
HMI Cabang Kerinci-Sungai Penuh Resmi Tutup LK II Tingkat Nasional, Tekankan Penguatan Kepemimpinan Kader
SMAN 4 Kerinci Borong Tujuh Prestasi di Kejuaraan Menembak Dandim Cup I
ISMI Kerinci–Sungai Penuh Hadir, LAM Kerinci Dorong Sinergi untuk Penguatan Adat
Dinda Putri Khamisah, Putri Kerinci yang Bawa ITB Wakili Asia Pasifik di Final Global 2026
Cara Cek PIP 2026 Sudah Cair atau Belum, Begini Langkah Mengecek Dana Bantuan Pendidikan Kemendikdasmen
Kemdiktisaintek Buka Beasiswa Pra-Doktoral 2026 untuk Dosen, Ini Syarat dan Cara Daftarnya

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 18:06 WIB

DEMA CARE Diluncurkan, Saatnya Advokasi Mahasiswa Dibuktikan dengan Kerja Nyata

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:08 WIB

STKIP Muhammadiyah Sungai Penuh Lantik Pimpinan Baru, Mahli Zainuddin Mantapkan Transformasi Menuju Universitas

Kamis, 15 Oktober 2026 - 14:11 WIB

HMI Cabang Kerinci-Sungai Penuh Resmi Tutup LK II Tingkat Nasional, Tekankan Penguatan Kepemimpinan Kader

Rabu, 7 Oktober 2026 - 01:10 WIB

SMAN 4 Kerinci Borong Tujuh Prestasi di Kejuaraan Menembak Dandim Cup I

Minggu, 23 Agustus 2026 - 19:14 WIB

ISMI Kerinci–Sungai Penuh Hadir, LAM Kerinci Dorong Sinergi untuk Penguatan Adat

Berita Terbaru

Tips dan informasi

Audit Rumah Tasya Farasya Ungkap Besi dan Mutu Beton Tak Sesuai Spesifikasi

Kamis, 29 Okt 2026 - 11:03 WIB