Kerinci, Pribhumi.com — PS Semurup secara resmi mengajukan mosi tidak percaya terhadap kepemimpinan Al Fikri sebagai Ketua PSSI Kabupaten Kerinci. Sebagai voters resmi PSSI, klub tersebut menegaskan menolak seluruh aktivitas sepak bola di Kerinci yang berada di bawah struktur kepengurusan Al Fikri. Mereka juga mendesak Asprov PSSI Jambi agar tidak melantik kepengurusan yang dinilai tidak memenuhi standar profesionalitas.
Pernyataan sikap itu dikeluarkan setelah muncul sejumlah catatan serius terkait tata kelola sepak bola Kerinci. Dalam dokumen resmi yang disampaikan PS Semurup, terdapat lima alasan utama yang menjadi dasar mosi tidak percaya tersebut.
Pertama, kepengurusan disebut gagal mengelola sepak bola secara profesional. Manajemen dinilai tidak menunjukkan tata kelola yang akuntabel, transparan, serta tidak memenuhi standar pembinaan yang selayaknya dijalankan asosiasi kabupaten.
Kedua, klub menyoroti adanya pemberian sanksi tanpa mekanisme yang jelas. Menurut PS Semurup, sejumlah sanksi diberikan tanpa melalui prosedur resmi seperti rapat, sidang, ataupun agenda legal yang sesuai dengan aturan PSSI.
Ketiga, terdapat dugaan kuat praktik nepotisme dalam pengelolaan sepak bola Kerinci. Hal ini dinilai merusak integritas kompetisi maupun pembinaan pemain di tingkat daerah.
Keempat, PS Semurup menuding adanya perangkapan jabatan oleh ketua PSSI Kerinci yang belum dilantik, namun telah bertindak sebagai pemain, manajer, sekaligus panitia dalam ajang Bupati Cup Kerinci. Situasi ini disebut tidak etis dan berpotensi menimbulkan konflik kepentingan.
Kelima, klub menilai ada preseden buruk yang tidak pernah terjadi dalam sejarah sepak bola Kerinci. Untuk pertama kalinya seorang calon ketua PSSI disebut merangkap sebagai Ketua Panitia Turnamen, padahal jabatan tersebut seharusnya bersifat independen.
Atas dasar tersebut, PS Semurup menyatakan tidak dapat menerima, mengakui, ataupun mengikuti kegiatan sepak bola yang berada di bawah kepengurusan Al Fikri. Langkah ini dilakukan sebagai upaya menjaga integritas, martabat, dan masa depan sepak bola Kerinci.
Pernyataan tersebut disampaikan untuk menjadi perhatian sekaligus landasan bagi Asprov PSSI Jambi dalam menentukan tindak lanjut berikutnya.











