Ratusan Hektare Sawah di Kerinci Terancam Gagal Panen, Petani Minta Pemerintah Perbaiki Sistem Pengairan

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 14 November 2025 - 11:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kerinci, Pribhumi.com Ratusan petani di Kecamatan Air Hangat dan Air Hangat Barat tengah menghadapi masa-masa sulit akibat terganggunya sistem pengairan yang mengaliri lahan persawahan mereka. Minimnya suplai air membuat ratusan hektare sawah mengering dan berpotensi gagal panen untuk kedua kalinya dalam setahun.

Pak Wili (60), salah satu petani yang sawahnya terdampak, mengungkapkan bahwa kondisi kekeringan ini membuat seluruh jerih payahnya selama musim tanam sia-sia. Tanaman padi yang baru ditanam berubah menguning karena tidak mendapatkan pasokan air.

Baca Juga :  BMKG: Seluruh Wilayah Jambi Berpotensi Diguyur Hujan Ringan pada 28 Maret 2026

“Ini sudah yang kedua kali dalam satu tahun. Seperti yang terlihat, benih yang kami tanam menguning karena tidak ada air,” ujarnya dengan nada pasrah.

Nasib serupa juga dialami Amirzen (57), petani asal Desa Pasar Semurup. Ia mengatakan bahwa sumber air berada jauh di bagian hulu, sehingga dirinya harus berjaga sepanjang malam untuk memastikan aliran air tetap mengalir ke sawahnya, meski jumlahnya sangat terbatas dan harus berebut dengan petani lain.

Baca Juga :  Yogi Purnomo Resmi Pindah ke Kejari Majalengka, Status Laporan LSM Geransi Dipertanyakan

“Saya harus menjaga aliran air semalaman. Itu pun tidak banyak, karena kami sama-sama membutuhkan,” tuturnya.

Simak Cuplikan AndalasTV disini 

Amirzen menegaskan bahwa sawah bagi mereka adalah sumber utama kehidupan. Jika lahan tidak digarap, mereka kesulitan memenuhi kebutuhan keluarga sehari-hari.

Mewakili keluhan para petani lainnya, Amirzen berharap pemerintah segera melakukan perbaikan dan penataan kembali sistem irigasi agar distribusi air dapat kembali normal. Para petani menilai pembenahan ini sangat mendesak agar mereka tidak terus-menerus mengalami kerugian.

Berita Terkait

Kerinci 100 2026 Kian Mendunia, Ratusan Pelari dari 12 Negara Taklukkan Rute Ekstrem Gunung Kerinci
Harga Minyak Dunia Melonjak, Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Terancam di Bawah 5 Persen
Tarif Travel Kerinci–Sungai Penuh Naik, Ini Penjelasan Dishub
OJK Cabut Izin Usaha BPR Koperindo Jaya, Bank Resmi Ditutup dan Masuk Proses Likuidasi
Oknum Polisi di Jambi Diduga Gelapkan Mobil, Bripda MI Ditahan di Patsus
Kenaikan Tarif Travel Disepakati, Dishub Kerinci Masih Lakukan Pembahasan
Pemerintah Batasi Pembelian BBM Subsidi Mulai 1 April 2026, Harga Tetap
Pembatasan BBM Mulai 1 April 2026, Pembelian Pertalite dan Solar Dibatasi per Kendaraan

Berita Terkait

Sabtu, 4 April 2026 - 19:00 WIB

Kerinci 100 2026 Kian Mendunia, Ratusan Pelari dari 12 Negara Taklukkan Rute Ekstrem Gunung Kerinci

Jumat, 3 April 2026 - 19:00 WIB

Harga Minyak Dunia Melonjak, Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Terancam di Bawah 5 Persen

Jumat, 3 April 2026 - 18:39 WIB

Tarif Travel Kerinci–Sungai Penuh Naik, Ini Penjelasan Dishub

Jumat, 3 April 2026 - 09:00 WIB

OJK Cabut Izin Usaha BPR Koperindo Jaya, Bank Resmi Ditutup dan Masuk Proses Likuidasi

Kamis, 2 April 2026 - 23:00 WIB

Oknum Polisi di Jambi Diduga Gelapkan Mobil, Bripda MI Ditahan di Patsus

Berita Terbaru