Tragedi Konflik Lahan di Bengkulu Selatan: Lima Petani Tertembak Saat Menghalangi Alat Berat Perusahaan Sawit

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 25 November 2025 - 23:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bengkulu, Pribhumi.com Ketegangan perebutan lahan di Bengkulu Selatan kembali meletup menjadi tragedi. Lima petani dari Desa Kembang Seri, Kecamatan Pino Raya, mengalami luka tembak setelah berupaya menghentikan buldoser milik perusahaan perkebunan kelapa sawit yang akan meratakan lahan yang diklaim sebagai tanah milik warga pada Senin (24/11).

Direktur Eksekutif Walhi Bengkulu, Dodi Faisal, menjelaskan bahwa konflik antara masyarakat dan perusahaan telah berlangsung bertahun-tahun tanpa penyelesaian yang jelas.
“Perusahaan tiba-tiba mengerahkan alat berat untuk mendoser area yang selama ini digarap warga. Ketika masyarakat mencoba menghentikan, terjadi aksi penembakan oleh oknum keamanan perusahaan,” ungkapnya dalam pernyataan resmi.

Kelima korban teridentifikasi sebagai Linsurman, Susanto, Edi Hermanto, Suhardin, dan Buyung. Salah seorang korban, Datuk Buyung, menderita luka tembak di bagian dada kanan. Warga sempat mengamankan senjata api yang diduga digunakan pelaku.

Baca Juga :  IRT Ditemukan Tak Bernyawa di Dalam Ruko Kota Jambi, Warga Heboh Dugaan Pembunuhan

Dari pihak kepolisian, Kasat Reskrim Polres Bengkulu Selatan Iptu Akhyar Anugerah menyatakan bahwa timnya sedang berada di perjalanan menuju lokasi untuk penyelidikan lebih lanjut.
“Tidak ada personel kepolisian yang bertugas mengamankan area itu. Kami masih mengumpulkan keterangan saksi dan bukti di lapangan,” kata Akhyar.

Peristiwa ini menambah daftar panjang konflik agraria di Tanah Air, terutama yang melibatkan perusahaan sawit. Ekspansi perkebunan kerap bersinggungan dengan lahan garapan warga, sementara tindakan represif oleh pihak keamanan perusahaan terus menjadi sorotan aktivis lingkungan dan HAM.

Walhi mencatat bahwa kasus serupa terjadi puluhan kali setiap tahun, mayoritas terkait sengketa lahan sawit dan pertambangan. Minimnya penegakan hukum terhadap perusahaan membuat masyarakat berada pada posisi rentan.

Baca Juga :  Komdigi Ancam Blokir 25 Platform Digital, ChatGPT Ikut Terjaring Teguran Administratif

Saat ini para korban menjalani perawatan medis di rumah sakit setempat. Warga desa menuntut pertanggungjawaban perusahaan dan meminta aparat bertindak tegas.
“Stop kekerasan terhadap petani. Jangan perlakukan tanah kami seolah tidak bertuan,” ungkap salah satu keluarga korban.

Insiden ini kembali memperlihatkan ketimpangan kekuasaan antara perusahaan besar dan petani lokal. Meski pemerintah berulang kali menegaskan komitmen pada reforma agraria, kekerasan di lapangan masih terjadi dan meninggalkan luka mendalam bagi masyarakat.

Konflik sawit di Bengkulu Selatan kini mendapat perhatian nasional, dengan publik mendesak investigasi menyeluruh dan perlindungan nyata bagi petani agar tragedi serupa tidak terus berulang.

 

Berita Terkait

Operasi Zebra 2025 di Jambi Fokus pada Edukasi Sopir dan Pencegahan Kecelakaan Lalu Lintas
Pemerintah Gelar Rapat Darurat Nasional Tangani Bencana di Sumatera
Pemkab Kerinci Rotasi 28 Pejabat Eselon III, Murison Tekankan Profesionalisme ASN
BPBD Bima Imbau Warga Tetap Waspada aktivitas Gunung Sangeang Api Meski Gempa Menurun
Polsek Tabir Ulu Dorong Perdamaian Warga Muara Jernih Lewat Sidang Adat
Kabupaten Kerinci Siap Gelar Perayaan HKG PKK ke-53 dan HUT Dekranasda ke-45 dengan Beragam Acara Meriah
Ratusan Hektare Sawah di Kerinci Terancam Gagal Panen, Petani Minta Pemerintah Perbaiki Sistem Pengairan
PT KMH Serahkan Bantuan Medis ke RSUD Kerinci: Wujud Sinergi Dunia Usaha dan Pemerintah untuk Layanan Kesehatan

Berita Terkait

Kamis, 27 November 2025 - 13:00 WIB

Operasi Zebra 2025 di Jambi Fokus pada Edukasi Sopir dan Pencegahan Kecelakaan Lalu Lintas

Kamis, 27 November 2025 - 09:00 WIB

Pemerintah Gelar Rapat Darurat Nasional Tangani Bencana di Sumatera

Selasa, 25 November 2025 - 23:00 WIB

Tragedi Konflik Lahan di Bengkulu Selatan: Lima Petani Tertembak Saat Menghalangi Alat Berat Perusahaan Sawit

Selasa, 25 November 2025 - 20:15 WIB

Pemkab Kerinci Rotasi 28 Pejabat Eselon III, Murison Tekankan Profesionalisme ASN

Senin, 24 November 2025 - 09:00 WIB

BPBD Bima Imbau Warga Tetap Waspada aktivitas Gunung Sangeang Api Meski Gempa Menurun

Berita Terbaru