Terima Gelar Adat, Al Haris Tegaskan Komitmen Lestarikan Budaya Kerinci

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 5 Juli 2026 - 21:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAMBI, Pribhumi.com – Gubernur Jambi Al Haris resmi menerima gelar adat kehormatan Depati Amanah Negroi Tanoh Sunge Pnoh dari Lembaga Kerapatan Adat Enam Luhah Sungai Penuh. Penganugerahan tersebut menjadi bentuk penghormatan atas peran dan komitmennya dalam menjaga, melestarikan, serta memperkuat eksistensi adat dan budaya Melayu Kerinci di tengah perkembangan zaman.

Prosesi penganugerahan berlangsung dalam rangkaian Kenduri Sko Enam Luhah Sungai Penuh di Tanah Mendapo, Sabtu (4/7/2026). Pada kesempatan yang sama, Wali Kota Sungai Penuh Alfin menerima gelar Depati Susun Negroi Tanoh Sunge Pnoh, sementara Bupati Kerinci Monadi dianugerahi gelar Depati Sinar Bumi Sakti.

Al Haris menyampaikan bahwa adat merupakan pondasi penting dalam kehidupan masyarakat Jambi. Menurutnya, adat tidak hanya hadir sebagai warisan budaya yang ditampilkan dalam seremoni, tetapi menjadi pedoman hidup yang mengatur hubungan manusia dengan sesama, alam, dan Sang Pencipta.

Baca Juga :  Hafiful Hadi Sunliensyar, Akademisi Muda Kerinci yang Gigih Meneliti Manuskrip dan Warisan Budaya Nusantara

“Adat bagi masyarakat Kota Sungai Penuh dan Provinsi Jambi bukan sekadar tradisi. Adat adalah cara kita memahami kehidupan, menjaga keseimbangan antara manusia, alam, dan Sang Pencipta. Adat bersendi syarak, syarak bersendi Kitabullah, menjadi bukti bahwa adat dan agama saling menguatkan,” ujarnya, Minggu (5/7/2026).

Ia juga mengapresiasi kembali digelarnya Kenduri Sko Enam Luhah setelah vakum hampir dua puluh tahun. Menurutnya, kebangkitan tradisi tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat kembali nilai-nilai adat di tengah derasnya arus modernisasi dan globalisasi.

Gubernur menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak hanya diukur dari kemajuan infrastruktur maupun pertumbuhan ekonomi. Pelestarian adat, budaya, serta kearifan lokal juga harus menjadi prioritas agar identitas masyarakat tetap terjaga dan diwariskan kepada generasi penerus.

Baca Juga :  Pemerintah Pastikan Biodiesel B50 Mulai Berlaku Juli 2026, Uji Coba Capai Hasil Positif

Dalam kesempatan itu, Al Haris mengajak seluruh masyarakat Kerinci dan Sungai Penuh untuk terus menjaga persatuan serta mempererat tali persaudaraan.

“Kita adalah satu, satu Sakti Alam Kerinci. Jangan sampai perbedaan pilihan maupun kepentingan politik memecah persaudaraan. Adat mengajarkan kebersamaan, persatuan, dan saling menghormati,” tegasnya.

Ia turut mendorong agar seluruh rumah adat beserta simbol-simbol budaya berada dalam pembinaan lembaga adat yang terkoordinasi, sehingga nilai-nilai luhur warisan leluhur tetap terpelihara secara utuh.

Menurut Al Haris, keberadaan adat harus terus diperkuat sebagai benteng moral masyarakat dalam menghadapi tantangan era digital, sekaligus memastikan budaya lokal tetap menjadi identitas utama di tanah kelahirannya.

Judul SEO: Gubernur Jambi Al Haris Terima Gelar Adat Depati Amanah Negroi Tanoh Sunge Pnoh

Berita Terkait

Museum Tarik Klaim Aksara Minangkabau, Naskah Tanjung Tanah Justru Makin Kokoh Lewat Uji Ilmiah
Menyibak Rahasia Tambo Kerinci: Ketika Satu Gelar Melahirkan Banyak Pewaris
Harik Hana hingga Rakryan Hino, Kajian Tambo Kerinci Ungkap Dugaan Jejak Jawa Kuno
IAIN Kerinci Gali Sejarah Pemerintahan Tradisional Lewat Pemerhati Adat
FGD Universitas Jambi Bedah Peran Kenduri Sko sebagai Instrumen Resolusi Konflik Politik Pasca Pilkada di Kerinci
Sko Tigo Takah, Sistem Penyelesaian Sengketa Adat Kerinci yang Menjunjung Musyawarah dan Keadilan
Lembaga Adat Diminta Tidak Mengambil Alih Hak Tradisional Pemangku Adat
Marwah Pemangku Adat Jati Harus Dikembalikan, Aktivis Adat Sampaikan Seruan

Berita Terkait

Kamis, 23 Juli 2026 - 12:48 WIB

Museum Tarik Klaim Aksara Minangkabau, Naskah Tanjung Tanah Justru Makin Kokoh Lewat Uji Ilmiah

Rabu, 22 Juli 2026 - 17:46 WIB

Menyibak Rahasia Tambo Kerinci: Ketika Satu Gelar Melahirkan Banyak Pewaris

Rabu, 22 Juli 2026 - 14:01 WIB

Harik Hana hingga Rakryan Hino, Kajian Tambo Kerinci Ungkap Dugaan Jejak Jawa Kuno

Minggu, 19 Juli 2026 - 11:00 WIB

IAIN Kerinci Gali Sejarah Pemerintahan Tradisional Lewat Pemerhati Adat

Minggu, 19 Juli 2026 - 08:27 WIB

FGD Universitas Jambi Bedah Peran Kenduri Sko sebagai Instrumen Resolusi Konflik Politik Pasca Pilkada di Kerinci

Berita Terbaru

Budaya dan Wisata

IAIN Kerinci Gali Sejarah Pemerintahan Tradisional Lewat Pemerhati Adat

Minggu, 19 Jul 2026 - 11:00 WIB