Tak Hiraukan Seruan Trump, Israel Tetap Luncurkan Serangan Terhadap Kota Gaza

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 4 Oktober 2025 - 20:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pribhumi.com – Israel tetap meluncurkan puluhan serangan terhadap Kota Gaza meski Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah menyerukan penghentian serangan udara usai Hamas menerima kesepakatan gencatan senjata.

“Ini adalah malam yang sangat brutal, di mana tentara Israel melakukan puluhan serangan udara dan tembakan artileri terhadap Kota Gaza dan wilayah lain di Jalur Gaza, meskipun Presiden Trump telah menyerukan untuk menghentikan pemboman,” kata juru bicara Badan Pertahanan Sipil Mahmud Bassal, dikutip dari AFP.

Badan Pertahanan Sipil merupakan tim penyelamat yang beroperasi di bawah otoritas Hamas.

Bassal mengatakan 20 rumah hancur dalam rangkaian serangan udara semalam.

Baca Juga :  Gelombang Panas Ekstrem Hantam Prancis, 40 Orang Tewas Tenggelam Saat Warga Cari Kesejukan

“Situasi di Kota Gaza sangat serius,” kata Bassal.

Ia menambahkan bahwa timnya tidak dapat menjangkau semua korban karena kehadiran tank dan lanjutan serangan udara yang dilakukan Israel.

Di sisi lain, militer Israel mengatakan mereka sedang memeriksa laporan-laporan mengenai pengeboman semalam di Kota Gaza.

Rumah Sakit Baptis di Kota Gaza mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka menerima korban dari serangan di sebuah rumah di lingkungan Tuffah, termasuk empat orang tewas dan beberapa orang terluka.

Sementara itu, Rumah Sakit Nasser di Khan Yunis, Gaza selatan, menyatakan bahwa dua anak tewas dan delapan orang terluka dalam serangan pesawat tak berawak terhadap sebuah tenda di kamp pengungsi Gaza.

Baca Juga :  Longsor Timpa Rumah Warga di Bungo, Satu Anak Meninggal Dunia dan Dua Korban Selamat

Rencana perdamaian untuk Gaza yang dipresentasikan oleh Trump pekan ini dan didukung oleh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyerukan gencatan senjata, pembebasan sandera dalam waktu 72 jam, pelucutan senjata Hamas, dan penarikan Israel secara bertahap dari Gaza.

Hamas mengatakan pada Jumat (3/10) bahwa mereka siap untuk membebaskan para sandera yang ditahan di Gaza di bawah rencana Trump, tetapi menginginkan negosiasi mengenai rincian dan hak untuk menentukan masa depan wilayah Palestina.

 

 

Sumber Berita: CNN

Berita Terkait

The Sacred Riana Ukir Sejarah, Jadi Pesulap Indonesia Pertama Raih Penghargaan Les Mandrakes d’Or
Sambal Khas Kerinci Mendunia ditangan PitriaNova
Dangdut Ditargetkan Diakui UNESCO pada 2027, Kementerian Kebudayaan Mulai Kampanye
Pre-order iPhone Duo Ludes dalam Hitungan Menit, Pengiriman Mundur hingga Januari 2027
AFC Pastikan Piala Asia 2027 Tetap Digelar di Arab Saudi
Kabut Asap Selimuti Singapura, Distribusi Masker N95 Gratis Jadi Sorotan
Banjir Bandang dan Longsor di Perbatasan Nepal-Tibet, Korban Tewas Tembus 150 Orang
Gelombang Panas Ekstrem Hantam Prancis, 40 Orang Tewas Tenggelam Saat Warga Cari Kesejukan

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 20:47 WIB

The Sacred Riana Ukir Sejarah, Jadi Pesulap Indonesia Pertama Raih Penghargaan Les Mandrakes d’Or

Rabu, 21 Oktober 2026 - 23:00 WIB

Sambal Khas Kerinci Mendunia ditangan PitriaNova

Senin, 19 Oktober 2026 - 13:17 WIB

Dangdut Ditargetkan Diakui UNESCO pada 2027, Kementerian Kebudayaan Mulai Kampanye

Senin, 19 Oktober 2026 - 09:30 WIB

Pre-order iPhone Duo Ludes dalam Hitungan Menit, Pengiriman Mundur hingga Januari 2027

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 09:45 WIB

AFC Pastikan Piala Asia 2027 Tetap Digelar di Arab Saudi

Berita Terbaru