Rakerda IV LAM Jambi Tetapkan Perubahan AD/ART , HBA Tekankan Persatuan dan Penguatan Kelembagaan Adat

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 17 Desember 2025 - 21:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAMBI, Pribhumi.com — Rapat Kerja Daerah (Rakerda) IV Lembaga Adat Melayu (LAM) Jambi Provinsi Jambi Tahun 2025 resmi ditutup dengan sejumlah keputusan penting yang dinilai strategis bagi masa depan adat Melayu Jambi. Salah satu poin krusial yang ditetapkan dalam forum tersebut adalah perubahan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) LAM Jambi Tahun 2025.

Ketua Umum LAM Jambi Provinsi Jambi, Drs. H. Hasan Basri Agus (HBA) yang bergelar Temenggung Putro Djoyodiningrat, menegaskan bahwa perubahan AD/ART tersebut bertujuan memberikan ruang fleksibilitas bagi lembaga adat di kabupaten dan kota untuk menyesuaikan penamaan kelembagaan sesuai dengan kelaziman dan kearifan lokal masing-masing daerah.

Menurut HBA, penyesuaian tersebut tetap harus berada dalam satu struktur dan naungan LAM Jambi Provinsi Jambi, sehingga tidak menghilangkan semangat persatuan dan kesatuan lembaga adat Melayu di seluruh wilayah provinsi.
“Silakan menyesuaikan, demi menjaga persatuan dan kesatuan. Yang terpenting, kelembagaannya tetap satu dalam struktur LAM,” tegas HBA dalam sambutannya pada penutupan Rakerda.

Baca Juga :  Voting Andalas Award 2025 Ditutup, Menanti Malam Apresiasi!

Selain itu, HBA juga mendorong Lembaga Adat Melayu di tingkat kabupaten dan kota untuk membentuk unsur-unsur kelembagaan pendukung sesuai kebutuhan daerah masing-masing. Di antaranya adalah pembentukan Dubalang, Himpunan Perempuan Melayu Jambi (HPMJ), serta elemen kelembagaan adat lainnya yang berfungsi memperkuat peran LAM di tengah masyarakat.

Di akhir sambutannya, HBA berpesan agar seluruh Lembaga Adat Melayu di daerah senantiasa menjalin komunikasi dan sinergi yang harmonis dengan kepala daerah sebagai pembina LAM setempat. Sinergi tersebut dinilai penting guna memastikan peran adat berjalan seiring dengan kebijakan pembangunan daerah.

Baca Juga :  BMKG Prediksi Sebagian Wilayah Jambi Diguyur Hujan Ringan pada 28 Mei 2026

Rakerda IV LAM Jambi Provinsi Jambi Tahun 2025 secara resmi ditutup oleh Ketua Umum LAM Jambi dengan mengucapkan Alhamdulillah. Ia menyampaikan bahwa rapat kerja kali ini telah melahirkan keputusan-keputusan yang sangat strategis dan menjadi pijakan penting bagi keberlanjutan adat Melayu Jambi ke depan.

Dalam kesempatan yang sama, HBA juga menyampaikan bahwa masa kepemimpinannya sebagai Ketua Umum LAM Jambi akan berakhir pada November 2026. Ia mengucapkan terima kasih serta apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pengurus dan LAM se-Provinsi Jambi atas dukungan, kebersamaan, dan kepercayaan yang telah diberikan selama masa pengabdiannya.

Berita Terkait

DEMA CARE Diluncurkan, Saatnya Advokasi Mahasiswa Dibuktikan dengan Kerja Nyata
Panggung MTQ ke-55 Provinsi Jambi Mulai Dipasang, Persiapan Kota Jambi Capai 60 Persen
Wakapolda Jambi Bersama Tokoh Agama Hadiri Haul Akbar dan Harlah Al-Hidayah
Kemenhaj Jambi Benahi Antrean Haji, Masa Tunggu Ditargetkan 14–16 Tahun pada 2027
Al Haris dan Danrem Pantau Karhutla di Kumpeh, Pemadaman Terkendala Angin Kencang
Al Haris Kerahkan Satgas Karhutla, 146 Personel Disiagakan di Tiga Pos Penanganan
ISPU Muaro Jambi Capai 228, Warga Diminta Waspadai Dampak Polusi Udara
Mahasiswa ITB Asal Jambi Meninggal di Cianjur Saat Ikuti Ultra Marathon 2026

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 18:06 WIB

DEMA CARE Diluncurkan, Saatnya Advokasi Mahasiswa Dibuktikan dengan Kerja Nyata

Kamis, 22 Oktober 2026 - 05:40 WIB

Panggung MTQ ke-55 Provinsi Jambi Mulai Dipasang, Persiapan Kota Jambi Capai 60 Persen

Selasa, 20 Oktober 2026 - 03:58 WIB

Wakapolda Jambi Bersama Tokoh Agama Hadiri Haul Akbar dan Harlah Al-Hidayah

Selasa, 20 Oktober 2026 - 01:51 WIB

Kemenhaj Jambi Benahi Antrean Haji, Masa Tunggu Ditargetkan 14–16 Tahun pada 2027

Senin, 19 Oktober 2026 - 23:59 WIB

Al Haris dan Danrem Pantau Karhutla di Kumpeh, Pemadaman Terkendala Angin Kencang

Berita Terbaru