JAMBI, Pribhumi.com — Menjadi orang tua bukan sekadar peran, melainkan perjalanan panjang yang penuh tantangan dan tanggung jawab besar. Dalam proses yang bisa berlangsung lebih dari 18 tahun ini, orang tua kerap dihadapkan pada berbagai situasi tak terduga, sambil tetap membawa pengalaman masa lalu mereka ke dalam pola pengasuhan.
Di tengah beragam teori tentang pola asuh terbaik, para ahli sepakat bahwa fondasi utama dalam tumbuh kembang anak adalah rasa dicintai. Perasaan ini menjadi kunci penting dalam mendukung perkembangan emosional hingga kemampuan berpikir anak saat dewasa.
Mengutip berbagai pandangan ahli yang dirangkum dari Your Tango, terdapat beberapa pendekatan penting yang dapat dilakukan orang tua untuk membangun hubungan yang sehat dengan anak.
Salah satunya adalah keberanian untuk mengakui kesalahan. Psikolog John Gottman menekankan bahwa ketika orang tua meminta maaf kepada anak, hal tersebut bukan hanya menunjukkan rasa hormat, tetapi juga mengajarkan nilai penting tentang tanggung jawab dan perbaikan diri. Anak pun belajar bahwa kesalahan adalah hal manusiawi dan hubungan dapat diperbaiki dengan komunikasi yang baik.
Selain itu, kemampuan mendengarkan juga menjadi aspek krusial. Penulis Leeza Carlone Steindorf menyoroti pentingnya orang tua memahami sudut pandang anak tanpa menghakimi. Dengan memberikan ruang bagi anak untuk bercerita, orang tua dapat membangun kepercayaan dan menciptakan ikatan emosional yang kuat.
Tak kalah penting, orang tua juga perlu mampu beradaptasi dengan perubahan yang dialami anak. Larry Michel, seorang pelatih keluarga, menegaskan bahwa anak membutuhkan dukungan dalam menghadapi perubahan, baik secara emosional maupun sosial. Sikap terbuka dan penerimaan tanpa syarat akan membantu anak merasa aman dan dihargai.
Sebaliknya, jika anak merasa tidak dipahami atau terlalu dikontrol, mereka cenderung menutup diri dan meragukan kasih sayang orang tua. Oleh karena itu, kehadiran orang tua yang penuh empati, perhatian, dan dukungan menjadi faktor penting dalam membentuk kepercayaan diri anak.
Dengan pendekatan yang tepat, anak tidak hanya tumbuh dengan rasa dicintai, tetapi juga mampu mencintai dirinya sendiri dan menghadapi kehidupan dengan lebih percaya diri.JAMBI, Pribhumi.com — Menjadi orang tua bukan sekadar peran, melainkan perjalanan panjang yang penuh tantangan dan tanggung jawab besar. Dalam proses yang bisa berlangsung lebih dari 18 tahun ini, orang tua kerap dihadapkan pada berbagai situasi tak terduga, sambil tetap membawa pengalaman masa lalu mereka ke dalam pola pengasuhan.
Di tengah beragam teori tentang pola asuh terbaik, para ahli sepakat bahwa fondasi utama dalam tumbuh kembang anak adalah rasa dicintai. Perasaan ini menjadi kunci penting dalam mendukung perkembangan emosional hingga kemampuan berpikir anak saat dewasa.
Mengutip berbagai pandangan ahli yang dirangkum dari Your Tango, terdapat beberapa pendekatan penting yang dapat dilakukan orang tua untuk membangun hubungan yang sehat dengan anak.
Salah satunya adalah keberanian untuk mengakui kesalahan. Psikolog John Gottman menekankan bahwa ketika orang tua meminta maaf kepada anak, hal tersebut bukan hanya menunjukkan rasa hormat, tetapi juga mengajarkan nilai penting tentang tanggung jawab dan perbaikan diri. Anak pun belajar bahwa kesalahan adalah hal manusiawi dan hubungan dapat diperbaiki dengan komunikasi yang baik.
Selain itu, kemampuan mendengarkan juga menjadi aspek krusial. Penulis Leeza Carlone Steindorf menyoroti pentingnya orang tua memahami sudut pandang anak tanpa menghakimi. Dengan memberikan ruang bagi anak untuk bercerita, orang tua dapat membangun kepercayaan dan menciptakan ikatan emosional yang kuat.
Tak kalah penting, orang tua juga perlu mampu beradaptasi dengan perubahan yang dialami anak. Larry Michel, seorang pelatih keluarga, menegaskan bahwa anak membutuhkan dukungan dalam menghadapi perubahan, baik secara emosional maupun sosial. Sikap terbuka dan penerimaan tanpa syarat akan membantu anak merasa aman dan dihargai.
Sebaliknya, jika anak merasa tidak dipahami atau terlalu dikontrol, mereka cenderung menutup diri dan meragukan kasih sayang orang tua. Oleh karena itu, kehadiran orang tua yang penuh empati, perhatian, dan dukungan menjadi faktor penting dalam membentuk kepercayaan diri anak.
Dengan pendekatan yang tepat, anak tidak hanya tumbuh dengan rasa dicintai, tetapi juga mampu mencintai dirinya sendiri dan menghadapi kehidupan dengan lebih percaya diri.











