Pedagang Bubur Jadi Korban Pemerasan Preman, Pelaku Positif Narkoba

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 11 April 2026 - 13:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Pribhumi.com – Aksi premanisme kembali meresahkan warga di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat. Seorang pedagang bubur menjadi korban pemalakan oleh tiga pria yang meminta uang sebesar Rp300 ribu dengan alasan “uang keamanan”.

Peristiwa tersebut viral di media sosial pada Jumat (10/4), setelah beredar video yang memperlihatkan salah satu pelaku merusak dagangan korban. Dalam rekaman itu, pelaku terlihat mengambil mangkuk dari gerobak bubur lalu membantingnya hingga pecah berserakan di jalan.

Kapolsek Metro Tanah Abang, AKBP Dhimas Prasetyo, membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan, korban didatangi tiga pelaku saat sedang berjualan. Mereka memaksa meminta uang dan mengancam akan menusuk jika permintaan tidak dipenuhi.

Baca Juga :  Oknum Wartawan di Mojokerto Ditangkap Polisi saat Diduga Memeras Pengacara

“Pelapor sedang berjualan bubur, kemudian didatangi tiga pelaku yang meminta uang keamanan sebesar Rp300 ribu sambil mengancam akan menusuk apabila tidak diberikan,” ungkapnya.

Tak hanya itu, ketiga pelaku juga diduga melakukan aksi serupa terhadap pemilik warung kopi di kawasan Jalan Fachrudin, Jakarta Pusat.

Polisi yang menerima laporan langsung bergerak cepat dan berhasil menangkap ketiga pelaku. Mereka diketahui berinisial TDT (26), DA (36), dan OP (36), yang merupakan warga Kampung Bali.

Baca Juga :  Debt Collector di OKU Tewas Ditikam Saat Tarik Kendaraan, Pelaku Menyerahkan Diri

Saat diamankan, petugas juga menyita sejumlah barang bukti, termasuk senjata tajam yang diduga digunakan untuk mengintimidasi korban. Ketiganya kemudian dibawa ke Polsek Tanah Abang untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Hasil tes urine menunjukkan bahwa ketiga pelaku positif mengonsumsi narkotika jenis sabu (methamphetamine). Saat ini, polisi masih mendalami kasus tersebut untuk proses hukum lebih lanjut.

Berita Terkait

KPK Periksa Lebih dari 20 Forwarder di Kasus Korupsi Impor Bea Cukai
KPK Dalami Dugaan Bupati Pekalongan Nonaktif Fadia Arafiq Arahkan Pegawai Outsourcing Pilih Dirinya di Pilkada
Jaksa Ungkap Hubungan Terapis Spa dan Korban Pembobolan Rekening Rp1,2 Miliar
Polisi Gagalkan Pengiriman 2,3 Kilogram Emas Ilegal di Bungo, Tiga Pelaku Diamankan
Waspada! Akun Facebook Mengatasnamakan Bupati Kerinci Dipastikan Palsu
Ibu Rumah Tangga di Jambi Laporkan Dugaan Penipuan Catut Nama Gubernur
Viral Koper Berisi Rp230 Juta Uang Mainan Ditemukan di Bus, Penumpang Asal Jambi Diduga Terserang Stroke
Wagub Bangka Belitung Hellyana Divonis 4 Bulan Penjara dalam Kasus Penipuan

Berita Terkait

Senin, 1 Juni 2026 - 15:00 WIB

KPK Periksa Lebih dari 20 Forwarder di Kasus Korupsi Impor Bea Cukai

Jumat, 29 Mei 2026 - 23:00 WIB

KPK Dalami Dugaan Bupati Pekalongan Nonaktif Fadia Arafiq Arahkan Pegawai Outsourcing Pilih Dirinya di Pilkada

Jumat, 29 Mei 2026 - 03:00 WIB

Jaksa Ungkap Hubungan Terapis Spa dan Korban Pembobolan Rekening Rp1,2 Miliar

Senin, 25 Mei 2026 - 23:00 WIB

Polisi Gagalkan Pengiriman 2,3 Kilogram Emas Ilegal di Bungo, Tiga Pelaku Diamankan

Sabtu, 23 Mei 2026 - 17:00 WIB

Waspada! Akun Facebook Mengatasnamakan Bupati Kerinci Dipastikan Palsu

Berita Terbaru

Hukum dan Kriminal

KPK Periksa Lebih dari 20 Forwarder di Kasus Korupsi Impor Bea Cukai

Senin, 1 Jun 2026 - 15:00 WIB