Banda Aceh, Pribhumi.com — Direktorat Lalu Lintas Polda Aceh mengonfirmasi bahwa akses utama yang menghubungkan Kabupaten Bireuen dan Takengon terputus total setelah dua titik pada jalur tersebut terdampak bencana alam. Kerusakan terjadi akibat curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah dataran tinggi Aceh selama beberapa hari terakhir.
Direktur Lalu Lintas Polda Aceh, Kombes Pol Deden Supriyatna, menjelaskan dari Banda Aceh pada Rabu bahwa dua lokasi di ruas Bireuen–Takengon saat ini tidak bisa dilewati kendaraan. Satu lokasi mengalami longsor, sementara satu titik lainnya menyusul jembatan yang ambruk.
“Terdapat dua titik yang benar-benar tidak dapat dilalui baik oleh sepeda motor maupun mobil. Longsor terjadi di KM40 Desa Lampahan, sedangkan jembatan yang roboh berada di KM80 Kampung Jamur Ujung, Kecamatan Wih Pesan, keduanya di wilayah Kabupaten Bener Meriah,” ujar Deden yang juga didampingi Kabagbinops Ditlantas, Kompol Surya Purba.
Ambruknya jembatan di KM80 menyebabkan arus lalu lintas dari kedua arah benar-benar terhenti. Sementara itu, kondisi titik longsor di wilayah Kabupaten Bireuen belum sepenuhnya terpetakan karena ketiadaan sinyal yang membuat komunikasi terputus.
Deden menambahkan bahwa jalur alternatif menuju kawasan dataran tinggi Gayo tidak tersedia, sehingga masyarakat diminta menunda perjalanan atau memilih rute lain yang lebih aman. Ia juga mengimbau warga meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi longsor di berbagai titik rawan mengingat hujan masih berpotensi mengguyur sejumlah daerah di Aceh.













