Presiden Prabowo Terima Laporan Lengkap Soal Banjir Sumatera, Diduga Ada Praktik Pembalakan Liar

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 2 Desember 2025 - 19:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Pribhumi.com  — Presiden RI Prabowo Subianto telah menerima laporan lengkap dan mendalam terkait penyebab banjir besar yang melanda sejumlah wilayah di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat dalam beberapa pekan terakhir.

Hal itu disampaikan oleh Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Muzani) usai melakukan pertemuan dengan Presiden di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa sore. Pernyataan tersebut muncul ketika ia ditanya mengenai dugaan praktik pembalakan liar yang disebut-sebut menjadi salah satu faktor pemicu bencana.

“Sudah, sudah, sudah dapat masukan yang komprehensif,” ujar Muzani ketika dikonfirmasi apakah Presiden Prabowo telah mengetahui akar utama penyebab banjir di Sumatera, termasuk dugaan aktivitas ilegal di kawasan hutan.

Baca Juga :  Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar MV Hondius, Tiga Tewas dan Puluhan Penumpang Dikarantina

Muzani menjelaskan bahwa sejumlah foto dan rekaman lapangan yang ia pelajari menunjukkan adanya tumpukan kayu hanyut yang tidak terlihat seperti pohon roboh akibat badai. Sebaliknya, kayu-kayu itu tampak seperti bekas tebangan lama, menguatkan dugaan bahwa pembalakan liar turut memperburuk dampak banjir bandang.

“Kalau itu betul, berarti ada pembalakan liar yang tidak terkendali. Ini harus menjadi perhatian serius para pemangku kebijakan lingkungan. Jangan sampai kelalaian kita hari ini menjadi musibah bagi anak cucu nanti,” tegasnya.

Baca Juga :  Ini 5 Alasan Utama PS Semurup layangkan surat Resmi Mengundurkan Diri dari Bupati Cup Kerinci 2025

Ketika ditanya apakah Presiden juga menerima laporan serupa, Muzani menegaskan bahwa Kepala Negara telah memperoleh informasi lengkap, meski ia enggan membeberkan isi laporan maupun potensi langkah hukum yang mungkin diambil pemerintah.

Saat wartawan mencoba menggali lebih jauh, termasuk kemungkinan adanya tindakan tegas seperti penindakan hukum ataupun reshuffle kabinet, Muzani memilih mengakhiri wawancara dan langsung menuju kendaraan dinasnya, meninggalkan komplek Istana Kepresidenan.

Berita Terkait

Viral di Pengadilan Sungai Penuh: Terdakwa Kasus Asusila Anak Minta Tes DNA
Akses Jalan Menuju Gunung Kerinci Disorot, Warga Minta Pemerintah Prioritaskan Perbaikan Infrastruktur Wisata
Dugaan Pungutan dalam Rekrutmen SPPG di Kerinci Tengah Jadi Sorotan, Masyarakat Minta Transparansi
Kejagung Ungkap Dugaan Mark Up Motor Listrik Rp1 Triliun di BGN
KPK Tetapkan 8 Tersangka Korupsi Izin Tinggal WNA, Diduga Raup Rp145,5 Miliar dari Praktik Pemerasan
Dr. Idel Eprianto: Penguatan Ekonomi Desa Kunci Hadapi Gejolak Rupiah
10 Kuliner Legendaris Khas Jambi yang Wajib Dicoba
Indra Hilang Diduga Tenggelam Saat Memancing di Sungai Batanghari Jambi

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 09:04 WIB

Akses Jalan Menuju Gunung Kerinci Disorot, Warga Minta Pemerintah Prioritaskan Perbaikan Infrastruktur Wisata

Senin, 8 Juni 2026 - 18:42 WIB

Dugaan Pungutan dalam Rekrutmen SPPG di Kerinci Tengah Jadi Sorotan, Masyarakat Minta Transparansi

Senin, 8 Juni 2026 - 07:00 WIB

Kejagung Ungkap Dugaan Mark Up Motor Listrik Rp1 Triliun di BGN

Senin, 8 Juni 2026 - 05:00 WIB

KPK Tetapkan 8 Tersangka Korupsi Izin Tinggal WNA, Diduga Raup Rp145,5 Miliar dari Praktik Pemerasan

Sabtu, 6 Juni 2026 - 17:00 WIB

Dr. Idel Eprianto: Penguatan Ekonomi Desa Kunci Hadapi Gejolak Rupiah

Berita Terbaru